Wayang Landung - Peserta Pawai CGM Bogor Street Festival 2019 Paling Nge-Rock

Nggak bohong, pake banget bahwa di antara peserta pawai CGM Bogor Street Festival 2019, arau yang dikenal warga Bogor sebagai Cap Go Meh Bogor, Wayang Landung itu yang paling “nge-Rock”.

Bukan berarti paling bagus karena semua yang ikut serta dalam pawai budaya itu memiliki ciri khas masing-masing yang tidak kalah bagusnya. Alasan paling “ngerock” karena ada satu sebab, yaitu musiknya.

Berbeda sekali dengan wayang, yang merupakan kesenian warisan leluhur di banyak tempat di Indonesia, dimana alunan musiknya lembut, dan cenderung lemas, Wayang Landung tidak demikian. Alunan musik yang menjadi pengiringnya memainkan nada menghentak musik genre rock.

Juga bukan dengan menggunakan gamelan, kolintang, atau sejenisnya, yang merupakan alat musik tradisional, tetapi memakai seperangkat band modern. Bas, gitar elektrik, drum dan semua yang bisa ditemukan pada band modern dipergunakan oleh musik pengiring wayang ini.

Cool.

Bayangkan saja alunan suara keras musik cadas mengiringi lalu lalangnya berbagai tokoh pewayangan di Jalan Suryakencana.

wayang Landung peserta pawai CGM Bogor Street Festival Paling Ngerock 2

Wayang Landung bukanlah kesenian yang berasal dari Bogor. Peserta pawai ini datang dari Kabupaten Ciamis, tepatnya Panjalu dimana kesenian ini dilahirkan. Tepatnya dari tangan seniman asal kota itu, Pandu Radea.

Kesenian ini lahir di tahun 2003 dan tampil pertama kalinya di Kite Festival (Festival Layang-Layang) di Pangandaran. Sejak itu namanya mencuat karena keunikannya yang memadukan antara unsur modern dan tradisional.

Jenis wayang yang dipergunakan adalah wayang khas Jawa Barat, yaitu wayang golek. Yang membedakan dengan wayang biasa adalah ukurannya yang sangat besar.Bisa ratusan kali ukuran asli wayang golek. Tingginya bisa mencapai 3-4 meter.

Untuk menggerakkannya, karena selama CGM Bogor Street Festival 2019, berbagai tokoh pewayangan yang dikenal di Jawa Barat hilir mudik, setiap wayang akan digerakkan oleh satu orang. Mirip lah dengan ondel-ondel.

Salah satu peserta pawai yang paling menyedot perhatian penonton selama pagelaran Cap Go Meh Bogor itu.

Yang terkadang membuat pusing saya sebagai pemburu foto karena sulit sekali mendapatkan angle foto yang baik dan bersih.

Walaupun, begitu, tetap sangat terhibur dengan rombongan dari Panjalu, Ciamis ini.

Keren. Tradisional tapi “metal

2 COMMENTS

  1. Dari hasil fotonya mas, saya merasakan ini suasananya ramai sekali ya hahaha.. Sampai sulit fokus nangkap gambarnya..

    Saya sendiri jarang mengikutsertakan diri pada festival2 ginian mas, karena ndak tahan rame-ramean hahaha

    • Hahahahahah…Emang begitulah.. saya sendiri puyeng cari posisi yang pas.. hahahaha kadang kepaksa pakai hape,,

      Tadinya ada foto yang ga mau dipasang karena jelek.. cuma karena ga ada foto lain, yang jelek pun terpaksa bertugas.. puyeng dah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.