Parkir Motor Stasiun Cilebut
Parkir Motor Tidak Resmi

Anda tinggal di sebelah Utara Kota Bogor? Kemudian karena harus bekerja pulang pergi menggunakan Commuter Line melalui Stasiun Cilebut? Bingung bagaimana cara terbaik menuju kesana?

Boleh saya sarankan, bila Anda memiliki sepeda motor, manfaatkan kendaraan tersebut sebagai transportasi pulang pergi menuju stasiun tersebut. Hal tersebut akan menghemat waktu Anda dibandingkan harus menggunakan angkot.

Tentu pertanyaan berikutnya pasti tentang dimana harus menyimpang sepeda motor kesayangan Anda tersebut. Bukan sebuah masalah besar, ada banyak tempat parkir motor di Stasiun Cilebut.

Betul lho! Banyak. Asalkan Anda tidak terpaku pada parkiran resmi yang dikelola oleh PT KCJ alias KAI Commuter Jabodetabek.

Parkir Motor di Stasiun Cilebut

Parkir Motor Stasiun Cilebut
Parkir Motor Tidak Resmi

Jauh sebelum PT KCJ membenahi berbagai sarana dan prasarananya, wilayah di dekat Stasiun Cilebut sudah menyediakan sarana parkir motor bagi pengguna jasa KRL. Kesemuanya dikelola oleh warga perumahan yang berdekatan dengan memanfaatkan beberapa lahan kosong yang mereka miliki.

Mereka menyediakan lahan parkir bagi para pemotor sekaligus pengguna jasa KRL untuk menyimpan kendaraannya. Bentuk tempat penyimpanan ada yang sekedar memanfaatkan lahan pekarangan dengan kapasitas hanya belasan motor saja. Ada pula yang memang menjadikannya sebagai lahan bisnis.dengan mendirikan bangunan beratap dan mampu menampung lebih dari 1000-1500 buah sepeda motor didalamnya.

Usaha parkir motor diStasiun Cilebut ini masih berlangsung hingga kini. Bahkan justru terlihat lebih berkembang. Seiring pembenahan stasiun disisi Jalan Raya Bojong Gede tersebut, animo masyarakat menggunakan transportasi kereta meningkat tajam. Alhasil, jumlah orang yang menggunakan stasiun tersebut sebagai tempat naik dan turun mereka ikut meningkat drastis.

Paling tidak ada 15 usaha parkir motor di Stasiun Cilebut, yang tidak resmi dan dijalankan masyarakat. Tempat-tempat tersebut terletak hampir di segala penjuru. Mereka akan menerima siapa saja yang hendak menyimpan motor mereka.

Selain itu, sebuah lahan parkir juga disediakan oleh PT KCJ yang memang disiapkan agar konsep Park & Ride (Parkir dan Berkendara, dengan kereta) bisa dilaksanakan. Ukurannya tidak besar dan hanya memanfaatkan lahan yang dulunya dipakai sebagai sebuah pasar. Inilah yang disebut parkir resmi.

Beda parkir resmi dan tidak resmi

Masing-masing jenis parkir motor di Stasiun Cilebut memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri-sendiri. Bila dibandingkan antara keduanya, maka akan ditemukan hal-hal sebagai berikut :

1. Tarif Parkir Motor di Stasiun Cilebut

Parkir Motor Stasiun Cilebut
Gerbang Parkir Motor Stasiun Cilebut

Parkir Motor di Stasiun Cilebut di lokasi tidak resmi lebih murah. Tarif perhari dan tidak menginap, saat tulisan ini ditulis hanya Rp. 4.000.-/motor dan untuk menginap hanya Rp. 7.500.-. Sementara tarif parkir motor di Stasiun Cilebut versi PT KCJ mengenakan Rp. 2.000.-/jam pertama dan angka bertambah dengan Rp. 1.000.- untuk tiap jam berikutnya. Tarif maksimum adalah Rp. 6.000.-. Kalau menginap, maka tarifnya menjadi Rp. 12.000.-.

Kalau Anda hanya akan pergi selama 3 jam pulang pergi dengan kereta, maka keduanya akan sama. Mengingat bahwa seorang pengguna Commuter Line jarang pergi hanya 3 jam dan biasanya lebih dari itu, maka lahan parkir tidak resmi jauh lebih murah.

2. Sistem Pembayaran

Kalau Anda tidak membawa uang cash dan hanya ada kartu Multi Trip Commuter Line di kantung, maka parkir resmi akan lebih baik. Lokasi ini memang hanya menerima e-money saja.

Anda hanya perlu menempelkan kartu pada tempat yang disediakan di depan gerbang lahan parkir. Keluarnya, Anda hanya perlu menyerahkan kartu pada petugas parkir untuk ditempelkan di mesin register.

