Jalan Pengadilan Bogor
Pemandangan di Jalan Pengadilan Bogor

Jalan Pengadilan Bogor, suasananya tidak seseram namanya.

Kalau membayangkan kata “pengadilan”, mungkin yang terbayang adalah ruang sidang penuh dengan kriminal yang menanti vonis. Kenyataannya, suasana di sepanjang jalan ini adem ayem saja.

Memang ramai, tetapi bukan karena hiruk pikuk persidangan dan orang-orang menanti keputusan hakim. Jalan ini termasuk ramai karena memang menghubungkan jalan utama di Kota Bogor dengan sebuah pusat keramaian, yaitu Pasar Anyar atau Pasar Kebon Kembang.

Deskripsi Jalan Pengadilan Bogor

Jalan Pengadilan Bogor
Ujung Jalan Pengadilan di depan Pasar Anyar

Jalan ini memiliki panjang kurang lebih 700-800 Meter dan membentang dari Barat ke Timur.

Di Timur, ujung jalan ini bertemu dengan jalan utama di Kota Bogor, jalan Sudirman. Di Barat, ujungnya berjumpa dengan Jalan Dewi Sartika dan Pasar Anyar/Kebon Kembang.

Tidak selebar jalan utama tetapi Jalan Pengadilan ini cukup luas. Kira-kira lebarnya 10-12 meter.

Cukup lebar hingga kedua sisinya dijadikan salah satu Kawasan Parkir Tarif Khusus di Bogor.

Sekilas Sejarah Jalan Pengadilan

Agak susah mencoba menelusuri riwayat jalan ini. Kalau berdasarkan beberapa literatur yang dibaca, jalan ini sudah ada sejak tahun 1800-an.

Kalau mengingat Pasar Anyar sendiri, dimana Jalan Pengadilan berujung, diduga pembangunannya berkisar di tahun 1870-1880-an.

(Baca sekilas sejarak Pasar Anyar di Jalan Anyar – Si Tua Penuh Masalah)

Alasannya karena jalan ini seperti membuka jalur ke arah pusat jual beli dari arah Jalan Sudirman, yang dulunya merupakan bagian dari De Grote Post Weg (Jalan Raya Pos).

Mengapa dinamakan Jalan Pengadilan?

Jalan Pengadilan Bogor
Gedung Pengadilan Negeri Bogor sekarang

Sekarang namanya adalah Jalan Pengadilan karena di Pengadilan Negeri Kota Bogor berlokasi di jalan ini.

Ketika pertama kali ada, namanya bukan Jalan Pengadilan.

Ada dua versi yang keduanya sebenarnya masuk akal.

Versi yang pertama :

Berdasarkan sejarah dari Gedung Pengadilan Negeri Bogor yang dulunya merupakan bangunan Dewan Tanah atau Landraad.

Hal tersebut bisa dilihat di website resmi Pengadilan Negeri Bogor (http://pn-bogor.go.id/profil/sejarah) . Bisa juga dilihat bangunan yang sekarang menjadi gedung pengadilan itu.

Dalam website tersebut bisa terlihat sebuah foto bertuliskan Gebouw Landraad, yang bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Gedung Dewan Tanah.

Jadi cukup logis bila jalan ini dahulunya bernama Jalan Landraad atau Landraad Weg

Versi Kedua :

Teori yang ini banyak berkembang di kalangan masyarakat penggemar sejarah Kota Bogor.

Menurut teori ini, Jalan Pengadilan dahulunya bernama Hospitaal Weg atau Jalan Rumah Sakit.

Cukup beralasan karena di ujung sebelah Timurnya, jalan ini akan berada tepat di hadapan Rumah Sakit (RS) Salak.

RS Salak sama halnya dengan Gedung Pengadilan Negeri Bogor merupakan dua buah Cagar Budaya Kota Bogor.

Apa yang bisa ditemukan di Jalan Pengadilan Bogor?

Jalan Pengadilan Bogor
Sekolah Regina Pacis

Yang tentu saja yang paling pertama harus disebutkan adalah Pengadilan Negeri Bogor.

Selain karena fungsinya yang masih terus berjalan, gedung yang sekarang menjadi tempat orang-orang mencari keadilan ini, merupakan salah satu Cagar Budaya Kota Bogor.

Ini adalah landmark dari jalan ini.

Selain itu terdapat beberapa tempat lagi yang cukup menarik dari segi sejarah yaitu

  1. Gedung Telkom Bogor. Letaknya berada di jejeran yang sama dengan Gedung Pengadilan Negeri Bogor. Jaraknya hanya sekitar 20 meter saja.
  2. Sekolah Regina Pacis. Di ujung jalan yang berhadapan dengan RS Salak, tepat di pojok jalan ini, terdapat sebuah kompleks sekolah Regina Pacis. Di dalamnya terdapat sebuah kapel yang juga merupakan cagar budaya.

Beberapa hal lainnya yang bisa ditemukan di sepanjang Jalan Pengadilan adalah

Jalan Pengadilan Bogor
Pusat Jajan Depan Regina Pacis
  • Pusat Jajan Pengadilan. Dulunya merupakan tempat jajan para siswa di Regina Pacis tetapi kemudian berkembang lebih jauh menjadi lokasi para penggemar makan memakan
  • Gedung GKI Pengadilan. Sebuah Gereja yang pertama kali dibangun pada tahun 1970-an

Suasana Jalan Pengadilan sendiri selalu ramai setiap hari dan kemacetan juga seringkali mampir. Apalagi sebagian badan jalan dipergunakan juga sebagai lahan parkir dan tentu ssaja angkot yang biasa ngetem.

Cara Menuju Jalan Pengadilan

Dari Stasiun Commuter Line :

Pergunakan angkot no 07 dan 12 Merah yang bisa ditemukan di depan stasiun atau dengan sedikit berjalan kaki ke arah Taman Topi. Angkot ini akan melalui Jalan Pengadilan dari ujung ke ujung

Jalan Pengadilan BogorDari Terminal Bis Baranangsiang

Pergunakan angkot no 03 Merah. Lalu berhentilah di dekat Gerbang Istana Bogor di Jalan Juanda.

Jangan tepat di depan gerbang karena akan dimarahi penjaganya.

Menyeberanglah ke arah Regina Pacis. Bangunannya akan terlihat ketika Anda turun dari angkot. Lalu ambil arah kanan yang mengarah ke Jalan Sudirman.

Tidak jauh. Kurang lebih 50 Meter saja, maka Anda akan sudah sampai di ujung Jalan Pengadilan. Patokannya RS Salak ada di depannya.

Dari arah Cibinong/Salabenda/Parung/ Bojong Gede

Pergunakan angkot yang menuju ke Pasar Anyar. Angkot no 08 biru, 07 Biru, 16 Merah akan berbelok ke Jalan Sawojajar.

Sebenarnya angkot-angkot ini akan kembali melewati Jalan Pengadilan, tetapi akan memakan waktu karena mereka suka “ngetem” dan kemacetan.

Jadi pilihannya Anda berjalan kaki ke arah Istana Bogor kurang lebih 200-300 meter saja atau melanjutkan dengan angkot 07 Merah dan berhenti di depan RS Salak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.