Pedagang Kuali di Salabenda

 

Belum pernah mendengar nama Salabenda di Bogor? Kemudian Anda hendak menuju kesana tetapi tidak tahu ciri-ciri daerahnya? Jangan khawatir. Sangat mudah menemukan tempat ini.

Yang harus dicari, setelah tentu mengetahui arahnya adalah sesuatu yang pasti akan menarik perhatian. Yang harus dicari adalah KUALI atau PENGGORENGAN.

Lha? Kalau itu sih di dapur juga ada.

Betul. Tetapi untuk mencari daerah bernama Salabenda, maka ciri termudah untuk mengenali apakah kita sudah memasuki daerah tersebut atau belum, memang keberadaan benda yang dipergunakan untuk menggoreng itu. Sejak masa dahulu kala hingga saat ini ciri khas tersebut tidak hilang.

Di sekitar Salabenda, memang masih cukup banyak pedagang kuali di pinggir jalan. Cara mereka menarik pembeli adalah dengan memajang penggorengan dari berbagai ukuran tersebut di atas rambu di pinggir jalan. Hal ini sudah mereka lakukan sejak berpuluh tahun yang lalu dan masih terus terlihat hingga hari ini.

Perhatikan foto di atas. Itulah salah satu contoh Salabenda.

Dimanakah Salabenda itu?

Salabenda
Gapura Kota Bogor

Salabenda adalah nama sebuah kawasan dan juga sebuah nama jalan di perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bogor. Tempat tersebut bisa ditemui ketika Anda melalui Jalan Soleh Iskandar yang mengarah ke Parung, Kabupaten Bogor. Bisa juga dicapai dengan melewati Jalan Semplak dari arah Terminal Merdeka.

Angkutan umum yang melaluinya ada beberapa, yaitu. Bus Pusaka dari Terminal Baranangsiang. Angkot no 16 Merah dari Pasar Anyar atau angkot 06 Biru dari Terminal Merdeka.

Ciri khas lainnya yang bisa dijadikan patokan adalah keberadaan Gapura Kota Bogor. Gapura ini terletak dekat dengan pertigaan Salabenda (Pertemuan Jalan Semplak , Jalan Soleh Iskandar dan Jalan Raya Jakarta – Parung)

Asal nama Salabenda

Darimanakah nama Salabenda berasal? Apa kaitannya dengan yang namanya KUALI atau PENGGORENGAN itu?

Ternyata TOPONIMI atau asal usul nama daerah ini terwakili dengan berbagai ukuran penggorengan, yang ukurannya ada yang super jumbo tersebut. Daerah ini dikenal di zaman dahulu sebagai wilayah pandai besi, pande besi kata urang Sunda mah. Penduduk kawasan ini dahulunya menggantungkan penghidupan dari membuat berbagai peralatan dapur dari besi.

salabenda6
Jalan Soleh Iskandar mengarah ke Salabenda

Oleh karena itu, kuali atau penggorengan yang dijual di pinggir jalan tersebut kebanyakan berbahan baku besi dan bukan aluminium. Beratnya dan ketebalannya melebihi yang biasa ditemukand di supermarket.

Itulah, konon, darimana nama Salabenda berasal. Paling tidak inlah versi asal usulnya yang paling bisa diterima masyarakat.

Meskipun demikian, paling tidak ada dua versi lain. Keduanya agak susah diterima oleh umum karena

1. Versi ini menyebutkan bahwa nama Salabenda berasal dari Suara Bende (Gong). Kemudian karena salah pelafalan atau salah tangkap maka menjadi Salabenda.

2. Versi yang ini mengatakan bahwa Salabenda berasal dari kampung yang berada diantara dua buah Bende (Gong) yang tergantung.

Nah, yang mana yang mau Anda percaya, silakan pilih. Hanya cerita yang disampaikan pertama kali terdengar lebih masuk akal dan bisa diterima umum dibandingkan dengan dua lainnya. Hanya, bila Anda memutuskan lain, mangga Akang/Teteh.

Yang pasti, jangan lupakan Kuali atau Penggorengan kalau Anda menuju Salabenda. Dijamin, di Google Maps juga tidak ada patokan atau ciri seperti itu, tetapi di Lovely Bogor ada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.