Jalan Sudirman adalah sebuah jalan tertua yang ada di kotamadya Bogor. Jalan ini adalah bagian dari De Grote Postweg alias The Great Postway alias Jalan Raya Pos yang dibangun pada masa pemerintahan Daendels (Herman Willem Daendels) tahun 1808. Jalan ini juga bak urat nadi kota Bogor karena merupakan akses utama untuk menuju ke arah pusat kota.

Sejarah

Tentu anda pernah mendengar nama Daendels tersebut. Dia adalah orang yang memerintahkan pembangunan jalan Anyer (Jawa Barat) sampai Panarukan (Jawa Timur) sepanjang kurang lebih 1000 kilometer. Dia terkenal sebagai seorang bertangan besi dan kejam. Di bawahnya jalan ini diselesaikan hanya dalam waktu 1 tahun saja (1808)

Nah jalan Anyer-Panarukan inilah yang dikenal dengan sebutah De Grote Postweg.Sebagian jalan tersebut melewati Bogor menuju Puncak . Jalan Sudirman adalah salah satu bagiannya bersama dengan Jalan Suryakencana dan Jalan Ahmad Yani.

Namanya jalan ini setelah kemerdekaan Indonesia kemudian berganti. Nama yang tersemat hingga kini adalah nama seorang pahlawan nasinal Indonesia yaitu Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Gambaran Singkat

Jalan Sudirman tidaklah panjang. Bila diukur dari ujungnya di Tugu Air Mancur dan ujung lainnya di Gerbang Istana Bogor, maka panjangnya kurang dari 1,500 Meter. Uniknya jalan ini seperti sebuah garis lurus yang menghubungkan dua buah titik. Hal itu bisa terlihat dengan cara berdiri di salah satu ujungnya , bila kebetulan lalu lintas tidak begitu padat, kita bisa melihat ujung lain dari jalan ini.

Jalan ini memiliki dua jalur dan aspalnya mulus. Di kiri kanannya terdapat trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki. Tidak mengherankan karena jalan ini termasuk kawasan Ring 1 Bogor.

Sepanjang jalan Sudirman (dulu) pohon kenari berjejer dari ujung ke ujung. Hanya seiring meningkatnya usia pepohonan tersebut beberapa kali terjadi kecelakaan akibat pohon tumbang. Akibatnya saat ini banyak bagian dari jalan yang terkesan gundul karena pohon kenarinya ditebang demi mencegah terulangnya kecelakaan. Sebagai ganti pohon kenari, pemda Kodya Bogor memilih memasang pohon palem. Bisa dikata jalan ini sebagian bak Beverly Hills sebagian bagaikan Bogor masa lalu.

Apa yang bisa ditemukan di jalan Sudirman?

Jalan Sudirman Bogor
Jalan Sudirman Bogor Dari Arah Air Mancur

Banyak perkantoran pemerintah atau swasta di jalan ini seperti

  • Pusat Pelatihan Zeni TNI-AD
  • Rumah Sakit Salak (warga Bogor mengenalnya juga sebagai DKT / Dinas Kesehatan Tentara)
  • Kantor Corps Polisi Militer
  • Wisma Sudirman
  • Bogor Junction (sebuah pusat perbelanjaan yang salah satu pintunya ada menghadap ke jalan Sudirman)
  • Gereja Bethel Indonesia

Maaf, mungkin saya salah mengerti, yang disebutkan di atas memang bukan lokasi wisata. Pada dasarnya memang tidak terlalu banyak lokasi wisata di sepanjang jalan ini tetapi ada beberapa tempat yang bisa dianggap cukup mengundang pengunjung , yaitu

  • Museum PETA (Museum Pembela Tanah Air)
  • Toko Martabak Air Mancur (yang ada di ujung dekat taman/ tugu Air Mancur
  • Bogor Permai (yang terkenal dengan rotinya)
  • Restoran sahabat
  • Kawasan Air Mancur (untuk penggemar nongkrong di malam hari)

Untuk melihat tempat wisata yang ada di Jalan Sudirman Bogor, simak : Berjalan Kaki Di Jalan Sudirman – Lihat Apa?

