Vertikultur di dinding SMPN 1 Bogor
Jejeran pot vertikultur di dinding SMPN 1

Vertikultur di SMP Negeri 1 Bogor – Tehnik bercocok tanam secara vertikal atau lazim disebut dengan vertikultur sangatlah cocok bagi lingkungan yang hanya memiliki lahan yang sempit.

Kota Bogor dengan luas terbatas merupakan tempat yang cocok untuk pengembangan tehnik budi daya secara vertikal tersebut. Terlebih dengan niatan pemerintah daerah untuk menjadikan kota hujan ini sebagai kota sejuta taman.

Sebuah target yang tidak mungkin tercapai bila hanya mengandalkan pada pembukaan taman baru. Dengan lahan yang tersedia saja, Bogor sudah kewalahan menampung 1 juta warganya.

Oleh karena itu pemanfaatan tehnik vertikultur untuk memperindah kota mau tidak mau merupakan jalan satu-satunya.

Taman Vertikultur di SMP Negeri 1 Bogor

Vertikultur di SMP Negeri 1 BogorPemanfaatan tehnik pembuatan taman vertikultur sudah mulai diimplementasikan di beberapa tempat di Bogor. Dua fasilitas umum yang terlihat sudah memanfaatkan tehnik bercocok tanam adalah Stasiun Bogor dan Terowongan Penyeberangan Orang depan kampus IPB.

Meskipun demikian ternyata masyarakat sendiri yang sudah gerah dengan semakin panas dan gersangnya Bogor , juga mencoba melakukan hal yang sama. Di beberapa tempat umum terlihat kreatifitas mereka dalam memanfaatkan ide yang sama.

Salah satu tempat yang terlihat mencoba mendukung usaha pemerintah tersebut adalah SMP Negeri 1 Bogor.

Pemandangan jejeran pot menempel di dinding halaman akan membuat mata melirik.

Bukan hanya karena warna dindingnya yang terdiri dari berbagai warna mencolok, tetapi juga jejeran pot berisikan tanaman hias bergantungan.

Uniknya, wadah yang dijadikan pot bukanlah pot sebenarnya. Pot tersebut merupakan sisa botol air mineral bekas yang dipotong setengahnya. Kesemua “pot” tersebut digantungkan dengan tali di sepanjang dinding menuju gerbang masuk sekolah.

Vertikultur ala SMPN 1 Bogor
Pot bekas botol air mineral

Media tanam yang dipergunakan pun bukan merupakan media spesial. Vertikultur ala SMPN 1 Bogor ini memakai sekam padi atau kulit padi.

Tanaman yang dipergunakan pun bukanlah dari kelas yang “mahal” Kesemuanya berasal dari jenis-jenis yang umum ditemukan dalam sebuah taman.

Meskipun demikian dipadukan dengan keceriaan warna warni dinding halaman, taman vertikultur ala SMP Negeri 1 Bogor ini mampu memberikan suasana unik bagi siapapun yang melihat.

——–

Masih banyak orang berpikir bahwa untuk memperindah sesuatu itu mahal. Perlu biaya besar untuk menjadi “cantik”.

Pandangan yang terbukti salah. Taman vertikultur di SMPN 1 ini menunjukkan sebaliknya.

Murah, pemanfaatan bahan sisa yang bisa didaur ulang menepis kebutuhan biaya besar.

Manfaat lainnya adalah berkurangnya sampah dari lingkungan. Botol-botol bekas adalah sampah yang banyak ditemukan di kota Bogor. Penggunaannya sebagai wadah untuk vertikultur mengurangi , meskipun sedikit, sampah.

Yang dibutuhkan hanyalah kemauan dan kreatifitas. Tidaklah sulit membuat taman dengan tehnik menanam secara vertikal ini.

Bisa dibayangkan apabila semua warga Bogor tergerak melakukan yang sama, rasanya target kota sejuta taman bukanah sebuah harapan kosong.

Bravo !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.