Menjadi Tua Itu Pasti Menjadi Dewasa Itu Pilihan
Jalan Abdullah Bin Nuh, 2016

“Menjadi Tua Itu Pasti Menjadi Dewasa Itu Pilihan”. Pepatah lama yang tentunya sudah dihapal di luar kepala oleh orang Indonesia.

Artinya, tidak susah untuk dimengerti.

Menjadi tua memang adalah sebuah kepastian. Setiap manusia akan mengalaminya. Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, usia manusia akan terus bertambah. Tidak akan ada manusia yang angka usianya berkurang.

Ini adalah sebuah kodrat yang akan dilalui setiap orang. Bagaimanapun manusia berusaha menutupinya, dengan operasi plastik atau usaha lainnya, mereka tidak bisa menyetop penuaan yang terjadi pada dirinya. Penampilan mungkin bisa dimanipulasi, tetapi kenyataan dirinya menua akan tetap berjalan.

Itulah makna dari bagian pertama pepatah tersebut. Menjadi Tua Itu Pasti.

Mengapa menjadi dewasa itu pilihan dan bukan sesuatu yang pasti?

Bagaimana kalau kita bayangkan beberapa hal berikut ini :

  • Anda tahu ada peraturan yang melarang melakukan berkendara melawan arus beserta konsekuensinya
  • Anda tahu ada peraturan yang melarang untuk membuang sampah sembarangan
  • Anda tahu bahwa trotoar itu untuk pejalan kaki dan bukan tempat untuk berdagang atau sepeda motor

Nah, mungkin Anda heran mengapa hal-hal seperti di atas yang diajukan untuk mkenunjukkan kedewasaan. Tetapi, jika kita memperhatikan arti dan makna kata dewasa, maka ada salah satu ciri dari orang dewasa.

Orang dewasa adalah orang yang bisa bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambilnya dalam menyelesaikan masalah kehidupannya. Orang dewasa tercermin dari tindak tanduknya yang tidak mementingkan diri sendiri atau egois. Orang dewasa adalah orang yang bisa memilah yang BENAR dan SALAH. Orang dewasa sebagai anggota masyarakat harus berkontribusi positif terhadap lingkungan di sekitarnya.

Silakan kemudian Anda sambungkan dengan beberapa pengetahuan kecil yang sudah disebutkan di atas.

Anda selalu mempunyai pilihan. Apakah mau mementingkan diri sendiri untuk cepat sampai ke tujuan dengan melawan arus atau menempuh jarak lebih jauh tetapi mematuhi aturan.

Anda disediakan pilihan. Menaruh sampah di dalam tas Anda dan kemudian membuangnya di tempat sampah, a

Menjadi Tua Itu Pasti Menjadi Dewasa Itu Pilihan
Jalan Abdullah Bin Nuh, 2016

tau melemparkannya begitu saja dimana Anda berdiri.

Anda bisa mempertimbangkan, apakah mau merampas hak pejalan kaki dengan berkendara di atas trotoar, atau rela bermacet-macet di jalan bersama dengan yang lain.

Disana selalu ada pilihan. Yang mana yang Anda pilih selalu menunjukkan seberapa dewasanya diri Anda sebenarnya.

Ingat. Seorang manusia dewasa akan bisa memilah yang Benar dan Salah. Bisa tidak egois. Bisa berkontribusi kepada masyarakat.

Oleh karena itu menjadi dewasa adalah sebuah pilihan dan bukan kepastian. Tidak selamanya seorang yang sudah berusia lanjut alias tua bisa mengambil pilihan yang menunjukkan kedewasaan.

Kesemrawutan di Bogor menunjukkan bahwa masih banyak warga Bogor yang tidak bisa membedakan atau memilah yang BENAR dan SALAH. Tidak bisa melakukan tindakan yang bertanggung jawab. Mereka gagal menunjukkan dirinya sebagai manusia dewasa.

Melihat hal-hal seperti itu, sepertinya Bogor memang membutuhkan lebih banyak “orang dewasa” yang bisa melakukan tindakan yang bisa dipertanggungjawabkan. Bogor masih terasa penuh dengan orang-orang yang berbadan besar dan berusia “tua” tetapi tidak dewasa.

Bogor seperti mencerminkan kebenaran pepatah “Menjadi Tua Itu Pasti. Menjadi Dewasa Itu Pilihan”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.