Bagaimana menuju Jalan Sudirman?

Dengan asumsi anda tidak memakai kendaraan pribadi, hal tersebut akan tergantung dari arah mana anda berangkat. Kalau dari Warung Jambu anda bisa memakai angkot 07 Merah atau 08 Biru. Kalau dari arah Jagorawi anda bisa memakai 03 Merah dan berhenti di depan Istana Bogor. Beberapa angkot lain yang melewati jalan Sudirman adalah 12 , 16, 22 Merah dan 07 Biru.

Ulasan

Jalan Sudirman Bogor
Jalan Sudirman Dari Arah Istana Bogor

Jalan Sudirman di pagi hari akan dipenuhi orang yang bergegas menuju kantor atau sekolah. Di siang dan sore hari akifitas tidak berarti surut. Di area seberang taman/tugu Air Mancur sekitar pukul 3-4 sore akan terlihat para pedagang kaki lima mulai mendirikan tenda-tenda mereka.

Memang di jalan ini di sore dan malam hari keramaian akan terpusat di kawasan Air Mancur dengan berbagai kulinernya. Kebanyakan berupa kuliner tradisional seperti bandrek, combro dan lain-lain. Sering dijadikan sebagai tempat nongkrong dan kongkow.

Jadi bisa dikata Jalan Sudirman hampir tidak pernah lepas dari kesibukan. Mulai dari dini hari sampai dengan menjelang dini hari aktifitas manusia terus terlihat. Mulai dri Senin sampai Minggu, jalan ini tidak pernah sepi.

Di hari libur pun aktifitas manusia tetap terlihat padat. Pengunjung-pengunjung beberapa tempat yang dikategorikan “wisata” tersebut menjadi sasaran.

Kemacetan juga tidak luput menghinggapinya. Penyebabnya di pagi hari adalah di sekitar pertigaan Air Mancur . Disini adalah titik dimana para pengguna angkot (terutama yang memakai angkot kabupaten-warna biru) berganti kendaraan. Di sisi depan Istana Bogor kendaraan-kendaraan yang menuju jalan tol Jagorawi akan berebut memasuki jalan Jalak Harupat sehingga kemacetan tak terhindarkan.

Lurusnya jalan ini tidak jarang menyebabkan para pengendara memacu kecepatan melebih batas wajar. Ujungnya kecelakaan sering terjadi.

Begitulah sekilas gambaran Jalan Sudirman sebagai akses utama dan urat nadi Kota Bogor.

——-

Cara menuju jalan Sudirman

dari terminal Baranangsiang

Pergunakan angkot no 03 atau 13 Merah dari belakang terminal. Angkot ini akan membawa anda ke depan gerbang Istana Bogor. Jalan Sudirman ujungnya tepat di gerbang ini.

Berhenti di seberang Sekolah Regina Pacis. Anda bisa berpesan kepada supirnya agar berhenti disini.

Lanjutkan dengan berjalan kaki ke arah kanan setelah anda sampai tujuan. Arah ini akan membawa anda ke jalan Pengadilan. Disana biasanya akan banyak angkot yang melewati jalan Sudirman mangkal.

Anda bisa naik angkot no 07 Merah, 07 Biru, 08 Biru atau 12 Merah. Semuanya akan melalui jalan Sudirman.

dari stasiun kereta Bogor

Pergunakan angkot no 12 atau 07 Merah. Keduanya akan melalui jalan Sudirman.

dari arah Cibinong/Citeureup

Pergunakan angkot no 08 Biru. Angkot ini akan melalui sebagian jalan Sudirman dari arah Cibinong sebelum berbelok ke jalan Sawojajar.

dari arah Salabenda/Parung

Pergunakan angkot no 16 Merah. Sama dengan 08 Biru, 16 Merah akan melalui sebagian jalan Sudirman sebelum berbelok ke jalan Sawojajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.