Taman Vertikal di Jembatan Merah
Taman Vertikal Di Perintis Kemerdekaan

Tentu saja senang. Bahkan, sangat senang melihat sebuah taman vertikal di Jembatan Merah, Bogor.

Meskipun kecil, tetapi menunjukkan kesungguhan Pemda Kota Bogor menjadikan kota ini sebagai Kota Sejuta Taman.

Jelas sangat mendukung usaha ke arah itu.

Taman Vertikal Di Jembatan Merah

Taman Vertikal di Jembatan Merah Bogor
Bentuk Taman Vertikal Di Jembatan Merah

Bentuknya agak berbeda dengan dua taman hasil vertikultur lainnya yang ada di Jalan Kapten Muslihat dan Jalan Pajajaran depan Kampus IPB.

Untuk jelasnya lihat tulisan sebelumnya : Taman Gantung – Sebuah Kesia-siaan?

Kali ini taman kecil tersebut berupa pot-pot yang diletakkan pada kerangka besi berbentuk segitiga. Kerangka tersebut ditopang oleh sebuah tabung besi.

Letaknya cukup strategis di pertigaan Jalan Perintis Kemerdekaan dengan Jalan Veteran, Bogor.

Kalau dari segi enak dipandang, enak sekali. Indah sekali melihat yang hijau-hijau di tengah lalu lalangnya kendaraan.

Taman Vertikal Di Jembatan Merah
Tanaman di Taman Vertikal Jembatan Merah

Yang sedikit membuat saya bingung dan mengernyitkan dahi adalah jenis tanaman yang ditanam dalam pot-pot tersebut.

Mengapa Pakis? Mengapa tidak mencari yang lebih tahan panas?

Pakis adalah jenis tanaman yang tumbuh subur di keteduhan naungan pohon besar. Pakis hampir seperti epifit yang hanya membutuhkan sedikit sinar matahari untuk tumbuh.

Bisa dikata kalau terlalu banyak matahari dan panas, tanaman ini cenderung tidak bisa tumbuh dengan baik. Besar kemungkinan malah mati.

Padahal, Taman Vertikal di Pertigaan Jembatan Merah itu berada di area yang tanpa ada penutup sama sekali. Tidak ada pohon besar yang menaungi.

Sinar matahari dan panas menyengat akan langsung mengenai tanaman-tanaman dalam pot itu.

Taman Vertikal di Jembatan Merah
Suasana di Pertigaan Jembatan Merah

Mungkin pengerjaan taman vertikal ini diserahkan pada pihak ke-3 yang tidak mengerti mengenai tanaman. Mungkin juga, saya yang salah, walau saya meragukan itu mengingat saya seorang penggemar tanaman hias.

Mungkin, untuk sementara saya hanya harus menilai mengenai niat baik dan semangat menjadikan Bogor Kota Sejuta Taman.

Rasanya itu cara memandang yang paling tepat untuk saat ini.

Nikmati dan syukuri saja dahulu.

2 COMMENTS

  1. Wah pak Anton walaupun saya warga kab Bogor. Tapi saya sering ke kota Bogor. Saya merasa nyaman aja kalau sudah di Bogor. Serasa rumah kedua. Dan postingan Anda menambah pengetahuan saya tentang seluk beluk kota Bogor.

    • Kabupaten atau Kota , tetap saja Bogor Kang. Sama dong dengan yang saya rasakan, mau di Kabupaten atau Kota, tetap saja saya merasa di Bogor 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.