Sedapnya Mie Ayam Baso SEDAPSaya merupakan salah satu penyuka bakso atau baso. Dengan catatan, sepanjang baso itu terbuat dari daging sapi ataupun daging ayam. Ataupun dari daging ikan. Dari yang rasanya tidak enak (maaf, ini menurut orang banyak), yang rasanya biasa saja, sampai yang rasanya istimewa, bagi saya, sih, oke-oke saja. Asalkan itu makanan namanya baso, akan saya terima. 😀

Tetapi, meski saya menerima baso dengan rasa apa saja, ada beberapa yang menurut saya memang benar rasanya istimewa. (maaf sekali lagi kalo gaya saya sok jadi kaya ‘pencicip kuliner’)..:-D

Mie ayam baso ‘Sedap’ merupakan salah satu yang menurut saya memiliki rasa istimewa. Sesuai namanya mie ayam baso ‘Sedap’ rasanya memang sedap! 😀 Kedai mie ayam baso ini terletak di lantai basement Pasar Kebon Kembang Blok C-D, Bogor. Hanya sebuah kios kecil dan sederhana.

Sejak tahun 80-an, saya sudah mengenal mie ayam baso ini. Ibu saya yang pertama kali mengenalkannya. Ketika dijemput sepulang sekolah ataupun saat diajak Ibu berbelanja ke pasar, biasanya, Ibu akan mengajak anak-anaknya untuk makan di kedai baso itu. Masih terbayang dalam ingatan akan masa-masa itu. Rasa gembira yang sangat bila melihat Ibu yang menjemput sekolah. Karena, selain sosok Ibu itu sendiri yang menimbulkan rasa gembira, juga karena sudah terbayang, semangkuk mie ayam baso ‘Sedap’ akan melengkapi kegembiraan hari itu.

Mie ayam baso ‘Sedap’ ini bisa dibilang merupakan usaha turun temurun. Pertama kali dulu, kedai ini dikelola oleh sang kakak. Tetapi, saat ini, sang adik dan istrinya yang meneruskannya.

Perjuangan para pemilik kedai baso ini untuk mempertahankan usaha mereka terlihat dari beberapa kali usaha ini berpindah-pindah tempat. Berpindah-pindah tempat bukan karena untuk mengembangkan sayap usahanya, tetapi lebih karena kondisi yang tidak memungkinkan. Seperti ketika terjadi kebakaran di Pasar Anyar (sekarang Pasar Kebon Kembang) pada tahun 1987 dan 1996 yang mengharuskan kedai ini berpindah-pindah ke tempat-tempat penampungan.

Pertama kali, kedai baso ini sempat memiliki kios yang agak besar dibandingkan saat ini. Mungkin, karena kini semakin marak usaha baso di dunia per-kuliner-an sehingga berdampak kepada penerimaan omset penjualannya. 😀 (maaf lagi kalo saya jadi sok kaya pengamat ekonomi)..:-D

Sejak dikenalkan oleh Ibu dulu, kami sekeluarga memang menjadi pelanggan setia di kedai mie ayam baso ini. Dulu, hampir sekali dalam seminggu, saya dan adik membeli mie ayam baso ‘Sedap’. Mungkin karena itulah, kami menjadi akrab dengan Koko dan Cici pemilik kedai mie ayam baso ini. Yup, kami menyebut sepasang pemilik kedai baso ini dengan sebutan Koko dan Cici.

Tak hanya kepada keluarga dekat, kepada teman atau pun sanak saudara yang lain, kami tak lupa untuk mengenalkan mie ayam baso ‘Sedap’ ini kepada mereka. Dan, tak sedikit pula yang kemudian menjadi langganan Koko dan Cici ini. Kata mereka, ketika berbelanja ke Pasar Kebon kembang, mereka selalu menyempatan diri untuk menikmati mie ayam baso ‘Sedap’ ini.

Suatu hari, ketika saya dan Adik sedang menyantap mie ayam baso ‘Sedap’, kami iseng bertanya kepada pemiliknya.

