Banyak orang berkata, kalau mau membeli tanaman hias berkualitas, sebaiknya langsung saja ke nursery. Biasanya, tanaman yang dijual disana lebih terurus dan bagus dibandingkan yang dijual di lapak penjual tanaman hias biasa.

Tetapi, rasanya saya berbeda pendapat dalam hal ini. Sudah sejak lama, bahkan sejak orangtua masih ada, Jalan Dadali akan selalu menjadi tempat pertama yang saya datangi kalau sedang butuh tanaman hias.

Kunjungan terakhir ke salah satu lapak disana, memperlihatkan bahwa pandangan bahwa nursery lebih baik belum tentu benar.

Kali ini, kios penjual tanaman itu bernama Saung Anggrek Nina Dewi yang berlokasi di ujung jalan Dadali mengarah ke Warung Jambu, tepat setelah belokan.

Tidak Perlu Ke Nursery, Belanja Tanaman Hias Di Saung Anggrek Nina Dewi Saja 2

Bukan lapak langganan karena saya tidak punya kios langganan. Rumah yang ukurannya kecil hanya punya taman secuil dan tidak membutuhkan banyak tanaman. Jadi, bisa dikata tidak ada penjual yang rutin saya beli dagangannya.

Sesekali saja hal itu dilakukan, kalau tanaman di rumah sudah mati karena tidak terurus.

Baru pertama kali, saya berkunjung ke saung yang satu ini.

Dan, itulah yang membuat rasa kagum timbul.

Tidak Perlu Ke Nursery, Belanja Tanaman Hias Di Saung Anggrek Nina Dewi Saja 3

Bukan cuma menjual anggrek saja

Namanya memang Saung Anggrek, tetapi sebenarnya agak “menyesatkan” juga. Yang terbayang melihat nama seperti itu lapak ini berspesialisasi pada anggrek saja.

Padahal, sebenarnya tidak begitu.

Berbagai tanaman ada disana, mulai dari Aglaonema, Sansiviera, Bonsai, sampai berbagai tanaman sukulen seperti kaktus. Bahkan, tanaman yang susah diurus, seperti Poinsettia atau Kastuba pun ada.

Tentunya, anggrek pun ada.

Saung ini juga menjual berbagai jenis pot dari plastik sampai keramik.

Kualitas tanaman bagus

Meskipun bukan penggemar tanaman hias yang telaten, dan kebanyakan tanaman kalau dipegang saya tidak bertahan lama, pengalaman menjadi pecintanya mengajarkan banyak tentang bagaimana tanaman yang bagus.

Dan, itulah yang saya lihat di Saung Anggrek Nina Dewi ini.

Aglaonemanya roset (daun mengarah rata ke semua sisi) dan berbatang pendek (tanda cukup matahari). Anggreknya berbunga dengan subur yang membuat mata susah lepas darinya.

Kaktusnya, meski mungil, tidak kalah menariknya untuk dilihat dan langsung saja terbayang untuk memajangnya di meja kantor. Cuma, tidak jadi karena ingat membawanya susah dan membuat meja tambah sempit.

Yang jelas, semua tanaman terlihat sangat terawat dan bikin sedap mata memandang. Kualitas yang bisa dikata sangat baik dan kemungkinan tanaman bertahan hidup sangat besar.

Harga

Ada rupa ada harga.

Harga di kios yang satu ini memang agak di atas rata-rata. Hanya, kalau dibandingkan dengan kualitas yang ditawarkan, rasanya sih masih murah.

Pengalaman sendiri mengatakan di banyak toko tanaman hias atau nursery, harganya pasti lebih tinggi lagi.

Rentang harga tanamannya sangat bervariasi tergantung jenis tanaman. Ada yang hanya 20-30 ribu per pot seperti kastuba (yang kami beli) sampai 600 ribu untuk sepot aglaonema kochin berwarna merah menyala.

Jadi, kalau ada yang bilang lebih baik ke nursery kalau mencari tanaman hias, saya akan bilang, “Nggak mau”.

Jalan Dadali penuh dengan banyak lapak penjual tanaman hias yang berkualitas. Hal itu ditunjukkan oleh Saung Anggrek Nina Dewi ini.

Coba saja sendiri kalau tidak percaya. Tapi, pastikan bawa uang yang banyak dan kendaraan yang besar karena terus terang jika Anda penggemar tanaman hias, pasti ngiler melihat tanaman yang ada disana.

Itulah yang saya rasakan. Kalau tidak ingat bahwa si Kribo Cilik butuh dana buat kuliah, rasanya ingin memboyong beberapa pot aglaonema, tanaman hias yang dulu pernah menjadi kesayangan kami.

(Tulisan bukan bersifat promosi yang dipesan pedagangnya, karena bahkan mereka tidak tahu kalau tim Lovely Bogor yang datang. Lagi juga, siapa sih yang kenal Lovely Bogor? Ge-Er yah?)

2 COMMENTS

  1. Kalau lihat bungi seperti ini, saya jadi ingat salah satu kota di Manado/Sulawesi Utara yang juga banyak terdapat bunga seperti ini tepatnya di kota Tomohon.

    • O ya? Pingin rasanya suatu hari bisa berjalan-jalan kesana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.