Home Sosial Budaya Tiang Anti Pemotor Di Jl. Suryakencana Ini Nama Resminya Bollard

Tiang Anti Pemotor Di Jl. Suryakencana Ini Nama Resminya Bollard

192
0
Tiang Anti Pemotor Jalan Suryakencana Ini Namanya Bollard
Bollard di Jalan Suryakencana

Ada satu sosok baru di jalan Suryakencana, di sisi sebelah kanan yang sudah direvitalisasi. Bentuknya berupa tonggak atau tiang pendek (sekitar satu meter) dan berjejer cukup rapat, sekitar 1/2 meter satu dengan yang lain. Ada 6 tiang yang berjejer selebar trotoar yang baru.

Tujuannya, hampir pasti dimaksudkan untuk mencegah pengendara motor masuk dan berkendara di atas trotoar, seperti yang umum terjadi di banyak kota besar di Indonesia. Keganasan para pengendara motor kerap memakan hak pejalan kaki. Dan, tiang anti pemotor seperti ini banyak dipergunakan di berbagai kota, seperti Jakarta, Semarang dan banyak kota lainnya.

Tonggak Anti Pemotor/Bollard di Jalan Wahid Hasyim Jakarta
Bollard - Tiang Anti Pemotor di Trotoar Semarang
Bollard / Tiang Anti Pemotor di Jalan Imam Bonjol, Semarang

Jadi, tidak perlu minder masalah pemotor yang tidak kenal aturan. Banyak kota lain di Indonesia yang mengalami nasib serupa, pemotornya sulit dikendalikan dan mau seenaknya sendiri.

Nah, dulu tiang pendek di atas trotoar seperti ini, saya sebut sebagai tonggak anti pemotor atau tiang. Cuma, sebenarnya itu bukan nama resminya.

Nama formalnya adalah BOLLARD.

Istilah ini sudah dikenal sejak abad ke-19 yang merujuk pada “tiang” yang dipergunakan untuk melindungi sesuatu dari hantaman kendaraan (baik sengaja atau tidak). Biasanya terbuat dari bahan yang padat, seperti besi atau beton.

Tujuannya tentu saja agar tidak ada yang terluka ketika sebuah kendaraan mengalami rem blong atau tidak terkendali. Kendaraan itu akan menghantam bollard ini dan tidak langsung menghantam manusia.

Bollard juga digunakan untuk mengontrol arus lalu lintas kalau dirasakan perlu karena siapapun tidak akan ingin menghantam beton atau besi.

Dan, di Bogor, tugas utamanya adalah melindungi trotoar dari penjajahan oleh para pemotor nakal tak kenal aturan. Kerapatan tiang-tiang di banyak bagian trotoar di Jalan Suryakencana akan menyulitkan pemotor untuk naik dan masuk ke trotoar, wilayahnya pejalan kaki.

Nah, rasanya mulai sekarang saya akan berhenti menyebutnya dengan tiang anti pemotor. Saya akan menyebutnya dengan bollard.

Bagaimana dengan Anda? Mau ikutan yang mana? Tiang anti pemotor atau bollard? Ah, tidak penting yang penting itu pemotor tidak naik ke trotoar.

Iya kan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.