Belajar dari pemain Liong dan Barongsay

Ada satu hal yang bisa dipelajari banyak orang dari pemain Liong dan Barongsay pada Cap Go Meh Bogor 2017 yang lalu. Sebuah hal yang mungkin sudah dilupakan banyak orang yang lebih suka terkotak-kotak dengan suku, agama, ras, dan golongan.

Pelajaran yang diperlihatkan oleh para pemain liong atau barongsay yang kebanyakan berusia muda ini adalah yang namanya persatuan.

Atraksi Liong dan Barongsay adalah sangat kental berbau budaya Cina. Apalagi diadakan dalam sebuah acara bernama Cap Go Meh, yang tidak bisa tidak akan selalu dikaitkan dengan etnis yang sekarang secara resmi disebut Tionghoa itu.

Tidak heran kalau banyak yang menduga bahwa para pemain atraksi tersebut akan bermata sipit dan berkult kuning. Kenyataannya, tidak demikian.

Tim pemain Liong dan Barongsay pada acara tersebut terdiri dari berbagai banyak warna. Kuning, hitam, coklat berpadu. Bahasa yang dipergunakan tidak beda dengan layaknya para anak muda.

Tidak ada sekat. Tidak ada batasan.

Semua bergabung menjadi satu dan melaksanakan tugas masing-masing. Ada yang bertugas menggerakkan ekor. Ada yang bertanggungjawab menggerakkan kepala. Ada yang harus meliukkan bagian badan.

Masing-masing memiliki fungsi dan tanggung jawab.

Tidak ada yang mempermasalahkan apa agama pemegang kepala. Tidak ada yang pusing mengapa dia yang berkulit kuning harus berada di belakang dan bukan di depan. Tidak ada yang meributkan kenapa harus begini atau begitu.

Semua menjalankan apa yang harus dijalankannya.

Hasilnya? Berupa seekor Liong atau naga yang meliuk-liuk indah atau seekor barongsay yang dengan lincah meloncat kesana-sini.

Hasilnya? Tepuk tangan ribuan penonton yang terpesona dan terhibur karena melihat naga yang gagah dan terlihat perkasa. Atau, seekor barong yang tidak henti bergerak seakan mencari lawan.

Ya. Kegembiraan dan kebahagiaan dari puluhan ribu orang.

Dan, semua itu tercapai ketika batasan yang selama ini kerap dipermasalahkan oleh orang, Suku, agama, ras, dan golongan disisihkan. Tembok yang selama ini telah membuat goncang Indonesia dibuang jauh.

Itulah pelajaran yang diberikan oleh para pemain liong dan barongsay pada acara Bogor CGM Street Fest 2017 yang lalu.

Bukan teknik memainkan liong. Bukan cara menggerakkan barong.

Yang mereka ajarkan, dan ingatkan adalah untuk bersatu bersama dan memberikan kebahagiaan bagi semua orang.

Sesuatu yang seringkali diabaikan banyak orang dewasa ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.