Patung Sang Pemikir
Patung Sang Pemikir versi Bogor

Anda pasti jelas sudah tahu tentang patung Sang Pemikir karya Auguste Rodin. Kalau dalam bahasa Inggris namanya disebut sebagai the Thinker. Bila memakai bahasa Perancis maka namanya Le Penseur.

Patung sang pemikir asli terbuat dari perunggu. Pertama kali diperlihatkan kepada umum oleh sang pemahat terkenal tersebut di tahun 1888.

Sosoknya berupa seorang pria telanjang sedang duduk berpangku tangan seakan tenggelam pemikirannya tentang sesuatu hal. Patung ini erupakan salah satu karya Rodin yang paling memukau.

Figur patung ini sering dipakai untuk menyimbolkan hal-hal yang berkaitan dengan filosofi. Tidak jarang dipergunakan sebagai simbol rasionalitas dimana manusia diharapkan berpikir menggunakan rasio atau logika.

Lokasi patung sang pemikir karya Rodin terletak berdekatan dengan karyanya yang lain yaitu the Gates of Hell atau gerbang-gerbang Neraka, di Perancis.

Dalam perjalanannya patung tersebut dikembangkan dalam berbagai versi. Berbagai kota dunia juga mengembangkan versinya sendiri. Dalam daftarnya bisa disebutkan Zurich, Swiss.

Patung Sang Pemikir versi Bogor

Patung Sang Pemikir
Patung sang pemikir di perumahan Bukit Cimanggu City

Ternyata sosok seorang pria sedang melamun tersebut juga mengilhami beberapa orang di Bogor. Entah bagaimana asal mulanya, terdapat beberapa patung menggambarkan pria yang sedang berpikir.

Tentu saja berbeda karena untuk mendapatkan lisensi meniru patung sebagaimana aslinya akan membutuhkan biaya yang besar. Alasan lainnya, sudah pasti karena menggambarkan sosok ketelanjangan akan bertentangan dengan norma susila di Indonesia.

Sang Pemikir versi Bogor menggambarkan seorang pria dengan sungkup kepala ala Bali dan menggunakan kain untuk menutupi bagian bawah. Sosok tersebut bertelanjang dada.

Kedudukan kakinya juga berbeda dengan versi aslinya. Bila versi asli berada pada posisi duduk kalau versi yang ini bisa dikata nongkrong atau setengah bersila. Tangannya memegang kepala seakan sedang pening memikirkan sesuatu

Ada juga versi wanitanya. Sosok wanita (tidak telanjang) bersanggul dengan posisi duduk dan tangan yang sama.

Lho !

Banyak sekali ? Demikianlah adanya. Berbeda dengan sang pemikir versi Rodin, pemikir versi Bogor ini bukanlah sebuah karya seni. Patung-patung ini adalah penghias jalan yang terdapat di jalan utama perumahan Bukit Cimanggu City (BCC) Bogor.

Memang di perumahan ini terdapat cukup banyak patung dengan berbagai sosok. Penggunaan patung-patung disana cukup memperindah lingkungan sekitar.

Tentu saja harganya pasti berbeda. Kalau yang aslinya bisa ditaksir nilainya di atas puluhan juta dollar, sedangkan biaya pembuatan sang pemikir versi BCC paling beberapa juta “rupiah” saja.

Begitu juga bahannya, kalau aslinya berbahan perunggu, yang tiruannya berbahan batu dan semen.

Meskipun demikian idenya sama, yaitu orang yang sedang berpikir. Bedanya, mungkin, Rodin menggambarkan sosok filsuf yang sedang bergelut dengan logikanya tentang kehidupan. Patung the Thinker asli tersebut bisa juga diterjemahkan sebagai seorang penyair yang sedang mencari inspirasi tentang karya besar berikutnya.

Sementara itu, patung sang pemikir versi BCC, Bogor lebih mudah diterjemahkan. Mengingat berada di lingkungan perumahan (yang banyak menggunakan kredit pemilikan rumah), rasanya sang pengembang ingin menggambarkan sosok para penghuninya.

Sosok orang yang sedang memikirkan dan merenung kapan cicilan rumahnya bisa cepat lunas.

Sama-sama berpikir hanya berbeda apa yang dipikirkannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.