Sampah di Bogor
Tumpukan sampah di sudut kota Bogor

 

Andaikata Swedia berada dekat dengan Bogor, atau Indonesia, mungkin masalah sampah di Bogor tidak akan menjadi seruwet ini. Bahkan mungkin, Bogor akan mendapat tambahan pemasukan cukup besar untuk menambah anggaran pembangunannya.

Betapa tidak, di negara kawasan Skandinavia tersebut, bisa dikata 99% sampah produksi mereka berhasil dimanfaatkan. Ada yang didaur ulang dan ada juga yang dijadikan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Di tahun 2014 hampir 1 juta rumah mendapatkan pemanas ruangan dan 260,000 rumah dengan listrik yang berasal dari pengolahan sampah.

Alhasil, Swedia mengalami kekurangan “sampah”. Kekurangannya mereka beli dari negara-negara tetangga di kawasan Eropa seperti Inggirs, Italia dan Norwegia. Jumlahnya setiap tahunnya mencapai kurang lebih 800,000 ton. Sebuah jumlah yang sangat besar.

Sampah di Bogor
Sampah di sungai Ciliwung

Bila volume produksi sampah di Bogor yang mencapai +- 2,460 meter kubik per hari, maka semuanya dengan mudah bisa diserap oleh negara tersebut.

Luar biasa bukan ? Kalau itu bisa terjadi, maka masalah sampah terpecahkan, pemasukan besar dan biaya berkurang. Kota pun akan menjadi bersih dan indah.

Maaf, ternyata saya sedang bermimpi. Swedia terletak 11.000 kilometer terpisah dari Indonesia. Terlalu jauh dan mahal untuk mengangkut ratusan ribu ton sampah dari negara ini.

Kenyataannya, sampah di Bogor masih tetap menumpuk dan menjadi sebuah beban yang hingga hari ini belum terpecahkan. Di banyak bagian kota ini terlihat sisa-sisa kehidupan manusia bertebaran bahkan di tempat yang tidak seharusnya.

Hanya, apakah Bogor harus pasrah dengan masalah sampah ? Jawabnya tidak. Semua usaha harus dilakukan kalau tidak mau kota hujan ini menjadi sebuah tong sampah besar.

Pemecahan masalah sampah di Bogor

Produksi harian sangat besar sedangkan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sangat terbatas. Apalagi dari jumlah 2,400 meter kubik yang terangkut oleh armada pengangkut baru 1,700 meter kubik saja. Sisanya teronggok di tempat.

Pemerintah harus meniru apa yang dilakukan oleh Swedia dalam mengelola sampah di Bogor. Pengelolaan yang harus mampu merubah sampah menjadi energi dan bukan sekedar membuangnya di lokasi pembuangan akhir. Kalau hanya mengandalkan TPA untuk menampung sampah hanyalah menunda masalah.

Sampah di Bogor
Sampah di gorong-gorong

Sistem sanitary landfill, dimana sampah dibuang ke sebuah lokasi khusus sampah, memberikan dampak negatif dalam berbagai hal.

Gas metana yang dihasilkan dalam proses pembusukan sampah terbukti bisa menimbulkan ledakan seperti yang pernah terjadi di TPA Leuwigajah Bandung. Selain itu gas tersebut merupakan salah satu biang penyebab kerusakan ozon. Belum ditambah dengan bau yang menyengat dan mengganggu pemukiman.

Pemecahannya bukan lagi sekedar menambah lahan TPA. Solusinya hanya ada satu cara yaitu memanfaatkan sampah di Bogor sebagai sumber energi.

Oleh karena itulah cukup melegakan bahwa Pemerintah Daerah Kota Bogor sudah “berniat” untuk membangun 14 TPST atau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu seperti dilansir oleh Antaranews 8 Mei 2015 yang lalu. Sistem yang akan dipakai adalah 3R (Reuse, Reduce, Recycle) alias mirip dengan ide yang dilakukan Swedia.

Bila ke-14 TPST ini bisa terwujud, maka paling tidak sudah terlihat langkah maju dalam pengelolaan sampah di Bogor. Jelas hal ini harus diusahakan untuk dapat terealisasi.

Walaupun demikian, ada satu lagi yang harus dilakukan oleh pemda kota Bogor. Swedia tidak menjadi bersih hanya karena pengelolaan sampah. Dukungan warganya dalam hidup sehari-hari pun berkontribusi besar menyebabkan Swedia menjadi negara pengimpor sampah.

Kalau pola pikir dan hidup yang sama bisa dipraktekan oleh warga Bogor, suatu waktu bukan tidak mungkin kita tidak lagi dipusingkan dengan masalah sampah di Bogor. Pemerintah Bogor, bila itu terjadi akan dipusingkan dengan bagaimana cara mendapatkan sampah.

Jakarta akan menjadi kota yang diuntungkan. Mereka bisa menjual sampah ke Bogor.

Yah, saya bermimpi lagi.

2 COMMENTS

  1. teknologi pemusnah sampah.di bogor banyak penggunanya

    • Bisa sebutkan kang..Soalnya setahu saya TPA masih ke Galuga saja.. yang merupakan sanitary landfill

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.