Rupanya pesan dari pak Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat peresmian Prasasti Dua Abad Kebun Raya bulan Maret 2018 yang lalu benar-benar diperhatikan dan dilaksanakan oleh pengelola Kebun Raya Bogor, dalam hal ini LIP (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Paling tidak begitulah yang terlihat di area Koleksi Bambu.

Banyak sekali perubahan yang telah dilakukan disana. Area yang dulunya gelap karena terlalu rimbun dan agak menyeramkan menjadi terang dan tidak membuat bulu kuduk merinding. Penambahan berbagai fasilitas penunjang seperti taman dan tempat duduk pun mulai diperbaiki. Perbaikan jalan setapak juga dilakukan. Situasinya menjadi nyaman.

Di antara semua itu ada satu hal yang menarik, yaitu kehadiran Gerbang Bambu di Taman Koleksi Bambu itu. Gerbang ini akan ditemukan bagi pengunjung yang masuk ke Taman Koleksi Bambu dari arah Taman Teijsman. Disana akan terlihat sebuah gerbang berbentuk segitiga berdiri memayungi sebagin jalan setapak.

Gerbang ini terbuat dari bambu, entah apakah berasal dari bambu-bambu yang ditebang disana atau membeli dari luar.

Gerbang Bambu Untuk Koleksi Bambu - Kebun Raya Bogor 2

Kompleks Makam Belanda Kuno di Koleksi Bambu Kebun Raya Bogor 2

Sederhana, tetapi bagus dan keren. Sesuai sekali dengan tema yang berada di area dimana berbagai spesies pohon bambu dikumpulkan. Gerbang yang terbuat dari bambunya senada dengan apa yang ingin diperlihatkan disana.

Terlebih lagi, pada gerbang itu tergantung, di setiap ujungnya, lonceng angin yang akan juga terbuat dari bambu. Ketika angin berhembus maka lonceng-lonceng ini akan mengeluarkan suara. (Walaupun kalau malam hari mendengarnya, apalagi disana, akan cukup menghadirkan suasana seram juga sih).

Gerbang Bambu Untuk Koleksi Bambu - Kebun Raya Bogor - Lonceng Angin

Penataan yang bagus dan sesuai dengan “target” yang ingin membuat Kebun Raya Bogor menjadi tempat yang lebih Instagramable. Walaupun saya bukan penggila media sosial itu, tetap saja merasa senang dengan perbaikan dan penataan ulang yang dilakukan di area Koleksi Bambu itu.

Semoga saja hal itu juga dilakukan lagi di area-area lain sehingga Kebun Botani ini menjadi lebih cerah tanpa harus kehilangan ciri khasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.