Sang Penambang Pasir di Sungai Ciliwung A

Kerjanya pasti berat. Bukan hanya harus mengeruk pasir dan batu kerikil dari dasar sungai yang masih terendam air. Belum lagi ia harus melakukannya terkadang sambil berendam dalam air kecoklatan pertanda bukan air yang sehat dan sudah tercemar.

Hasil juga jelas tidak seberapa. Tidak ada peralatan modern, hanya berbekal dua pengki dan satu karung saja. Tidak ada peralatan modern yang dipergunakannya.

Tetapi, mungkin itulah kehidupan yang harus dilakoni seorang penambang pasir di Sungai Ciliwung dekat perumahan Bumi Pertiwi I, Desa Cilebut Timur.

Tidak menyangka bahwa masih ada warga Bogor yang mengais rezeki dengan cara seperti itu di masa sekarang dan di sungai yang sudah begitu tercemarnya.

Entah siapa namanya, meski beberapa kali saling bertukar senyum.

Hanya, kehadirannya, membuat saya bersyukur dengan kehidupan yang saya miliki. Saya berada di sungai itu dengan alasan yang berbeda dan melakukan tugas yang tidak seberapa berat, hanya memegang kamera, mencari momen, dan menekan tombol shutter saja.

Pasti tidak seberat kehidupan yang dialaminya.

2 COMMENTS

  1. Bapak penambang pasir tersebut patut kita apresiasi Pak Anton. Karena ia masih berusaha mencari rezeki yang halal tanpa meminta-minta.
    Akan sangat membantu apabila ada Bpk/Ibu butuh pasir eceran bisa membeli ke Bapak tersebut.

    • Pasti… pasti itu… Siapapun yang berjuang tanpa meminta minta memang harus diappresiasi.

      Saya hanya memandang dari sudut secara pribadi dimana saya harus bersyukur dengan apa yang saya miliki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.