Tempat sampah organik dan non organik
Tempat sampah organik dan non organik

 

Penampakan tempat sampah organik dan non organik di kota Bogor semakin menyebar di seluruh kota. Di berbagai jalan protokol maupun jalan arteri sudah mulai umum ditemukan dua tempat sampah kembar bertuliskan “Organik” dan “Non organik”.

Ada yang berbahan baku kaleng seperti yang terdapat di jalan Juanda tetapi tidak jarang juga yang terbuat dari plastik keras. Warnanya juga bervariasi, mulai dari tanpa warna hingga kuning , orange dan hijau.

Terus terang, kehadiran mereka di berbagai tempat di pelosok Bogor menyenangkan. Kota ini sudah berubah ke arah yang lebih baik. Kehadiran tempat sampah organik dan non organik ini menunjukkan semakin sadarnya pemerintah dalam pengelolaan sampah. Adanya tempat-tempat sampah terpisah ini juga diharapkan akan membiasakan masyarakat untuk memilah jenis sampah sebelum memasukkan ke dalamnya.

Sampah di Bogor

Usaha yang bagus !

Meskipun demikian, ternyata setelah melihat beberapa kali bagaimana isi dari tong sampah tersebut diangkut oleh truk pengumpul sampah, rasanya masih panjang jalan yang harus ditempuh.

Yah, kenyataannya sampah dari tong sampah terpisah tersebut akhirnya kembali menjadi satu di atas truk sampah. Tidak dilakukan pemisahan. Semua ditumpuk dan dijejalkan dalam truk yang sama. Bak mempraktekkan pepatah “asam di gunung garam di laut, akhirnya ke belanga juga”. Meskipun sudah dipisah, akhirnya sampah organik dan non organik bersatu kembali di atas truk.

Kalau dipikir-pikir lagi, memang saat ini Bogor kan belum memiliki Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu yang bisa mengolah dan mendaur ulang semua sampah. Baru di bulan Mei terdengar rencana akan didirikan 14 TPST yang akan berkonsep 3R (Reuse, Recycle, Reduce).

Jadi tempat sampah organik dan non organik sia-sia dong ?

Tidak ada yang sia-sia. Keberadaan tempat-tempat sampah ini seperti disebutkan diatas memang mempercantik lingkungan. Selain itu juga membiasakan warga Bogor untuk memilah-milah sampah sebelum diceploskan ke dalam tong sampah tersebut.

Sambil menunggu pusat pengolahan sampah selesai, warga Bogor akan dibiasakan memanfaatkan tempat sampah organik dan non organik tersebut secara baik dan benar. Tujuannya ketika pusat pengolahannya tersedia, mereka sudah akan dimudahkan dengan pemisahan yang sudah dilakukan.

Mudah-mudahan harapan tersebut tidak sia-sia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.