Pencemaran sungai di Bogor

 

 

Pemandangan yang tida nyaman untuk dilihat bukan ? Ya, pasti itu. Melihat sisi buruk dari kota hujan atau kota-kota lainnya sudah tentu tidak akan pernah menyenangkan.

Meskipun demikian itulah realita yang selalu ada dalam kehidupan. Manusia saja punya sisi buruk selain sisi cantiknya. Apalagi sebuah kota yang merupakan hasil karya manusia. Sudah bisa dipastikan juga akan memiliki kedua sisi tersebut.

Foto di atas hanyalah satu dari beberapa gambar yang memperlihatkan bagian wajah yang berbeda dari berbagai tulisan lainnya. Bila sebelumnya sudah ada berbagai tulisan tentang wisata, keunikan sebuah tempat, perkulineran dan lain-lainnya, maka rasanya tidak lengkap kalau bagian jeleknya tidak diperlihatkan juga.

Toh, disini memang untuk menggambarkan Bogor sebagai sebuah kota. Bukan hanya sebagai tempat wisata dan kuliner. Kalau istilah yang saya pakai sih, Bogor itu tidak selebar Roti Unyil.

 

Sisi buruk kota hujan

 

Foto-foto ini sebenarnya cukup menggambarkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh kota Bogor. Gambar-gambar sisi buruk kota hujan ini menunjukkan betapa sempitnya Bogor. Betapa banyak penduduknya sehingga harus berebut lahan untuk tempat tinggal.

Sebagai perbandingan dengan data yang ada, memang begitulah adanya. Jumlah penghuni kota Bogor sudah melewati angka 1 juta jiwa sedangkan lahan total kota Bogor adalah 118 km persegi saja.

Luas lahan tersebut harus dibagi lagi untuk bangunan komersial, jalan, bangunan pemerintahan, ruang hijau, sehingga hanya tersisa tidak banyak. Hal itu mengakibatkan kepadatan penduduk di kota Bogor mencapai 5.500 – 11.000 jiwa per km persegi. Jumlah ini membuat kota hujan ini berada dalam 10 besar kota terpadat Indonesia.

 

sisi buruk kota hujan

 

Ujungnya kota ini menghadapi lagi ekses akibat kepadatan tersebut. Bisa terlihat dari foto-foto di atas bahwa bantaran atau pinggir sungai yang sebenarnya merupakan kawasan terlarang bagi pembangunan pemukiman pun ditempati..

Akibatnya banyak sungai di kota Bogor pun tercemar dengan berbagai jenis sampah produk rumah tangga. Belum ditambah bila hujan deras terjadi, sudah banyak kasus terjadinya longsor atau banjir.

 

Sisi buruk kota hujan

 

 

O ya, ke empat foto di atas hanyalah satu sisi buruk kota hujan ini. Masih banyak tempat-tempat lain yang mirip situasi dan kondisinya. Foto-foto di atas diambil di pemukiman di belakang Terminal Baranangsiang seberang jalan Riau.

Saya tidak akan menulis panjang lebar karena ini di bagian Bogor Dalam Gambar. Biarlah foto-foto tersebut di atas yang menceritakan kepada anda salah satu sisi buruk kota hujan ini.

Bisa anda menikmatinya ? 😀

8 COMMENTS

  1. Maaf foto ke 1 kp kebon jukut bukan pulo geulis

    • Ohh begitu yah…terima kaih atas koreksinya

  2. bukannya bapak yang termasuk ikut andil dalam kumuh tersebut pak? termasuk buang bungkus permen dan pemilihan foto 😀

    • Maaf yah… saya cuma ngambil foto saja.. tidak buang sampah ..:D 😀

  3. Apakah bapak tau, dimana saja 14 titik kawasan kumuh di Kota Bogor berdasarkan SK Walikota? Kalau boleh tau mohon informasinya. Terima kasih

    • Setahu saya 17 dan bukan 14 titik. 14 titik memiliki luas di bawah 10 hektar dan 3 lainnya di atas 15 hektar.

      Sayangnya saya hanya tahu beberapa saja dan tidak tahu lokasi pasinya, seperti

      1) Kawasan Paledang
      2) Kampung Muara
      3) Kelurahan Babakan Pasar (Pulo Geulis).. foto di artikel ini diambil di sekitar kawasan itu
      4) Cimahpar

  4. Boleh tahu ini lokasi tepatnya daerah bogor mananya ?

    • Salah satunya lihat di belakang terminal Baranang siang di kawasan Pulo Geulis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.