—–

‘Cik, ga da niat ngegedein? Ga ada niat buka cabang lagi? Di mall-mall, gitu,’ tanya adik saya di sela-sela menyantap mie baso pangsit
‘Iya, ‘Ci..Laku, deh..Ini dari dulu di sini aja. Padahal, rasa ga kalah, lho!’ujar saya menambahkan sehabis menyeruput kuah baso.
‘Buka di mana?’tanya si Cici pemilik kedai
‘Di mall-mal, Ci..Atau di ruko-ruko..Atau di daerah Pajajaran atau Aer Mancur, Ci,’ jawab adik saya.
‘Ahhhhh..Di situ, mah, mahal-mahal,’ jawab Cici spontan.
‘Di situ emang berapa harganya? Kalo ga salah, sekitar 2M-an,’ Koko menyambung ucapan istrinya.
‘Yah..segitu, mah..Pasti Koko ma Cici mah bisa, lah’ jawab saya sok tahu. 😀
‘Ga, ah..Gada kalo segitu, mah..kalo masih ratusan, sih, boleh lah,’ jawab Cici akhirnya.
‘Oke, deh. Kalo ga sekarang, mudah-mudahan, besok lusa, Koko ma Cici bisa buka cabang,’ kata adik saya akhirnya.
‘AAmiin….,’ sahut Koko dan Cici bersamaan.
‘Yang penting, Koko sama Cici sekarang masih buka usaha ini, jadi kita masih bisa makan baso sedap,’ sambung saya sambil nyengir.
Koko dan Cici pun akhirnya tertawa.

—-

Tidak seperti kebanyakan ragam rupa dan rasa bakso yang marak belakangan ini, mie baso ayam ‘Sedap’ ini memiliki tampilan yang biasa saja. Seperti mie ayam baso pada umumnya. Tetapi, aroma dan rasanya membuat mie ayam baso ini lain dari yang lain. Selain rasa mie dan basonya, rasa kuah dan pangsit basahnya (terutama pangsit basahnya karena teksturnya yang lembut) membuat mie ayam baso ‘Sedap’ ini menjadi istimewa..(menurut saya). 😀

Sejak pertama kali dulu mencicipi mie ayam baso ini, boleh dibilang sampai saat ini rasanya tidak berubah banyak. Dulu sempat rasa baso dan pangsit basahnya agak berubah. Tetapi, katanya, itu karena baso dan pangsitnya dibuat oleh orang lain. Sedangkan, biasanya, dari dulu, yang membuat baso dan pangsitnya adalah pemiliknya sendiri. Dan, sekarang yang membuat ya, Koko dan Cici itu tentunya.:-D

Meski kiosnya termasuk kecil dan sederhana, tetapi pemilik ini tetap menjaga kebersihannya. Di kedai ini, selain mie ayam baso pangsit juga ada tahu baso. Tahu basonya juga ga kalah enak rasanya, lho! Layak juga untuk dicoba. Oiya, seporsi mie baso ayam pangsit dihargai Rp 23.000,-

Berbicara tentang mie ayam baso ‘Sedap’ ini tentunya tak bisa lepas dari ingatan tentang Ibu saya. Seorang Ibu pastinya akan memberikan dan mengenalkan semua yang terbaik kepada anak-anaknya. Dan, bagi saya, mie ayam baso ‘Sedap’ ini adalah salah satu yang terbaik yang dikenalkan Ibu kepada saya. 🙂

Sedapnya Mie Ayam Baso SEDAP B

Yuk, atuh, Akang-Teteh mangga dicobian mie ayam baso ‘Sedap’ yang ada di Pasar Kebon Kembang ini. Kalau Akang-Teteh sedang berbelanja ke Pasar Kebon Kembang, sempatkanlah untuk mencicipi mie ayam baso ‘Sedap’ yang memang sedap ini. 😉

(duh, ini yang terakhir, saya mohon maaf..ini bukan endorse) :-))

(Catatan : Tulisan dari Julie Vidianti, penulis tamu yang dikirimkan via email. Tempatnya memang sederhana di bagian basement Pasar Anyar, tetapi memang rasa mie disini enak dan sedap meski sudah melewati 40 tahun sejak pertama kali mengenalnya)

4 COMMENTS

  1. Di pasar itu yang legendaris dan paling enak menurut saya adalah Apollo, tapi itu masalah selera yah…

    • Saya malah tidak suka Apollo Kang..

  2. Jadi artikel ini yah….yg bikin Googlebot salah tafsir…✌?

    sesekali kirimi Team Google Baso Pak, biar jinak si Robot text Mereka. ?

    • Hahahaha.. iyah.. ini yang dicurigai Google bot…ngirim pake TIKI deh nanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.