di Bogor masih ada toko buku lo Namanya Gramedia 2

Ngenes banget memang judulnya. Sayangnya, memang itu kenyataannya. Pertumbuhan Kota Bogor telah mengurangi pilihan bagi para penggemar buku dan membaca. Beberapa toko buku yang dulu sempat beroperasi sudah tutup dan digantikan dengan bangunan komersial lainnya. Salah satunya adalah toko buku Keris yang sekarang sudah digantikan dengan Hotel Amaroossa.

Jadilah, terkadang mencari buku itu agak sulit, kecuali buku tulis yang banyak dijual di pasar dan usaha fotokopi. Selebihnya menjadi bahan bacaan berbentuk buku butuh perjuangan.

Masalahnya, hanya ada sedikit yang tersisa dan biasanya berlokasi di mall atau pusat perbelanjaan saja, seperti Toko Buku Gramedia saja. Selebihnya tidak ada lagi toko buku-toko buku kecil yang dulu ada.

Tetapi, masih patut disyukuri bahwa masih ada toko buku di kota ini. Kalau tidak, entahlah apa jadinya.

di Bogor masih ada toko buku lo Namanya Gramedia 5

Toko Buku Gramedia atau Gramedia Book Store ini memiliki dua outlet, setidaknya itu yang sering saya kunjungi, yaitu di Botani Square yang berada di pusat Kota Bogor dan Cibinong City Mall dekat pusat pemerintahan Kabupaten Bogor di Jalan Raya Tegar Beriman.

Koleksi buku keduanya cukup lengkap. Berbagai jenis buku, mulai dari pelajaran, buku agama, hingga komik tersedia. Walau namanya toko buku, tetapi disana ada bagian yang menjual alat musik, olahraga, dan juga “fotografi”.

Buat yang hobi traveling atau berminat menjadi wiraswastawan pun disediakan berbagai jenis buku yang bisa dijadikan rujukan.

Komplit.

Suasananya, ya nyaman ala mall dengan pendingin udara dan penataan yang rapi. Tidak heran banyak anak kecil memperlakukannya seperti perpustakaan dengan membaca komik disana.

di Bogor masih ada toko buku lo Namanya Gramedia 4

Berbeda dengan suasana di Perpustakaan Daerah Kota Bogor yang cenderung sepi, dan membuat kita berpikir minat baca orang Bogor sudah tipis, toko buku ini selalu ramai. Jangan ditanya kalau awal bulan dan akhir pekan. Lumayan penuh.

Rupanya masih cukup banyak warga Bogor yang gemar membaca.

Padahal, untuk pergi kesana butuh perjuangan tersendiri karena harus menembus kemacetan, terutama di hari Sabtu dan Minggu. Belum ditambah kesulitan mencari parkiran karena selalu penuh sesak.

Itulah yang menjadi alasan saya malas pergi ke toko buku ini jika si kribo kecil (yang tidak lagi kecil) meminta. Hanya karena rasa sayang padanya lah, dan paksaan ibunya sajalah, saya sering mau pergi ke sana.

Mau tidak mau. Tidak ada pilihan lain untuk menjaga agar minat membaca tetap tertanam pada si anak semata wayang kami.

22 COMMENTS

  1. Mungkin minat baca buku sedikit berkurang karena semakin melesatnya era teknologi gadget yang sedikit2 tinggal googling. Atau download di playbook. Belum lagi harga bukunya terkadang bikin mikir mending beli kuota ininternet aja. Wah macem2 deh.

    Oh iya! saya tahu ada angkringan plus taman bacaan yang dibentuk oleh komunitas KALAM di Tegal Gundil. Lokasi tepatnya di Jl.H Ahmad Sobana, Bogor Utara (sbrng Salon Rengganis). Disana siapa aja boleh baca kok gratis atau boleh juga nyumbang buku. Mungkin bisa dijadikan alternatif referensi.

    • Yup betul memang persaingan itu ada dan terasa sekali. Kata murah memang kuncinya. Tetapi juga kemalasan karena perpustakaan yang gratis juga sepi.

      Wah info yang menarik mas… saya akan coba kesana, kebetulan sudah lama tidak jalan-jalan berburu cerita..terima kasih yah

      • Sama2 kang.
        Nama tempatnya kedai KALAM
        Saya juga udah lama gak kesana.

        Semoga bermanfaat.
        Sukses terus utk lovelybogor!

