Kawasan Sempur
Pemandangan Kawasan Sempur dari Jalan Sudirman

Sempur adalah nama sebuah kelurahan atau kawasan perumahan di Kecamatan Bogor Tengah. Lokasinya berada di antara Jalan Sudirman di sebelah Baratnya dan Taman Kencana di sebelah Timurnya. Di bagian Selatan kawasan ini hanya dipisahkan oleh Jalan Jalak Harupat dengan Kebun Raya Bogor.

Kawasan ini berbentuk cekungan di pinggir aliran sungai Ciliwung. Bila dilihat dari pinggir Jalan Sudirman maka akan terlihat atap-atap rumah penduduk di kawasan tersebut.

Kelurahan Sempur terdiri dari 4 bagian, Kampung Rambutan, Lebak Pilar, Sempur Kaler (Utara), dan Sempur Kidul (Selatan)

Asal Muasal Kawasan Sempur

Rumah Kuno di SempurKawasan Sempur, menurut sejarah Kota Bogor, dikembangkan bersamaan dengan kawasan Taman Kencana dalam konsep yang dikembangkan oleh Thomas Karsten, seorang insinyur Belanda. Dulunya kawasan ini termasuk dalam Kedoeng Halang..

Bermula dari kebutuhan akan perumahan bagi warga Belanda yang tinggal di Bogor, Pemerintah Hindia Belanda di sekitar tahun 1917-an meminta Karsten mengembangkan konsep perumahan. tersebut. Konsep yang dibuat oleh Karsten membagi Kedoeng Halang menjadi dua kawasan besar.

Yang pertama adalah Kawasan Taman Kencana yang diperuntukkan untuk pejabat-pejabat tinggi dan peneliti Belanda. Sementara, kawasan Sempur diperuntukkan bagi tentara KNIL (Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger – Tentara Kerajaan Hindia Belanda) berpangkat rendahan. Oleh karena itulah setting perumahan antara kedua kawasan ini agak berbeda dari segi ukurannya. Perumahan di Taman Kencana memiliki ukuran yang lebih besar.

Dalam konsep tersebut juga direncanakan bahwa kawasan ini akan memiliki ruang terbuka yang bisa dipergunakan oleh warga di kedua kawasan tersebut berkumpul, yaitu Lapangan Sempur. Lapangan ini hingga sekarang masih berfungsi seperti yang direncanakan oleh Thomas Karsten.

Asal Nama Sempur

Sempur
Kawasan Lebak Pilar di sisi Sungai Ciliwung

Penamaan kawasan ini ternyata ada dua versi.

Versi Pertama menyebutkan bahwa nama tempat ini, dahulu terdapat banyak pohon Sempur.pohon kayu dari keluarga Dillenia. Sedangkan versi kedua, menyebutkan nama kawasan ini berasal dari kata bahasa Belanda, yaitu San Poor. San Poor berarti tempat pemandian atau kolam renang.

Versi yang kedua mengkaitkannya dengan keberadaan beberapa bangunan yang dahulunya dipergunakan sebagai tempat pemandian atau kolam renang. Meskipun demikian, saat ini fungsi bangunan-bangunan tersebut sudah tidak lagi seperti asalnya.

Wacana Waduk Sempur

Pada tahun 1950, untuk mengantisipasi banjir yang sudah sering melanda Jakarta, Presiden RI Pertama, Ir Soekarno mengeluarkan inisiatif yang cukup kontroversial. Idenya adalah menenggelamkan kawasan Sempur untuk menjadi waduk.

Kondisi geografis kawasan ini yang berbentuk cekungan dan posisinya yang berada tepat di sebelah Sungai Ciliwung yang mengalir ke Jakarta tentu akan memudahkan berdirinya sebuah waduk. Bila air sungai Ciliwung bisa ditampung terlebih dahulu di Sempur, maka diharapkan setidaknya aliran air tidak akan terlalu cepat sampai ke Jakarta.

Ide kontroversial ini akhirnya tidak terlaksana.

Beberapa catatan lain tentang Sempur

Sempur
Jembatan Gantung di Sempur

Ada beberapa hal lain yang terkait dengan kawasan Sempur, yaitu

1. Mengingat daerah ini dahulunya merupakan kawasan tangsi tentara Belanda, dalam catatan sejarah, lokasinya pernah memiliki sejarah yang tidak menyenangkan. Banyak wanita Indonesia yang dipaksa untuk melayani kebutuhan biologis KNIL di daerah ini.

2. Kawasan Sempur terhubung dengan Jalan Sudirman, yang dahulunya bernama De Grote Post Weg oleh beberapa jembatan gantung. Jembatan-jembatan gantung ini hingga saat ini masih ada dan berfungsi sebagaimana asalnya. Lebak Pilar dan Kampung Rambutan yang berada di sisi sebelah Barat sungai terhubung oleh jembatan gantung ini. Keberadaan jembatan gantung di Sempur tercatat sejak tahun 1920-an.

3. Sempur di malam hari cukup enak untuk dilihat. Suasananya seperti membuat kita sedang memandang dari atas bukit. Silakan Anda coba, kalau tidak dari depan Bogor Permai, bisa Anda lakukan dari Taman Peranginan.

4. Kawasan ini masih menyisakan beberapa rumah yang memiliki arsitektur yang dikembangkan dalam konsep Thomas Karsten.

5. Dahulu di tempat ini terdapat sebuah sekolah Ambasche School. Saat ini sekolah tersebut sudah digantikan dengan SMP Negeri 11 Bogor

6. Terdapat sebuh hotel, Semur Park Hotel. Lokasinya sangat strategis karena hanya perlu berjalan kaki dari hotel ini ke Gerbang 3 Kebun Raya Bogor.

2 COMMENTS

  1. Pengawasan tentang kebersihan di kebun raya bogor tidak ada dikolam kolam ikan kebun raya banyak sampah

    • Betul sekali mas.. sayang sekali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.