Warung Sate Sidareja Pak Gino
Warung Sate Pak Gino

Warung Sate Sidareja Pak Gino pastilah namanya belum tercatat dalam buku panduan penggemar wisata kuliner di Bogor.

Kalau sudah, pastilah halaman depan warungnya sudah dipenuhi oleh mobil-mobil para pengunjung.

Terus terang, kalau itu terjadi mungkin bukanlah sebuah hal yang menyenangkan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan sekitar Jalan Soleh Iskandar.

Warung satenya kecil. Ukurannya hanya sebesar ruang tamu rumah tipe 45 saja. Tempat parkirnya pun sempit dan paling banyak bisa menampung dua mobil pada saat bersamaan.

Bisa dibayangkan kalau ada belasan pengunjung mengantri, maka badan jalan akan terpakai dan mengganggu lalu lintas. Sudah banyak contoh mengenai ketenaran sebuah tempat kuliner tak diimbangi oleh sarana memadai akhirnya mengganggu ketertiban.

Lalu mengapa tulisan tentang warung sate Pak Gino ini dibuat ?

Jawabannya hanya ada satu. Tempat ini menyediakan paling tidak tiga jenis makanan yang benar-benar bisa membuat lidah bergoyang.

Warung Sate Pak Gino
Suasana dalam warung sate Pak Gino

Tempatnya tidak nyaman, di siang hari sering kipas angin yang terpasang tidak mampu mengusir panas. Asap hasil pembakaran sate sering terhembus masuk ke ruangan.

Kursi dan meja kayu biasa serta piring khas sebuah warung adalah peralatan biasa. Belum lagi kesulitan mendapat parkir bila membawa kendaraan adalah kendala lainnya.

Tetapi dalam dunia kuliner ada sebuah pepatah atau idiom “Harga Kaki Lima Rasa Bintang Lima”.

Idiom itu sering terbukti benarnya seperti dalam hal Laksa Gang Aut. Tempat dan harga kadang tidak merepresentasikan rasa.

Seringkali tempat yang tidak terkenal dan tidak nyaman, justru memberikan lebih banyak.

Begitupun Warung Sate Pak Gino.

Rasa tiga menu andalannya tidak kalah bahkan bisa dikata lebih baik dibandingkan banyak sate yang ada dalam menu hotel.

Warung Sate Pak Gino
Gulai dan sate kambing Pak Gino

Sate kambingnya , yang bisa dipesan tingkat kematangannya, empuk dan “juicy” (kata orang bule). Tidak alot . Ada rasa manis dalam satenya bahkan sebelum dicampurkan dengan bumbunya.

Mungkin karena daging kambing yang dipakainya berasal dari kambing “muda” sehingga dagingnya tidak menyusahkahn penikmatnya.

Bila dipadukan dengan gulai kambingnya, maka akan terasa lebih lengkap dan nikmat. Kuah gulainya kental dan campuran jeroan kambing di dalamnya sama lunaknya.

Pengunjung tidak perlu bersusah payah membetot dan mengunyahnya karena kesemuanya tidak keras dan “liat” kata orang Sunda.

Pilihan lainnya bila anda tak suka jeroan adalah tongseng kambingnya. Tidak perlu dijelaskan mengenai tingkat kematangan daging serta rasanya.

Bagi anda yang tidak menyukai daging kambing, tetap ada pilihan lain seperti sate ayam dan lain-lain.

——–

Warung Sate Pak GinoMungkin Warung Sate Sidareja Pak Gino “tidak” atau “belum” terkenal ke seluruh Bogor, tetapi tidak berarti namanya tidak dikenal.

Pak Gino sering dipanggil pada berbagai acara lokal oleh mereka yang tinggal di kawasan Jalan Soleh Iskandar. Mereka menerima panggilan untuk berbagai acara termasuk untuk aqiqah.

Mungkin suatu waktu, tempat ini akan sama dengan banyak tempat kuliner di kota Bogor, menjadi terkenal. Mungkin juga tidak.

Menjadi terkenal atau tidak terkenal, tidaklah mempengaruhi kegemaran saya untuk rutin berkunjung ke warung sate Pak Gino ini. Satenya mantap, gulainya enak, tongsengnya nikmat.

Cara menuju ke warung sate Pak Gino

dari stasiun Bogor

Tujuannya adalah jalan Soleh Iskandar Bogor. Dari stasiun Bogor naik angkot no 07 atau 12 Merah dan turun di Air Mancur. Lanjutkan dengan angkot 16 Merah.

Turun di depan perumahan Bukit Cimanggu City dan anda akan melihat warung sate kecil milik Pak Gino asal Sidareja tersebut

dari arah Parung

Cara termudah naik Bus Pusaka dan turun di depan Bukit Cimanggu City. Warung Pak Gino ada di seberang tempat dimana anda turun.

Anda bisa juga memakai angkot no 06 Biru tetapi anda harus berganti angkot di simpang Salabenda. Lanjutkan dengan angkot 16 Merah dan turun di Bukit Cimanggu City

dari arah Cibinong/Citeureup

Cukup sekali anda naik angkot no 32 Biru. Turun di depan Bukit Cimanggu City.

dari terminal Baranangsiang

Bus Pusaka atau Trans Pakuan bisa dipergunakan. Berhenti di halte Bukit Cimanggu City dan anda akan bisa melihat langsung Warung Sate Pak Gino.

2 COMMENTS

  1. Setuju gan Anton.. sate pak Gino paling pas rasanya…yg mau kesana segera ya, sebentar lagi bakal kena gusur pembangunan tol BORR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.