        • Sama sama Kang Rahmat… saya coba kang.. makasih banget infonya

  2. Saya sampai saat ini masih sering singgah ke Gramedia setiap berkunjung ke Mall.
    Gramedia merupakan toko buku terlengkap dan terbesar di Indonesia, selain itu gramedia saat ini juga sudah menjual berbagai perlengkapan lain mulai elektronik hingga alat musik.
    Kapan kapan kalau main ke bogor saya mau singgah ke gramedia nya..

    • Boleh-boleh dengan senang hati.. perlu ditemani nggak, siapa tahu saya dibeliin buku gratis

  3. Sama halnya dengan kota saya mas, hanya ada 2 buah toko buku ditempat saya. 2 toko itu juga turunan. Buku yg dijual juga bukan buku buku yang terbaru. Jadi saya rasa lebih baik beli online daripada ke toko buku.

    • Halah rupanya nasibnya sama yah.. sedih jadinya

  4. Di Lamongan tidak ada toko buku yang besar dan lengkap, paling adanya penjual buku yang isinya pelajaran sekolah semua dan toko buku bekas

    • Lha ya lebih parah dari Bogor yah.. hikss.. tambah sedih dengernya

  5. Dipikir2 kadang sedih ya pak, saat ini toko buku sudah semakin berkurang, pasti sebanding dengan berkurangnya minat pembaca. Padahal, dengan adanya toko buku bisa membangun minat baca anak untuk rajin membaca agar sukses. Anak emang harus dididik dari kecil suka ke tempaat baca, daripada seneng ngemall kan gda manfaatnya ya pak. Semoga aja anak jaman sekarang bisa sesukses jaman kita dulu ya pak dengan terus nongkrong di tempat buku yang cukup trkenal, salah satunya adalag gramedia

    • Iyah nelangsa lihat minat baca anak-anak yang semakin menurun. Remaja juga begitu.. hadeuh.. beda banget sama jaman saya dulu, menghemat uang cuma buat beli buku

  6. Dulu sewaktu masih tinggal di kota Bekasi sering banget Mampir dan beli buku di Gramedia,dan target bukunya elektronika.Tapi sejak Pindah rumah gramedia makin jauh jadi minat beli buku jadi berkurang apalagi info yang saya cari bisa dengan mudah saya dapatkan di internet.

    • Iyah.. bisa dimengerti.. cuma nggak semua tersedia lo.. Ada perbedaan antara baca buku dan internet

  7. Gramedia memang udah terkenal ya mas

    hampir setiap kota udah ada toko buku gramedia.kita patut bangga ditengah era digital seperti sekarang ini, masih ada toko buku yg ttp eksis

    • Yup manajemennya memang hebat.. mampu bertahan di derasnya media digital

  8. Jadi tahu deh wajah asli pak Anton.
    Sama sekali tidak menakutkan. Tapi kalau waktu baca artikel di Maniak Menulis, agak gimana gitu.

    Saya sudah lama sekali tidak ke Gramedia.
    Dulu kalo ke Mall, tujuan utamanya ya ke Gramedia.

    • Hahahahaha… kalau di Manian Menulis itu kan karena topiknya dan memang sengaja ditulis dengan gaya yang berbeda. Kalau disini kan tidak bisa pakai gaya itu.

      Saya mah ditarik sama si kribo kecil kalau nggak mau hahahahah

  9. Nerslicious - Nugraha Fauzi

    Kapan ya,saya pernah tuh ke gramed yang di botani square. Nggak sengaja sih, cuman pas aja,pas turundi baranangsiang, langsung inget kebun raya sama botani square. Ya langsung aja caw kesana.

    Dan emang bener, koleksi buku disana komplit banget. Saya nggak beli. Tapi ya seneng aja jalan-jalan ke toko buku. Entahlah….hahaha

    • Wahh.. kapan main ke Bogor lagi Kang..? Ngopi bareng yuk

  10. Mungkinkah ini pertanda bahwa minat baca orang2 sudah berkurang, sehingga banyak toko buku yang gulung tikar dan digantikan oleh bisnis yang lain ? ah mungkin jaman sudah berubah, lagi pula sekarang sudah ada buku2 dalam bentuk digital, meskipun tak senikmat membacanya dari buku langsung..

    • Yah.. bisa dipandang begitu mas.. berkurang minat baca bukunya. Walau buku digital ada, bukan masalah itu karena memang minat baca orang Indonesia termasuk rendah kok.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.