#Tidaksempitlagi, kesan itu langsung timbul ketika menjejakkan kaki kembali di kawasan Jalan Suryakencana. Maklum, biar orang Bogor, tetapi karena rumah berada di kawasan Utara, wilayah ini tidak sering dikunjungi. Kecuali, kalau ada tujuan khusus seperti berburu foto saat ada CGM Bogor Street Festival, setiap tahun. Jadi, teramat sangat jarang berkunjung ke kawasan Pecinan Kota Bogor ini.

Terakhir kali disini, saat Festival Cap Go Meh 2018 yang lalu, trotoar Jalan Suryakencana masih berukuran sekitar 1,5 meter saja. Sempit. Apalagi biasanya ada pedagang juga di atasnya. Kalau berjalan harus penuh kesabaran karena salah-salah bersenggolan dengan pedagang atau pejalan kaki yang lain.

Ini salah satu foto yang diambil tahun yang lalu 2018 pada bulan Maret.

#TidakSempit Lagi - Trotoar Jalan Suryakencana 8Cuma, hari ini, Sabtu, suasana itu tidak terasa. Berbeda. Meski cuma di satu sisi, terasa nyaman sekali melangkahkan kaki dengan santai di trotoar sepanjang salah satu jalan tertua di Bogor ini.

Suasananya sudah berubah. Terasa lapang dan terlihat beberapa pelari pagi menyusuri jalur pejalan kaki ini. Sesuatu yang sulit terbayangkan bisa dilakukan sebelum ini.

#TidakSempit Lagi - Trotoar Jalan Suryakencana 9

Rupanya, Pemda Kota Bogor menepati janjinya -“rencananya” . Paling tidak 1/2 dari apa yang tersiar di berbagai media massa di perempat akhir tahun 2018 sudah dilaksanakan. Waktu itu penda merencanakan untuk merevitalisasi jalur pedestrian di Jalan Suryakencana sehingga lebih ramah dan nyaman pejalan kaki.

Baru 1/2, karena niatnya membangun ulang trotoar di kedua sisi jalan, tetapi yang terlaksana, setidaknya sampai hari ini, baru di sisi sebelah kanan (dari arah Lawang Suryakencana). Sisi kirinya belum disentuh perbaikan rupanya dan masih seperti semula.

#TidakSempit Lagi - Trotoar Jalan Suryakencana 10

Penataan rupanya belum selesai 100%, tetapi tetap harus diapresiasi karena hasilnya sudah sangat terasa, bagi pejalan kaki tentunya. Nyaman.

Apalagi di banyak titik, terutama yang bersinggungan dengan jalan lainnya, terdapat tonggak anti pemotor untuk mencegah trotoar di pergunakan tidak semestinya. Harap dimengerti juga karena pemotor nakal bin menyebalkan juga banyak di Bogor.

Trotoar Jalan Suryakencana yang baru ini juga lebih ramah bagi kaum tunanetra karena diperlengkapi dengan guiding block, atau jalur khusus berwarna merah. Tentunya, pesepeda juga tak dilupakan dengan tersedianya jalur khusus bagi mereka yang diberi batas berwarna hijau.

Bagi yang merasa capek karena berjalan dan butuh istirahat sejenak untuk memulihkan tenaga, jangan khawatir juga. Meskipun sederhana, terbuat dari beton/semen, ada bangku yang bisa dipergunakan untuk melonjorkan kaki dan menarik nafas.

#TidakSempit Lagi - Trotoar Jalan Suryakencana 3

#TidakSempit Lagi - Trotoar Jalan Suryakencana 5

Tidak WAH, tetapi fungsional. Apa yang dibutuhkan pejalan kaki untuk mendapatkan trotoar yang layak sudah tersedia disini. Setidaknya, Kota Bogor sudah melangkah lebih jauh lagi menjadi kota yang ramah pejalan kaki.

Meskipun, pastinya, banyak orang yang ngomel dan merasa dirinya dianak tirikan, yaitu pengguna jalan. Dengan pelebaran trotoar ini, jalan untuk kendaraan menyempit. Apalagi, kalau sisi kiri pun kemudian diperlebar. Jalannya akan semakin kecil.

Yah, tidak semua orang akan senang.

Yang pasti sih, saya senang karena bisa berlalu lalang tanpa harus takut menyenggol barang dagangan atau menabrak pejalan kaki lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.