Putaran Depan Bukit Cimanggu City ditutup

Boleh usul? Entah pada siapa seharusnya diajukan karena setidaknya sudah ada beberapa surat pembaca di harian Radar Bogor yang mengusulkan hal yang sama dan sepertinya tidak ada yang mendengar.

Usulnya, bagaimana kalau putaran di depan Bukit Cimanggu City ditutup permanen saja? Kalau saja ada yang membaca tulisan ini dan kenal dengan para petinggi Pemda atau Kepolisian Kota Bogor, mungkin bisa disampaikan.

Masalahnya bukan apa-apa, hanya rasanya keberadaan U-turn atau putaran disitu justru membuat lahirnya ketidakpatuhan pada yang namanya aturan lalu lintas.

Sudah bukan barang baru kalau banyak pemotor yang menuju ke perumahan Bukit Cimanggu City atau perumahan di belakangnya memanfaatkan putaran ini dengan seenaknya.

Putaran ini berjarak hanya 20 meter saja dari gerbang perumahan, tetapi dari arah yang berlawanan. Hasilnya, para pemotor malas sering menggunakannya sebagai jalan pintas dan melawan arus lalu lintas yang ada. Mereka terlalu malas untuk berputar di tempat yang seharusnya karena berjarak lebih jauh, sekitar 500 meter dari sini dan harus agak berputar.

Hasilnya, ya itu, sering sekali kendaraan yang keluar dari perumahan itu terhalang oleh para pemotor sembrono yang melawan arus. Jeleknya lagi, kebanyakan pemotor itu mau menang sendiri dan sering memaksa untuk tetap masuk meski merepotkan pengguna jalan yang lain.

Arus lalu lintas pun menjadi tersendat karena ulah mereka karena jumlahnya terkadang banyak.

Sudah beberapa kali putaran tersebut ditutup dengan penghalang non permanen, tetapi entah siapa yang melakukan, penghalang-penghalang itu bisa disingkirkan. Bahkan ketika penghalang terbuat dari beton pun ternyata bisa dipinggirkan.

Kadang-kadang situasi menjadi rapi ketika ada polisi yang berjaga, tetapi begitu tidak ada, para pemotor malas ini kembali beraksi.

Lebih baik ditutup permanen sehingga tidak ada yang bisa melewatinya. Para pemotor malas ini juga bisa diajar agar lebih tahu tertib berlalu lintas. Lagipula, keberadaannya rawan menimbulkan kecelakaan mengingat kesembronoan para pemotor malas ini.

Cuma ya itu, saya tidak tahu harus usul pada siapa. Jadi, saya tuliskan saja pada blog sendiri, siapa tahu ada petinggi Kota Hujan yang bisa merealisasikanya.

2 COMMENTS

  1. Memang sulit sich Pak Merubahnya,,kalau bukan dari Pihak Yang berwewenang,,,Kenapa tidak langsung datang ke Kantor Tempat Yang Berwewenang Pak ? agar bisa lebih cepat di Proses. Mau saya temanin Pak ,,,hehe.,, 🙂

    • Yah… suseh dah.. Yang berwenangnya sape juga ga jelas.. jadi mo lapor kemana?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.