Soto Kuning M. Yusuf Bogor

Mak Nyusss…! Itu cuitan sang “pakar” kuliner Indonesia, Bondan Winarno di twitter tahun 2013 yang lalu setelah ia mencicipi semangkuk Soto Kuning M. Yusuf di Jalan Suryakencana Bogor.

Silakan lihat twit-nya di sini.

Tentu saja, mendapatkan sebuah “endorsement” dari seorang public figure seperti Pak Bondan membuat nama makanan tradisional ini melejit. Warungnya pun menjadi sasaran bagi para penggemar “makan-memakan” (maaf kalau istilah yang dipakai agak seenaknya) untuk dicoba.

Ujungnya tidak heran kalau warung atau kedai milik Pak M. Yusuf yang bukan mantan Panglima ABRI ini menjadi ramai pengunjung. Kalau mendengar cerita, banyak yang sering tidak kebagian ketika datang di akhir pekan atau hari libur saking ramainya pengunjung.

Seperti apa sih sebenarnya Soto Kuning M. Yusuf ini sehingga sang pakar memberikan “pujian” dalam istilah yang menjadi trademarknya?

Soto Kuning

Soto Kuning M. yusuf Jalan Suryakencana BogorSoto Kuning itu seperti apa sih? Mungkin itu pertanyaan pertama yang akan diajukan bila Anda belum pernah melihat kuliner ini.

Sebernarnya tidak berbeda dengan berbagai jenis soto lainnya yang ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Makanan ini termasuk yang populer di dalam masyarakat Indonesia. Bahan-bahan yang dipergunakannya pun hampir mirip.

Nah, di Bogor, Soto Kuning itu adalah sejenis makanan berupa potongan daging atau jeroan (paru/kikil/babat) yang diberi kuah santan. Mirip kan dengan macam-macam soto dimanapun?

Yang menjadi ciri khasnya adalah kuahnya.

Kuahnya ini terbuat dari santan yang diberi berbagai macam bumbu, seperti kemiri. bawang putih, merica dan lain sebagainya. Warna kuahnya kuning yang berasal dari kunyit. Dari sanalah nama Soto Kuning berasal.

Jenis makanan ini sudah lama ada di Bogor. Bisa dikata lebih dari 40-50 tahun yang lalu. Bedanya, di masa lalu soto ini dibawa pedagang keliling dari rumah ke rumah. Biasanya, satu bagian untuk panci dan satu lagi untuk daging atau jeroan yang sudah direbus dan ditutup dengan daun pisang.

Kalau ada yang membeli, maka mereka bisa memilih sendiri apakah mau daging atau jeroan atau campur. Setelah dipilih, sang pedagang akan memotong dalam ukuran kecil-kecil ke dalam mangkuk dan kemudian disiram dengan kuah kuning.

Soto Kuning biasanya dimakan dengan nasi ditambah dengan emping melinjo.

Warung Soto Kuning M. Yusuf

Warung Soto Kuning M. Yusuf Bogor

Apa yang disajikan di Warung Soto Kuning M. Yusuf adalah sama dengan soto kuning yang dulu dibawa pedagang keliling. Bahkan kalau ingat beberapa tahun lalu, soto M. Yusuf sendiri juga diperdagangkan dengan menggunakan pikulan dan mangkal di Jalan Suryakencana, kawasan Pecinan di Kota Bogor.

Yang membuat Soto Kuning M. Yusuf ini agak berbeda dengan soto kuning yang (pernah atau masih) banyak beredar di Kota Bogor adalah isinya, yaitu paru/babat/kikil nya digorang dulu. Sementara kebanyakan isi soto kuning di Bogor hanya direbus saja.

Ruangannya sendiri cukup lapang dan bisa menampung hampir pengunjung sekaligus. Pada dinding tertempel spanduk kecil bertuliskan slogannya Bondan Winarno, yaitu Mak Nyuss.

Rupanya mendapatkan pengakuan dari seorang “pakar” kuliner telah membantu Warung Soto Kuning M. Yusuf menjadi salah satu kuliner favorit di Kota Bogor. Hal yang dimanfaatkan dengan baik oleh pemilik kedai makanan tradisional ini.

Untuk memesan di kedainya Pak M. Yusuf ini, sederhana saja. Anda bisa memilih apa yang Anda ingin ada di mangkuk. Bisa jeroan saja, bisa daging saja, atau campuran.

Harganya untuk daging adalah Rp. 15.000.- per potong dan jeroan Rp. 10.000.-/potong. Nasi dihargai Rp;. 5.000.- per piring. Jadi kalau ada 3 potong + nasi, harga yang harus dibayar adalah Rp. 35.000.-

Bisa juga Anda langsung memesan satu porsi dan tinggal menyebut campur atau daging saja. Langsung 3 potong akan dimasukkan dalam mangkuk.