Sebaliknya, parkir motor di Stasiun Cilebut versi masyarakat hanya menerima uang cash. Anda tidak bisa menggunakan kartu e-money atau kartu multi trip Anda.

3. Keamanan

Keduanya cukup baik. Parkir tidak resmi menggunakan jasa anak-anak muda di daerah tersebut untuk mengatur posisi motor yang diparkir. Letakkan saja motor Anda di salah satu tempat dan kemudian mereka yang akan mengaturnya. Begitu juga dengan di lahan resmi, ada petugas yang mengaturnya.

Mereka-mereka ini sekaligus bertugas mengawasi kendaraan Anda selama berada disana. Hampir tidak pernah terdengar terjadi kehilangan sepeda motor di kedua tempat.

Hanya tetap Anda harus berhati-hati bila menggunakan helm bagus dan mahal. Kasus hilang atau ditukarnya helm di lokasi tidak resmi lebih sering terjadi dibandingkan parkir motor di Stasiun Cilebut yang dikelola pihak stasiun. Kebanyakan justru dilakukan oleh pengguna motor yang lain. Lebih baik pergunakan helm yang biasa saja.

4. Kepraktisan

Parkir Motor Stasiun Cilebut
Parkir Motor Resmi

Pada jam pulang, lahan resmi lebih menguntungkan karena jumlahnya tidak banyak dan posisi antar sepeda motor tidak terlalu rapat. Akan mudah untuk mengeluarkan tunggangan Anda. Sebaliknya, di parkiran tidak resmi, biasanya jarak tersebut sangat rapat. Tidak jarang badan motor hampir menempel satu dengan yang lainnya. Untuk mengeluarkannya akan dibutuhkan tehnik khusus.

Meskipun demikian, dengan memberikan uang tip bagi para pemuda yang bekerja disana, Anda bisa mendapat perlakuan spesial. Bila setiap hari hal itu Anda lakukan, tidak jarang, sepeda motor Anda sudah akan menunggu kedatangan sang pemilik. Hal itu dikerjakan oleh para pemuda yang Anda beri tip tersebut. Besarnya terserah, tetapi rata-rata Rp. 1.000.- atau Rp. 2.000.-

5. Kehujanan

Nah, parkir motor di Stasiun Cilebut, maksudnya yang dikelola pihak resmi justru memiliki resiko kehujanan. Lahan parkir tidak memiliki atap sama sekali dan bila hujan, maka motor dan helm yang ada disitu akan tersiram air hujan secara langsung.

Parkiran tidak resmi kebanyakan beratap sehingga motor dan helm Anda akan tetap kering.

——–

Yang manapun yang Anda pilih, masing-masing akan memiliki kelebihan dan kekurangan. Hanya bisa saya pastikan, konsep Park & Ride disini jelas lebih efisien dibandingkan kalau Anda mengendarai motor tersebut langsung ke kantor Anda di Jakarta. Capek dan macet.

O ya, kalau Anda memiliki lahan di dekat Stasiun ini atau Bojonggede, tidak ada salahnya bila dipertimbangkan untuk menjadikannya sebagai tempat parkir motor. Salah satu tempat parkir motor di Stasiun Cilebut yang tidak resmi, mampu menampung 1,500-an motor di lahan sekitar 2000-an meter dengan bangunan sederhana.

Bila dihitung secara materi, pemasukan Rp. 6.000.000 sehari adalah sebuah bisnis yang bagus. Apalagi dengan biaya operasi yang tidak terlalu besar.

Silakan Anda pertimbangkan.

6 COMMENTS

  1. Saya jg pengguna setia parkiran non resmi Pak, dan sejauh ini alhamdullilah aman terus…
    Nyumbang saran jg yah buat para pembaca, klo mau parkir di parkiran non resmi lebih baik pake motor yg udah agak butut, karena ada beberapa penjaga parkiran non resmi yg terkadang suka “senggol kanan kiri” buat masukin motor di parkiran yg udah full. Jadi bagi Anda pemilik motor Nin*a, Harl** David**, lebih baik parkir di parkiran resmi…
    Dan jangan coba2 pake kartu e-money buat bayar parkir di parkiran non resmi, bisa2 kita disumpahin sama penjaganya… 😀

    • Saran yang bagus banget… hahaha.. cuma kalau saya punya Harley Davidson, saya nggak akan naik CL, saya langsung pakai saja ke Jakarta.. hahahaha..

      Tetapi benar sekali soal motor butut karena itulah saya setia pada sang Supra Fit.. jadi kalau kegores juga ga masalah

  2. Bisa buat parkir sepeda ga gan? Tentunya dirantai sepedanya

    • Bisa mas.. kalu yang non resmi lebih enak ga perlu dirantai

  3. Muhammad Habibi

    Parkiran resmi berasa mahal banget gan,, nguras dompet banget

    • Iya.. Memang. Makanya saya pake yang non resmi saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.