Tempat Pemakaman Umum Blender

Ada satu tempat di kota Bogor yang bahkan keramaiannya akan mengalahkan pasar pada beberapa hari tertentu setiap tahun. Biasanya pada saat menjelang bulan suci Ramadhan maka tempat ini akan dibanjiri pengunjung. Namanya Tempat Pemakaman Umum Blender.

Memang sudah menjadi tradisi di negeri ini, kaum muslimin akan menyempatkan diri berziarah ke makam keluarga mereka yang telah mendahului kembali ke pangkuan-Nya. Di kota Bogor, Tempat Pemakaman Umum Blender yang merupakan salah satu pemakaman umum yang ada. Tempat ini dikelola oleh pemerintah daerah kota Bogor.

Lokasinya bisa dikata berada di tengah kota karena hanya berjarak kurang dari 5 kilometer saja dari Istana Bogor atau Kebun Raya Bogor. Berada di tengah kawasan padat penduduk Kebon Pedes, Cimanggu dan Pondok Rumput.

Tempat Pemakaman Umum Blender sendiri sudahlah sangat padat. Lahannya yang tidak seberapa dan sebagian bahkan sudah dipergunakan untuk pemukiman, membuat sisa lahan yang tersedia bisa dikata hampir tidak ada.

 

Tempat Pemakaman Umum Blender

 

Di awal bulan Ramadhan 1436 Hijriyah inipun, kembali tempat ini menjadi pusat keramaian. Berbondong-bondong peziarah datang kesini untuk berziarah dan membersihkan makam sanak saudara yang telah tiada.

Suasananya bisa dikata sangat ramai. Selain oleh peziarah, juga bermunculan kios-kios kecil. Kebanyakan mereka menjual bunga rampai atau bunga tabur yang biasa dipergunakan oleh peziarah. Juga terdapat air “doa” botolan.

Suasananya mirip dengan suasana pasar di berbagai sudutnya.

Bahkan di Hari Raya Idul Fitri, kepadatan di tempat ini akan mencapai puncaknya. Ribuan orang akan memenuhi setiap meter tempat yang ada. Dtambah dengan area parkir yang sangat terbatas, maka kendaraan akan parkir di sembarang tempat yang menyebabkan arus kendaraan terhambat. Suasananya akan melebih suasana Pasar Anyar.

Padahal dulu Tempat Pemakaman Umum Blender di tahun 1980-an merupakan suatu area yang gelap dan “menakutkan” karena banyak sekali rumpun bambu bertebaran di seluruh bagian. Jarang sekali orang mau berlalu lalang melewati tempat ini. Termasuk saya, yang ketika itu masih anak SD, biasanya agak gemeteran kalau meleati tempat ini.

Hanya sepertinya tempat ini sudah tidak lagi menyeramkan seperti sebelumnya. Selain banyak rumah penduduk mengapit, pembangunan berbagai jalan tembus ke seluruh arah membuat tempat ini menjadi akses alternatif dan ramai. Penerangannya pun sudah lebih banyak dengan lampu di berbagai sudut.

Penampakan di Tempat Pemakaman Umum Blender

Tempat Pemakaman Umum Blender

Tidak lagi menyeramkannya pemakaman ini bisa dilihat dari sering munculnya “penampakan” di sekitar lokasi. Nah lho, penampakan apa yang tidak seram?

Memang tidak menyeramkan walau kalau tidak terbiasa lewat disini, akan tetap membuat hati dag dig dug dan kaget. Biasanya di beberapa sudut TPU Blender, di waktu malam hari terutama malam libur, tidak jarang pengendara akan melihat satu dua kepala berambut panjang dan pendek menyembul dari beberapa sudut.

Tentu bila dalam keadaan remang-remang, rasanya hati pengendara akan berdetak kencang membayangkan yang bukan-bukan. Jangan langsung menekan pedal gas anda, hal itu malah berbahaya untuk anda lakukan.

Lebih baik perhatikan sekeliling dulu. Biasanya tidak jauh dari tempat “penampakan” tersebut terlihat kadang akan ditemukan satu dua sepeda motor terparkir. Kendaraan-kendaraan tersebut biasanya bisa diduga sebagai alat yang mengantarkan “penampakan” tersebut.

O ya? Ya, karena Tempat Pemakaman Umum Blender sering dijadikan ajang sebagai tempat berbincang aau kencan pasangan muda-mudi. Mereka biasanya memilih tempat-tempat yang tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap. Merekalah yang menyebabkan terjadinya penampakan di sekitar lokasi ini. Jadi tidak perlu terlalu panik kalau melihat ada “penampakan”, ya.

Cara menuju ke Tempat Pemakaman Umum Blender

Saya sarankan kalau di Hari Raya, lebih baik menggunakan kendaraan umum saja. Sangat menyulitkan bila anda membawa kendaraan sendiri karena besar kemungkinan anda akan terjebak di area tersebut. Mundur tidak bisa, maju juga tidak bisa.

Saya akan jelaskan cara menuju tempat ini dari dua pintu masuk Bogor saja.

1. dari Stasiun Bogor

Pergunakan angkot no 07 atau 12 Merah yang biasa melintas di depan stasiun. Turunlah di Taman Air Mancur.

Lanjutkan dengan angkot no 16 Merah. Setelah pintu Perlintasan Kereta Api, anda turun tepat di Jalan Blender. Nah, setelah itu lanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 100-150 meter.

2. dari Terminal Baranangsiang

Anda bisa pergunakan Bis Pusaka dari terminal. Turun setelah melewati Underpass di jalan Soleh Iskandar. Jangan terlalu jauh dari mulut Underpass karena anda harus berjalan setelah itu.

Lalu berjalan kembali ke arah rel kereta, maka anda akan menemukan Jalan Kebon Pedes. Silakan naik angkot no 07 biru atau 16 Merah yang mengarah ke arah Air Mancur dan berhenti sebelum pintu perlintasan kereta.

Semoga bermanfaat.

 

2 COMMENTS

  1. Sadis memang.. cuma dibogor orang kalo udah meninggal di blender kalo ngga di dreded

    • Hahahaha… yah mau bagaimana lagi kang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.