Menikmati Kenyamanan Royal Class Bus Damri Bogor - Lampung A

Delapan sampai sembilan jam itu waktu yang lama dan tidak sebentar. Lamanya sama dengan jam kerja setiap hari mulai pagi hingga sore hari. Sudah pasti akan pegal dan capek sekali. Apalagi kalau harus dilalui dalam sebuah ruangan tanpa bisa melakukan apa-apa selain duduk manis saja.

Itulah pertimbangan yang menjadi alasan utama memilih Royal Class Bus Damri Bogor – Lampung untuk berkunjung ke rumah saudara sekaligus berlibur disana.

Perjalanan dari Bogor ke propinsi paling ujung dari pulau Sumatera itu memang memakan waktu 8 hingga 9 jam dengan bus. Jadi, kenyamanan harus menjadi pertimbangan utama, apalagi berangkat bersama dua orang yang saya sayangi, si mantan pacar dan si kribo kecil. Jadi, mau tidak mau kenyamanan adalah sesuatu yang diprioritaskan.

Memang, setelah perjalanan panjang seperti, badan tetap akan lelah dan pegal-pegal. Tidak bisa dihindarkan, tetapi dengan adanya kenyamanan, setidaknya kepegalan dan capeknya badan tidak akan terlalu berat dan bisa menghambat niat mengunjungi berbagai tempat wisata di propinsi yang terkenal dengan pantainya yang cantik itu.

Menikmati Kenyamanan Royal Class Bus Damri Bogor - Lampung B

Rekomendasi untuk menggunakan Royal Class Bus Damri Bogor – Lampung diberikan oleh si yayang dan si kribo. Keduanya pernah menggunakan Executive Class pada saat bermain kesana sekitar 3 tahun yang lalu.

Mereka menyarankan untuk kali ini menggunakan Royal Class saja. Toh, beda tarifnya tidak seberapa jauh.

Tiket Executive Class sebesar Rp 230.000.-/orang dan tiket Royal Class Rp 255.000.-/orang. Hanya selisih 20 ribu rupiah saja per orang.

Sesuatu yang patut dicoba.

Menikmati Kenyamanan Royal Class Bus Damri Bogor - Lampung C

Dan, ternyata memang nyaman sekali.

Dengan komposisi kursi penumpang yang 2-1 (2 di kanan dan 1 di kiri), ruang bagi penumpang sangat lapang. Tidak perlu harus saling bersenggolan dengan penumpang di sebelahnya.

Di setiap kursi disediakan sandaran kaki yang bisa disetel supaya kaki bisa diselonjorkan sepanjang perjalanan. Ruang antar kursi juga lapang sehingga kaki bisa diluruskan secara maksimal.

Kenyamanan penumpang rupanya menjadi perhatian utama di Bus Damri Royal Class ini. Sebuah bantal disediakan bagi mereka yang ingin bersandar atau merebahkan kepala. Ditambah dengan sebuah selimut bagi mereka yang merasa kedinginan karena AC bus, apalagi keberangkatan bus tujuan Lampung dilakukan di malam hari.

Menikmati Kenyamanan Royal Class Bus Damri Bogor - Lampung D

Itu saja? Belum. Masih ada fasilitas lainnya yang memastikan penumpang tetap merasa nyaman melalui jalur lintas Sumatera.

Tersedia fasilitas Wi-fi untuk memastikan penumpang tetap bisa berkomunikasi, chatting, atau sekedar browsing di dunia maya. Wi-fi ini baru bisa dipergunakan saat bus berjalan. Kecepatannya lumayan kencang.

Hal ini diimbangi dengan ketersediaan charger bagi mereka yang ingin mengisi ulang baterai gadget kesayangan.

Tidak lupa juga setiap penumpang akan diberi sebuah kotak atau bungkusan berisi makanan ringan dengan air minum kemasan. Kadang isinya wafer kering, kadang isinya roti. Lumayan untuk mengganjal perut.

Ruang bagasi tersedia di dalam bus, di atas tempat duduk penumpang untuk barang ukuran kecil, dan diberi nomor sesuai tempat duduk. Untuk barang ukurang besar bisa ditaruh di bagasi bus yang ukurannya lumayan luas dan bisa menampung cukup banyak barang (termasuk 8 buah kardus dan tas yang kami letakkan saat perjalanan pulang).

Juga tidak perlu khawatir untuk buang air selama perjalanan. Tersedia sebuah toilet di bagian belakang bus. Ditambah lagi dengan bus Damri jurusan Bogor – Lampung akan berhenti di salah satu rumah makan, biasanya RM Siang Malam di kawasan Kalianda, Lampung. Disana penumpang bisa melemaskan kaki, menggunakan toilet, atau jika merasa lapar.

Semua disediakan demi kenyamanan penumpang.

Satu-satunya hal yang “mungkin” bisa mengganggu kenyamanan dalam perjalanan justru bukan berasal dari pelayanan atau fasilitas dari bus Damrinya sendiri.

Masalah itu bisa hadir pada saat penyeberangan dari pelabuhan Merak ke Bakauheni atau sebaliknya.

Mau tidak mau saat menaiki ferry, para penumpang harus turun dari bus dan menuju tempat penumpang di kapal. Nah, masalahnya, tidak semua kapal penyeberangan memiliki fasilitas yang sama.

Dalam perjalanan yang lalu, pada saat berangkat dari Bogor menuju Lampung, kebetulan kapal penyeberangannya besar dan nyaman. Fasilitasnya bagus dan lapang. Penumpang bisa merasakan kenyamanan yang sama seperti saat berada di atas bus.

Pada saat pulang berbeda bagaikan bumi dan langit. Kapal ferry yang dipergunakan kecil, tua, dan kumuh. Ruang yang disebut ruang executive ber AC saja hanya berukuran 5X5 meter saja dan hanya diisi beberapa kursi yang lusuh dan tidak nyaman. Hampir setiap sudut kapal dan geladak dipenuhi oleh penumpang.

Alhasil, perjalanan terasa sangat tidak menyenangkan dan jauh dari kata nyaman.

Jadi, nasib-nasiban saja. Mengingat supir bus tidak bisa memilih kapal mana yang bisa dipakai, jadi kalau beruntung, ya dapat kapal yang besar dan nyaman. Kalau tidak ya seperti masuk kapal pengangkut kambing dimana penumpang keleleran tidak terurus.

Terlepas dari masalah di saat penyeberangan, Royal Class Bus Damri Bogor Lampung bisa menjadi pilihan yang ingin menggunakan transportasi darat menuju Bandar Lampung itu.

(Tulisan ini bukanlah promosi yang diminta oleh pihak Damri melainkan berasal dari penulis sendiri yang merasakan kenyamanan bertransportasi dengan bus tersebut)

4 COMMENTS

  1. Betul kang.. masalahnya waktu penyeberangan.. belom lagi kalo ferry yg kita tumpangi tertahan pas akan masuk pelabuhan.. sy pernah 5 jam nyeberang bakauheni-merak.

    • Nah.. saya juga ngalamin itu saat pulang.. nasib.. ngantri masuk ke pelabuhan

  2. Jadi betah kalo naik bus kya gitu hehe. Oh iya salam kenal Kang, btw blog lovelybogor ini sering saya kunjungi dan karena kang anton akhirnya saya terinspirasi sampai buat beautifulbalikpapan hehehe.

    • Betah..

      O ya.. saya sudah berkunjung ke Beautiful Balikpapan.. teruskan ya kang.. yang semangat memperkenalkan kota sendiri.. keren juga ternyata.. dan satu lagi ternyata Balikpapan punya angkot.. hahahahaha

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.