Anda bisa menambahkan emping melinjo yang akan ada di meja panjang dimana Anda duduk. Harganya belum termasuk dalam harga sotonya. Minuman standarnya adalah Teh Hangat tetapi Anda bisa pesan beberapa jenis minuman lainnya.

(Saya tidak memesan minuman karena setelah itu berencana menikmati Bir Kocok yang tidak jauh dari kedai Soto Kuning M. Yusuf. Apa itu Bir Kocok? Silakan simak di Mabuk Bir Kocok? Are You Serious?)

Rasa Soto Kuning M. Yusuf

Warung Soto Kuning M Yusuf Bogor

Apakah enak rasanya?

Saya tidak mau mengambil trademarknya Pak Bondan. Jadi cukup dijawab dengan ENAK. Kebetulan memang saya penggemar kuliner tradisional ini.

Tidak istimewa tetapi enak.

Tentu akan berbeda setiap orang. Soal rasa adalah masalah selera. Bagi saya yang orang Bogor makan soto jenis ini bukanlah pertama kali sehingga tidak ada sesuatu yang spesial. Tidak akan sama dengan kesan bagi mereka yang baru pertama kali mencicipinya.

Yang membuatnya agak istimewa adalah kenyataan bahwa penjual soto kuning jenis ini semakin langka. Hanya tersisa beberapa gelintir penjual saja di Kota Bogor. Sesuatu yang sudah sulit ditemukan akan menjadi sesuatu yang unik.

Mungkin itulah yang membuat Soto Kuning M. Yusuf menjadi sangat menonjol dalam dunia perkulineran Bogor. Ditambah keberadaannya di sebuah kawasan yang merupakan surga penggemar kuliner dan wisatawan.

Sebuah hal yang justru membantu kelanggengan sebuah masakan tradisional di dunia modern.

Semakin Tinggi Pohon Semakin Kencang Angin Menerpa

Soto Kuning M. Yusuf Bogor

Ketenaran atau kepopuleran bukan hanya memberi efek positif. Biasanya hal itu akan berbarengan juga dengan semakin besarnya tantangan yang dihadapi.

Semakin tinggi pohon semakin kencang angin menerpa. Itu pepatahnya.

Bila Anda mengetikkan kata kunci “Soto Kuning M. Yusuf” di Google, maka akan keluar cukup banyak tulisan atau artikel bernada negatif tentang Kedai Soto Kuning M. Yusuf ini.

Semua berasal dari pengalaman tidak mengenakkan dari seorang pelanggan yang kemudian mencurahkannya dalam sebuah tulisan. Seperti biasa, banyak netizen juga menganut paham “Berita Buruk Adalah Berita Baik”.

Cerita ini berkembang dan menjadi cukup viral. Berbagai blog dengan serta merta langsung mengutip pengalaman buruk ini sebagai bahan. (Tentu saja karena sesuatu yang “Buruk” biasanya bernilai jual lebih dibandingkan sesuatu yang “baik”). Alhasil cukup banyak tulisan bernada kurang menyenangkan kemudian beredar.

Padahal setelah ditelusuri, isi dari kebanyakan artikel tentang Warung Soto Kuning M. Yusuf ini hampir semua hanya mengutip sumber asal. Para penulis artikel tidak melakukan verifikasi ulang. Bila ditelusuri lebih lanjut kemungkinan besar sumbernya hanya satu.

(Saya ragu para blogger yang mengutip ini pernah mencicipi atau bahkan sekedar tahu dimana Soto Kuning M. Yusuf ini)

Sayang sekali. Padahal hal ini menyangkut nama baik seseorang.

Silakan Anda coba sendiri telusuri dengan Google kata kunci yang saya berikan di atas.

Pengalaman pribadi saya beberapa hari yang lalu ketika berkunjung ke Soto Kuning M. Yusuf sama sekali berbeda. Penyambutannya cukup ramah. Begitu pula ketika makanan disajikan. Normal-normal saja.

Bahkan seorang berpakaian tradisional Sunda ikut menyambut pengunjung yang datang. Tidak ada nada ketus ketika mempersilakan masuk atau menanyakan pesanan.

Hanya itulah dunia masa kini. Sebuah tantangan yang harus dihadapi. Sebuah kesalahan, meski hanya sekali dapat berkembang menjadi begitu jauh. Sesuatu masalah yang harus dipecahkan oleh pemilik Soto Kuning M. Yusuf karena kalau terlalu banyak bisa berakibat fatal bagi bisnisnya.

Meskipun demikian, kelihatannya cukup banyak orang yang tidak terlalu pengaruh dengan tulisan-tulisan negatif di internet. Pengunjung warung soto ini tetap saja banyak meski di pagi hari.

Nah, Kawan Pembaca, bila Anda sedang berkunjung ke Bogor dan belum pernah merasakan soto kuning ala Bogor, ada baiknya untuk pergi ke Warung Soto Kuning M. Yusuf ini.

Terus terang RALLY NOT BAD AT ALL. Pantas dicoba.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.