Pernah dengar nama GREENLAND atau Tanah Hijau? Kalau Anda tidak tidur pada saat pelajaran Geografi di bangku SMP atau SMA, pastilah Anda tahu bahwa nama ini merujuk pada nama sebuah pulau terbesar di dunia yang merupakan bagian otonomi dari Kerajaan Denmark. Lokasinya berada di lingkaran Kutub Utara.

Coba kalau tidak percaya buka peta atau setidaknya Wikipedia, si website serba tahu? Pasti akan menemukan kata ini.

Cuma, kalau Anda pergi ke rumah teman di Bukit Cimanggu City (BCC), perumahan di wilayah utara Bogor yang terkenal dengan Marcopolo Water Adventure-nya (kadang orang lebih kenal tempat wisata ini daripada perumahannya), kemudian teman tersebut mengajak pergi ke Greenland, jangan langsung membayangkan udara dingin yah. Tidak perlu berkemas-kemas dan ngepak barang.

Santai saja.

Anda tidak akan ke Kutub Utara, naik pesawat atau traveling jauh. Paling banter naik motor atau ojeg saja. Hanya butuh kurang dari 10 menit saja dari gerbang BCC.

Karena, ada Greenland di BCC.

Lihat saja sendiri.

Greenland residence Bukit Cimanggu City

Iyah. Teman Anda pasti merujuk pada satu kawasan dalam salah satu perumahan terbesar di Kota Bogor ini. Namanya memang Greenland Residence.

Maklum lah, sekarang kan jaman orang suka menggunakan istilah ke-Barat-Barat-an atau ke-Inggris-Inggris-an. Soal kayak gini bukan cuma anak Jaksel yang bisa.

Greenland residense sendiri merupakan perumahan yang kebanyakan bertipe cluster dimana rumah-rumahnya berada dalam lingkungan khusus, alias memiliki pintu gerbang dan pengamanan sendiri.

Namanya sendiri, rasanya bukan mengadopsi nama pulau terbesar itu. Mungkin karena konsep “hijau” yang dipakai dalam pengembangannya. Memang kalau berjalan di sekitar Greenland-nya BCC ini suasana “agak” lebih sejuk karena pepohonannya lumayan rapat, walau kalau di siang hari, ya tetap saja panas.

Mungkin yah.

Tetapi, yang jelas, memang ada Greenland kok di Bogor, yaitu di perumahan Bukit Cimanggu City, Tanah Sareal. Kalau mau kesana, tenang saja, tidak usah rumit. Tukang ojegnya juga tidak bakalan perlu buka peta. Tidak perlu passport juga.

Cukup sebutkan saja mau ke Greenland. Nanti om tukang ojeg pasti akan mengantarkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.