Bila Anda menyusuri Jalan Suryakencana, Kota Bogor, kira-kira 500 meter dari Lawang Suryakencana, di sebelah kanan, Anda akan bertemu dengan sebuah rumah, cukup besar dan yang jelas berbeda dengan bangunan modern yang ada di sekitarnya. Bangunan ini jelas mencerminkan gaya arsitektur yang ada di masa lalu. Berhentilah sejenak karena Anda sedang memandang sebuah cagar budaya Bogor, yaitu Rumah Kapitan Tan.

Rumah Kapitan Tan

Rumah ini sudah berusia lebih dari 1 abad. Meksipun tahun tepatnya kapan dimulai pendiriannya dilakukan, rumah besar ini sudah ditinggali di abad ke-19 (sekarang sudah abad dua satu).

Bangunan ini dulu merupakan tempat tinggal seorang pria bernama Tan Goan Piauw yang hidup antara tahun 1835-1889. Pria inilah yang dikenal sebagai Kapitan Tan atau Kapiten Tan.

Jabatan kapitan atau kapiten disini bukanlah pangkat ketentaraan. Gelar ini disandang biasanya para petinggi atau orang terpandang dalam sebuah komunitas masyarakat tertentu di masa itu. Yang memberikan jabatan ini adalah penguasa di saat itu, yaitu pemerintah Hindia Belanda.

Pola ini diadopsi dari sistem yang berkembang di Asia Tenggara sejak zaman Portugis ketika pertama kali bercokol di Malaka. Ada tiga gelar yang diberikan kepada petinggi masyarakat, yaitu Majoor, Kapitein, Luitenant.

Kapitan Tan sendiri menjabat sebagai kapiten antara 1878-1882 setelah selama 13 tahun (1865-1878) menjadi luitenant. Ia merupakan petinggi dari masyarakat Tionghoa/Cina yang memang banyak bermukim di kawasan yang sekarang menjadi Pecinan Bogor, Jalan Suryakencana.

Keluarga Tan dari mana sang Kapitan Tan berasal memang terkenal sebagai keluarga kaya dan terpandang. Banyak anggota keluarganya yang menjabat sebagai Kapitan atau Luitenant.

Kapitan Tan sendiri terkenal sebagai orang yang mendirikan “Gedung Dalam” , sebuah bangunan yang merupakan pusat kegiatan masyarakat peranakan Tionghoa di wilayah itu. Bangunan ini sudah tidak ada lagi, tetapi namanya tetap dipakai untuk salah satu kuliner khas kota hujan, yaitu Asinan Gedung Dalam.

Bangunannya sendiri memang terlihat klasik dan mencerminkan adanya perpaduan dari gaya arsitektur Timur dan Eropa, yang dikenal sebagai arsitektur Indis. Gaya bangunan seperti ini memang lazim di masa tersebut.

Rumah Kapitan Tan sendiri, meskipun selalu berada dalam keadaan tertutup, disebutkan masih ditinggali oleh keturunannya hingga saat ini.

Alamat Rumah Kapitan Tan : Jalan Suryakencana No 210, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

2 COMMENTS

  1. Mohon kirimkan setiap artikel baru k email sy.Terima kasih.

    • Indira..

      Coba nanti saya setting dulu websitenya yah supaya bisa kirim artikel via email. Yang lama kebetulan agak trouble, jadi sementara sedang diaktifkan

      Terima kasih sudah berkunjung kesini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.