Judulnya sengaja dibuat mirip dengan sebuah lagu nostalgia, “Senja di batas kota” karena foto “Senja di Bukit Cimanggu City” ini memang diambil pada saat matahari sedang terbenam, senja, petang, atau sore.

Itu saja kesamaannya.

Yang lain tidak ada lagi kesamaannya. Bukit Cimanggu City bukanlah batas kota Bogor meskipun pada bagian ujungnya memang merupakan perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bogor. Juga, kalau dalam lirik lagunya ada teringat “padamu”, foto ini dibuat bukan karena ingat pada seseorang.

Foto ini dihasilkan karena seorang penggemar fotografi sedang menunggu anak kesayangannya dan merasa bosan karena tidak bisa melakukan apapun selain jelalatan melihat orang lalu lalang. Hanya, ternyata rupanya mata yang jelalatan kesana kemari itu menemukan satu dua hal yang cukup enak untuk dilihat.

Padahal, kamera andalan sedang berada di rumah. Untungnya, sang istri yang juga menemani dengan rela hati meminjamkan smartphone Asus T00N nya supaya suaminya tidak bosan.

Itu saja.

Silakan dinikmati suasana senja di Bukit Cimanggu City. Lumayan melankolis lo, apalagi yang sedang jomblo atau patah hati.

Not bad kan?

Silakan berkomentar kalau mau.

2 COMMENTS

  1. Keren pak, semoga saya bisa menjadi orang yang beruntung memiliki hunian di Bukit Cimanggu City seperti anda…
    Aamiinn

    • Aaamiiin… ditunggu jadi tetangga saya mas..:D

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.