Taman Makam Pahlawan Dreded
Dinding Peringatan di Taman Makam Pahlawan Dreded

Kami cuma tulang-tulang berserakan 
Tapi adalah kepunyaanmu 
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan 

…..

Kenang, kenanglah pengorbanan kami…

(“Karawang Bekasi”, Chairil Anwar)

Bait ke-empat dari puisi karya penyair terkenal Indonesia, Chairil Anwar, terpampang pada sebuah dinding peringatan yang berada di dalam Taman Makam Pahlawan Dreded Bogor. Patung seekor garuda terlihat gagah bertengger di atasnya.

Sebuah puisi yang seharusnya mengingatkan kita di masa kini tentang sesuatu. Sesuatu itu bernama kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.

Mereka yang terbaring kaku dan kemungkinan besar sesuai dengan puisinya, tinggal tulang belulang ini, adalah mereka yang telah mengorbankan jiwa raga mereka demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Itulah fungsi keberadaan sebuah taman makam pahlawan.

Sebuah pepatah mengatakan “Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Pahlawannya”.

Pertanyaannya, apakah kita sudah melakukannya?

Taman Makam Pahlawan Dreded

Taman Makam Pahlawan DrededTaman Makam Pahlawan Dreded adalah sebuah pemakaman yang berada di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Letaknya berada di Jalan Pahlawan.

Pemberian nama jalan pun sebenarnya berkaitan dengan keberadaan Taman Makam Pahlawan Dreded sendiri. Di antara mereka yang beristirahat disini kebanyakan adalah mereka-mereka yang dulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di wilayah Bogor.

Selain itu juga terdapat nama-nama mereka yang gugur ketika menjalankan tugas negara dari berbagai dinas ketentaraan dan kepolisian yang ada di Indonesia.

Taman Makam Pahlawan Dreded berdiri di atas sebuah lahan yang cukup luas. Bagian di dekat pintu masuk merupakan sebuah tanah lapang yang hanya ditumbuhi beberapa pohon palem. Lokasi ini sering dipergunakan sebagai tempat upacara peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember.

Di balik dinding peringatan , barulah terlihat jejeran nisan dan nama-nama mereka-mereka yang gugur dalam melaksanakan tugas.

Nama Dreded sendiri sebenarnya berkaitan sendiri dengan masa perjuangan Indonesia.

Dreded atau dereded adalah tiruan bunyi dari letusan senapan mesin atau sten gun dalam bahasa Sunda. Suara berondongan peluru kerap terdengar ketika tentara NICA/Belanda menghukum mati mereka yang dianggap ekstrimis atau pejuang. Bunyi letusan yang keluar dari moncong senjata para NICA itulah yang menjadi nama tempat ini.

Apakah makna Taman Makam Pahlawan Dreded?

Taman Makam Pahlawan DrededSeharusnya, ya seharusnya. Tempat ini akan selalu mengingatkan kita bahwa apa yang kita nikmati dan rasakan sekarang tidak dibayar murah. Jutaan nyawa, darah dan harta manusia-manusia pendahulu kita tertumpah dan dikorbankan demi apa yang kita rasakan sekarang.

Hanya, dan hanya. Tanpa berniat untuk berburuk sangka. Mari kita tanyakan diri kita sendiri.

Tahukah Anda beberapa nama pahlawan Indonesia, dari wilayah Bogor dan sekitarnya yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Dreded ini?

Silakan coba tebak !

Kalau kurang tahu, Anda bisa minta bantuan kepada warga Bogor yang sering datang ke depan Taman Makam Pahlawan Dreded untuk sarapan atau membeli nangka Bogor.

Baiklah! Paling tidak ada empat nama yang sebenarnya sudah sering Anda dengar. Mungkin Anda hanya tidak menyadarinya.

Pernah mendengar nama Kapten Tubagus Muslihat? Sudah pasti Anda mengenal Taman Topi atau Plaza Kapten Muslihat. Ya, beliau gugur ketika menyerang Pos Polisi Militer Belanda di Jalan Banten, jalan dimana namanya diabadikan sekarang.

Nama kedua yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Dreded juga tidak mungkin tidak pernah Anda dengar. Pernah mendengar Jalan Mayor Oking Djaja Amadja, sebuah jalan di depan pintu keluar Stasiun Bogor.

Nama tersebut diambil dari nama seorang pejuang Kemerdekaan RI yang pernah memadamkan pemberontakan PKI di Madiun.  Beliau kehilangan sebuah tangannya karena tertembak dalam usaha penumpasan PKI tersebut.

Taman Makam Pahlawan DrededMayor Oking dengan sebuah tangannya yang tersisa masih kemudian melakukan tugasnya untuk menumpas Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat.

Dari wilayah sekitarnya, tentu Anda sudah mendengar nama Tole Iskandar dan Margonda. Warga Depok pasti tahu nama-nama tersebut. Hanya, sama seperti Anda, tahukah bahwa mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Dreded?

Maafkan bila saya bertanya. Hanya saja, bagaimana bisa kita menghargai jasa para pahlawan ketika kita sendiri cenderung untuk melupakan mereka? Bahkan tidak menganggap penting dimana mereka berada sekarang?

Chairil Anwar adalah seorang pujangga yang sangat mawas dan ia seperti bisa memprediksi tentang kemungkinan terlupakannya mereka yang terbaring di Taman Makam Pahlawan Dreded (dan tentu saja TMP lainnya di Indonesia)

Oleh karena itu dalam puisinya tersebut , bait terakhirnya berkata

Kenang, kenanglah kami 
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu 
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

——

Cara menuju Taman Makam Pahlawan Dreded

Untuk menuju Taman Makam Pahlawan Dreded sebenarnya sama dengan kalau Anda menuju ke Prasasti Batu Tulis.

Baca : Prasasti Batu Tulis – Jejak Pajajaran

Hanya untuk mempersingkatnya, maka panduan ke tempat ini adalah sebagai berikut

Dari Stasiun Bogor :

Berjalanlah sedikit ke arah Taman Topi/Plaza Kapten Muslihat untuk menemukan angkot no 02 Merah.

Angkot ini akan melewati beberapa jalan diantaranya adalah Jalan Sukasari, Jalan Siliwangi, Jalan Batu Tulis dan Jalan Pahlawan.

Setelah Istana Batu Tulis/Prasasti Batu Tulis, angkot akan memasuki Jalan Pahlawan dan tidak jauh dari ujung jalan ini, Anda akan bisa menemukan Taman Makam Pahlawan Dreded di sebelah kiri Anda

Dari Terminal Baranangsiang :

Pergunakan angkot no 01-A dari belakang terminal atau dari seberang terminal. Berhentilah di depan Ekalokasari Plaza. Menyeberanglah ke arah Tan Ek Tjoan dan lanjutkan dengan berjalan sedikit ke arah Jalan Siliwangi. Anda akan menemukan Jalan Lawang Gintung.

Dari sini naiklah angkot no 02 Merah yang akan melewati Jalan Pahlawan dan selebihnya sama.

Dengan Kendaraan Pribadi :

Dari mulut jalan Tol Jagorawi di depan Terminal Baranangsiang berbeloklah ke kiri memasuki Jalan Pajajaran. Lanjutkan sampai Anda menemukan Eka Lokasari Plaza dan berbeloklah ke arah kanan menuju ke Jalan Lawang Gintung.

Selebihnya ikuti saja jalan ini sampai Anda menemukan Istana Batu Tulis.  Kurang lebih 1 kilometer dari istana ini, Anda akan menemukan Taman Makam Pahlawan Dreded di sebelah kiri Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.