New Normal, Warga Bogor Berburu Tanaman Hias

Percaya tidak percaya, salah satu kegiatan yang banyak dilakukan warga Bogor setelah masa PSBB diperlonggar, selain mulai berwisata lagi adalah berburu tanaman hias.

Rupanya, gairah di dunia tanaman hias yang dulu pernah surut sudah menggeliat lagi akibat banyak orang meluangkan waktu lebih banyak di rumah saat menjalankan WFH (Work From Home – Bekerja Dari Rumah).

New Normal, Warga Bogor Berburu Tanaman H

Taman rumah yang sebelumnya tidak dilirik karena sibuk di kantor atau di luar, pada masa WFH menjadi salah satu tempat paling menyenangkan untuk menghabiskan waktu luang yang tersedia banyak saat WFH.

Apalagi, meski sudah banyak tempat wisata yang buka, banyak warga Bogor yang masih ragu untuk keluar rumah karena wabah yang belum usai.

Lovely Bogor menyadari tren ini saat melihat statistik data pengunjung blog. Dimana salah satu yang paling populer adalah tulisan berjudul “Membeli Tanaman Hias – Dimana?”

Tulisan lama yang berisi informasi bagi siapapun yang hendak mencari sentra tanaman hias di Kota Hujan.

Biasanya hanya 5-10 pengunjung saja perhari yang membaca tulisan itu, tetapi sejak PSBB di Kota Bogor diperlonggar, angka pembacanya meningkat lebih dari 10 kali lipat. Terkadang dalam sehari bisa mencapai 120 kali dibaca.

Silakan lihat gambaran statistiknya.

Terlihat grafik menanjak sejak akhir Mei 2020 dan masih belum terlihat penurunan. Bahkan, cendrung masih meningkat.

Data pengunjung ini berasal dari hasil mesin pencari Google, yaitu berdasarkan jumlah orang yang mengetikkan kata kunci terkait “membeli tanaman hias di Bogor”.

Hal itu dipertegas juga oleh beberapa hal lain yang terjadi di dunia nyata, seperti

  1. Ibu-ibu di kompleks dimana Lovely Bogor berada, Bukit Cimanggu City beberapa minggu terakhir rajin sekali berburu tanaman hias. Dalam seminggu terkadang bisa 2-3 kali mereka pergi ke tempat pedagang tanaman hias yang ada di Bogor
  2. Hasil kunjungan ke Sentra Tanaman Hias Katulampa, Sabtu yang lalu, beberapa pedagang membenarkan bahwa belakangan semakin banyak orang yang mencari tanaman hias di lapak mereka

Sebuah hal yang tentunya menyenangkan karena membuat geliat perekonomian mulai terasa kembali. Lagipula, semakin banyak orang yang menanam pohon, jenis apapun akan menghadirkan suasana sejuk dan indah dimana-mana.

Menyebalkannya adalah harga beberapa tanaman hias naik drastis dengan cepat. Harga beberapa tanaman hias seperti aglaonema, anthurium, dan philodendron melonjak.

Satu pot aglaonema Legacy, yang dulu sempat menjadi favorit, ukuran kecil dengan 3 daun ukuran 10-13 centimeter saja ditawarkan seharga 150 ribu. Philo eceng ukuran 15-20 centi dihargai 200-300 ribu.

Harga yang hampir menyerupai masa ketika tanaman hias berjaya di Indonesia.

Sampai kapan tren berburu tanaman hias ini akan berlangsung? Entahlah, pandemi belum berakhir. Meski, masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) segera tiba, rasanya dalam beberapa bulan ke depan, tren ini masih akan tetap ada.

Apakah Anda juga sedang merapikan taman di rumah Anda?

Mari Berbagi