Para pengguna jasa Commuter Line sejak kurang lebih satu tahun terakhir jatuh cinta pada sesosok bulat, hitam dan manis.

Hampir setiap hari banyak pengguna jasa si KRL ini terlihat dengan tidak sabar menanti di sebuah sudut Stasiun Cilebut untuk menikmati sosok tersebut.

Roti O
Roti O

Sosok tersebut adalah sebuah roti, ROTI O namanya.

Begitulah penampakannya bulat dan bundar persis seperti yang digambarkan dalam lagu Topi Saya Bundar karya Ibu Sud.

Manis, karena Roti O adalah sejenis coffee bun atau roti manis. Hitam, namanya juga coffee bun alias roti manis bertopping pasta kopi di atasnya.

Roti O apa bedanya dengan Roti Boy

Warga Jakarta tentu sudah sangat akrab dengan jenis coffee bun ini. Sebagai ibukota Indonesia, memang kota ini selalu mendapat giliran pertama dikunjungi.

Begitu juga dengan roti manis ini, Jakarta adalah tempat yang pertama kali disinggahi. Hanya saja, ketika itu namanya masih belum menjadi Roti O.

Saat masuk ke Indonesia, roti yang juga dikenal sebagai Mexican Coffe Bun ini masih bernama Roti Boy. Aslinya produk makanan di berasal dari Malaysia yang berdiri tahun 1998 di Bukit Mertajam, