Penangkaran Rusa di Dramaga

Penangkaran Rusa , atau nama resminya Pusat Pengembangan Tehnologi Penangkaran Rusa di Dramaga Kota Bogor banyak diulas sebagai sebuah tempat tujuan wisata. Beberapa blogger banyak mengambil sisi betapa asyiknya berpiknik atau berwisata ke lokasi yang berada di Hutan Penelitian Dramaga tersebut.

Pandangan Lovely Bogor berbeda dalam hal tersebut. Tempat ini tidak menawarkan sesuatu yang istimewa. Hampir tidak ada, betul “hampir” tidak ada sesuatu yang dapat memberikan kesan “istimewa” dan perasaan “berwisata” pada pengunjungnya. Kecuali Anda ingin memperkenalkan salah satu spesies rusa asli Indonesia, maka tempat ini tidak berbeda dengan sebuah peternakan kecil saja. Bedanya hanya dalam isi kandangnya saja.

Jadi janganlah menjadikan Pusat Pengembangan Tehnologi Penangkaran Rusa menjadi salah satu tujuan berwisata Anda. Sebaiknya dalam rencana liburan yang sedang Anda rencanakan, lokasi ini dijadikan hanya sebagai pelengkap atau tambahan saja. Anggaplah sebagai bonus tambahan dalam khasanah travelling Anda.

Ada beberapa alasan tentang hal tersebut. Hanya sebelum sampai kesana, ada baiknya penuturan singkat tentang Pusat Pengembangan Tehnologi Penangkaran Rusa dibaca.

Sekilas tentang Pusat Pengembangan Tehnologi Penangkaran Rusa

Penangkaran Rusa di dramaga BogorDari nama yang disematkan pada tempat yang hanya sepelemparan batu dari Situ Gede ini, sudah terlihat sebuah tujuan utama atau ide mengapa tempat ini dibuat.

Namanya terlalu resmi. Sangat terlalu formal layaknya sebuah institusi pemerintahan saja. Sama sekali tidak “berbau” sesuatu yang berkaitan dengan wisata atau turisme.

Pada kenyataannya memang demikian adanya. Pusat Pengembangan Tehnologi Penangkaran Rusa adalah salah satu institusi resmi di bawah naungan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Jadi tidaklah mengherankan bahwa susunan kata yang terangkai di papan nama tempat ini sangatlah formal.

Ya, memang tujuan utama tempat ini bukanlah sebagai sebuah kawasan turis atau wisata. Tujuan utamanya adalah sebagai sebuah tempat penelitian atau pengembangan tehnik dan metode cara mengembangbiakan rusa. Itulah fungsi utama tempat yang diresmikan pada tahun 2008 ini.

Pusat Pengembangan Tehnologi Penangkaran Rusa didirikan dengan maksud merubah sedikit sudut pandang dalam hal konservasi lingkungan hayati di Indonesia. Selama ini paradigma yang terkait dengan lingkungan hidup hanya terfokus pada bagaimana menjaga dan melindungi saja. Pemikiran tersebut sering tidak sejalan dengan kebutuhan manusia yang semakin besar dan besar. Keduanya bak berada di dua buah kutub berbeda dan saling bertentangan.

Di tempat ini, dengan mengambil spesialiasi dalam penangkaran rusa, coba dikembangkan sebuah paradigma yang lebih progresif. Selain sisi kelestarian sebuah spesies coba dipertahankan , disisi lainnya tempat ini diharapkan dapat memberikan juga manfaat secara langsung kepada umat manusia. Istilah kasarnya adalah konservasi produktif, konsep pelestarian yang bukan hanya menjaga atau melindungi tetapi juga melestarikan.

Pusat Pengembangan Tehnologi Penangkaran RusaDalam hal rusa, maka sisi yang diharapkan dapat menambah kesejahteraan manusia adalah sebagai sumber protein hewani, alias DAGING. Selama ini masyarakat Indonesia hanya terpaku pada beberapa sumber saja untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, seperti daging sapi dan daging ayam. Hal yang cenderung membuat Indonesia menjadi sangat tergantung pada negara lain untuk mencukupi kebutuhan tersebut, terutama daging sapi. Sudah diketahui bahwa Indonesia banyak sekali mengimpor daging sapi dari berbagai negara, seperti Australia.

Apabila rusa, dari spesies tertentu yang ada di Indonesia, bisa dikembangbiakan alias ditangkarkan seperti halnya kambing dan sapi, maka diharapkan kebutuhan akan daging atau protein hewani bisa terpenuhi. Indonesia tidak perlu tergantung lagi kepada negara lain.

Oleh karena itulah namanya Pusat Pengembangan Tehnologi Penangkaran Rusa karena pada tempat ini dilakukan penelitian bagaimana cara dan metode untuk menjadikan rusa sebagai hewan ternak. Tempat ini didirikan dengan tujuan menemukan cara terbaik untuk menggali potensi yang ada pada hewan bertanduk ini.

Apabila berhasil, maka efek domino akan terjadi. Bayangkan kalau rusa bisa diternakkan, maka secara otomatis, jumlahnya akan bertambah terus. Perburuan terhadap hewan ini di hutan akan berkurang. Suplai daging ke pasar bertambah. Akhirnya, apa yang menjadi tujuan awal mula tempat ini akan tercapai. Kelestarian spesies yang ada dalam penangkaran akan bertambah dan pada saat bersamaan kebutuhan akan daging masyarakat terpenuhi. Sekali dayung , dua tiga pulau terlampaui, itulah target dari paradigma konservasi produktif.

Rusa di Pusat Pengembangan Tehnologi Penangkaran Rusa

Jenis rusa yang diteliti dan coba dikembangkan pada lokasi ini adalah CERVUS TIMORENSISIni adalah nama lain dari Rusa Jawa atau Sambar Sunda yang banyak ditemukan di Pulau Jawa, Bali dan Timor.

Penangkaran RusaPanjang rusa jenis ini berkisar antara 1.5-1.8 M dengan berat antara 50-120 kilogram. Fisiknya tidak berbeda jauh dengan fisik seekor domba atau kambing. Hal ini lah yang membuatnya menjadi salah satu spesies yang dianggap berpotensi untuk dikembangkan sebagai hewan ternak.

Jumlahnya pada saat pusat pengembangan ini berdiri adalah 50 ekor. Pada saat kunjungan terakhir ke penangkaran rusa ini, informasi yang didapat jumlahnya kurang lebih 40 ekor saja.

Meskipun letaknya berada di Bogor, tidak ditemukan spesies rusa totol atau Axis Axis yang merupakan fauna simbol Kota Hujan ini.

Para rusa tersebut tidak dibiarkan hidup bebas di padang rumput terbuka seperti rusa totol di Istana Bogor. Rusa-rusa tersebut diperlakukan layaknya ternak dan ditempatkan dalam berbagai kandang. Makanan diberikan kepada rusa melalui lubang yang berada pada dinding. Kandangnya pun dibersihkan secara teratur.

Pusat Pengembangan Tehnologi Penangkaran Rusa sebagai tempat wisata

Ada alasan mengana penangkaran rusa di Dramaga ini bukanlah sebuah tempat wisata yang menjadi idaman para pelancong ke Bogor. Memang salah satu ide awalnya adalah menjadikan tempat ini juga sebagai sebuah lokasi Eko Widya Wisata atau wisata berbasis ekologi/alam. Hanya saja, apa yang bisa dinikmati oleh para wisatawan sangatlah sedikit.

Beberapa alasannya adalah

1. Tidak ada interaksi antara rusa dan pengunjung

Seperti sudah dijelaskan di atas, hampir semua rusa ditempatkan di dalam kandang dengan teralis yang tidak memungkinkan pengunjung melakukan interaksi dengan rusa. Pengunjung hanya bisa memandang rusa atau kelompok rusa dari kejauhan. Padahal interaksi pengunjung dengan yang dikunjungi merupakan sebuah daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama anak-anak. Hal tersebut tidak dimungkinkan di penangkaran rusa ini.

Padahal di tempat lain, seperti contoh rusa totol di Istana Bogor, yang bahkan tidak pernah ditujukan sebagai tempat wisata, justru memiliki hal ini. (Lihat tulisan Memberi Makan Kijang-Wisata Murah di Bogor)

2. Tidak tersedia sarana penunjang

Penangkaran Rusa di Dramaga BogorLokasi Pusat Pengembangan Tehnologi Penangkaran Rusa terlihat jelas tidak pernah ditujukan dengan penekanan pada wisata. Tidak ada sarana penunjang yang biasa ada di berbagai tempat wisata di Indonesia, seperti sebut saja toilet umum, kantin dan lain sebagainya.

Yang ada hanyalah kandang-kandang dan rusa. Hanya itu saja.

3. Apa yang bisa dilihat terlalu sedikit

Sangat sedikit. Kecuali Anda seorang peneliti hewan, maka yang Anda bisa temukan hanyalah, kandang dan rusa. Tidak ada yang lain. Kesemuanya bisa dinikmati hanya dalam waktu 20 menit bahkan mungkin lebih sedikit. Tidak ada penjelasan apapun tentang rusa atau apa yang sedang dikembangkan disini. Tidak ada panduan dan lain sebagainya.

Setelah itu rasanya sulit untuk tidak merasa bosan.

Tidak berarti tempat ini tidak memiliki potensi. Sebuah tempat penangkaran rusa di kawasan Cariu, Kabupaten Bogor sudah menunjukkan bahwa menternakkan rusa bisa menjadi salah satu obyek wisata yang menarik. Hanya perlu dilakukan penataan ke arah sana, yang rasanya sulit untuk diharapkan terwujud dalam waktu dekat.

Oleh karena itulah, maka bagi Anda pembaca LOVELY BOGOR, bila Anda berniat melakukan kunjungan wisata ke Pusat Pengembangan Penangkaran Rusa di Dramaga ini, ada baiknya Anda membuat sebuah “paket wisata” sendiri. Jangan menjadikan tempat ini sebagai obyek utama atau obyek satu-satunya yang menjadi tujuan. Gabungkanlah tempat ini dengan berbagai tempat lain dalam kawasan sekitarnya.

Penangkaran RusaKebetulan sekali di sekitar kawasan Pusat Pengembangan Tehnologi Penangkaran Rusa ini terdapat beberapa situ atau danau kecil. Situ-situ tersebut seperti Situ Gede, Situ Burung, Situ Panjang, Tempat-tempat tersebut hanya perlu ditempuh dalam waktu beberapa menit saja dari tempat penangkaran rusa ini.

Bisa pula Anda melakukan camping, atau gathering di Hutan Penelitian Dramaga alias Hutan CIFOR dengan agenda kegiatan yang bervariasi. Jadikan salah satunya adalah belajar tentang rusa. Jadi Anda tidak perlu terpaku memandangi rusa dalam kandang terus menerus selama berwisata kesana.

Itulah saran dari Lovely Bogor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.