Taman teijsman
Taman Teisman di Kebun Raya Bogor

Tugu Teijsman – Bila anda memasuki Kebun Raya Bogor dari pintu sebelah Barat, kemudian berbelok ke arah kanan, maka anda akan menemui sebuah taman yang cukup luas.

Letaknya agak tersembunyi diantara postur raksasa pepohonan Kebun Raya Bogor yang berusia puluhan tahun.

Taman ini ditata layaknya taman biasa dengan hiasan pepohonan yang dibonsai dan terpangkas rapi. Jalan setapak terbuat dari bata merah terdapat di semua sisi.

Tugu Teijsman
Tugu Teujsman di Kebun Raya Bogor

Yang membedakannya dari kesan sebuah taman biasa adalah sebuah tugu. Bangunan berbentuk obelisk setinggi kurang lebih 3 meter ini berada tepat di pusat taman ini.

Posisinya mengesankan seakan tugu tersebut adalah pusat dari apa yang ada di taman ini, Apalagi jalan setapak dari semua sisi dibuat seperti mengarah ke tempat dimana tugu tersebut berdiri.

Memang demikianlah adanya. Tugu tersebut memang inti dari taman ini. Tugu tersebut adalah sebuah tonggak peringatan untuk Johanes Elias Teijsman (baca : Teysman). Nama tamannya pun sama dengan nama monumen tersebut, yaitu Taman Teijsman.

Tugu Teijsman

Tugu Teijsman
Tugu Teijsman dilatarbelakangi pepohonan raksasa

Bila diperhatikan, Kebun Raya Bogor itu seperti sebuah “buku sejarah”. Setiap bagiannya mengandung cerita tentang orang-orang yang pernah berjasa atau berperan terhadap terbentuknya tempat ini.

Begitu juga bagiannya yang disebut Taman Teijsman dengan tugunya.

Taman dan tugu Teijsman ini memang didedikasikan kepada seorang yang berperan besar terhadap kelangsungan dan perkembangan Kebun Raya Bogor. Tugu dan taman ini didirikan oleh Melchior Treub tahun 1884.

Orang tersebut bernama Johanes Elias Teijsman, yang menjabat sebagai direktur Lands Plantentuin, nenek moyang Kebun Raya pertama di Asia Tenggara ini.

Siapa Johannes Elias Teijsman ?

Tentu anda akan bertanya siapa dan apa jasa orang bernama Johannes Elias Teijsman sehingga dibuatkan monumen peringatan baginya.

Jihannes Elias Teijsman adalah seorang ahli botani dan kolektor tanaman kelahiran Arnheim, Belanda tahun 1808.

Tugu Teijsman
Pemandangan di Taman Teijsman

Keterkaitannya dengan Bogor dan Belanda bermula ketika ia menerima penugasan sebagai pengelola kebun dari Gubernur Jenderal Belanda, Van Den Bosch. Ia tiba di Jawa pada tahun 1830.

Pada saat itu, Lands Plantetuin sedang dalam kondisi yang memprihatinkan karena kekurangan dana. Posisi direkturnya pun kosong sepeninggal Blume yang kembali ke Belanda.

Teijsman kemudian ditunjuk oleh Van Den Bosch sebagai direktur Kebun Raya untuk membenahinya setahun kemudian. Posisi tersebut dijabatnya cukup lama hingga tahun 1869.

Selama dipegang olehnya, Lands Plantetuin bukan hanya dibenahi. Tempat ini menjadi berkembang sangat cepat.

Kegigihan Teijsman dalam mengumpulkan berbagai spesies membuat jumlah jenis tanaman yang berada disini berkembang pesat. Ketika Blume kembali ke Belanda, jumlah spesies tanaman yang ada adalah 918, selama ditangani oleh Teijsman, jumlahnya membengkak menjadi 10,000 spesies.

Jasanya bukan hanya bagi kebun kebanggaan masyarakat Bogor. Teijsman melakukan beberapa hal yang hingga saat ini ternyata mempengaruhi kehidupan banyak orang di Indonesia.

Tugu TeijsmanPertama , ialah yang memperkenalkan singkong atau Cassava atau Manihot Esculenta sebagai sumber makanan. Tanaman ini dtemukannya dalam penjelajahannya ke Banten (dulu disebut Bantam).

Kedua , empat indukan kelapa sawit didatangkannya dari Afrika Barat. Indukannya ini kemudian menyebar ke seluruh Indonesia

Ketiga, pada jamannya Kebun Raya Bogor mengambil peran penting dalam pembudidayaan tanaman Cinchona asal Peru. Tanaman ini berperan penting karena merupakan penghasil kina yang kemudian dikenal sebagai obat anti malaria.

Keempat , ia memperkenalkan tehnik penyerbukan buatan untuk tanaman Vanilli.

Kelima, Teijsman memisahkan pengelolaan Kebun Raya Bogor tahun 1868. Sebuah keputusan yang akhirnya membantu pengembangan ilmu pengetahuan karena memudahkan akses untuk para ahli melakukan penelitian.

Tugu Teijsman
Tugu Teijsman

Keenam , Teijsman mendirikan Kebun Raya Cibodas yang awalnya didirikan sebagai tempat penelitian dan pengembangan Kina.

Catatan yang sebenarnya terlalu pendek dengan apa yang telah dilakukannya.

Teijsman menyerahkan jabatannya pada tahun 1869 kepada Christiaan Scheffer. Meskipun telah lepas dari jabatannya kegemarannya mengoleksi tanaman tidak hilang.

Ia tetap berkeliling Hindia Belanda untuk mengumpulkan berbagai jenis tanaman yang ada di kepulauan ini untuk Kebun Raya hingga wafatnya tahun 188.

——–

Sepeninggalnya, Melchior Treub yang menjabat sebagai direktur Kebun Raya Bogor di kala itu, mendirikan tugu atau monumen sebagai penghargaan atas jasa-jasanya. Tugu inilah yang disebut dengan Tugu Teijsman.

Bila anda memiliki kesan bahwa taman ini seperti berpusat pada tugu Teijsman, mungkin tulisan ini dapat menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Pada suatu waktu lalu di masa lalu, seorang bernama Teijsman pernah menjadi “pusat” dari tempat ini selama hampir 40 tahun.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.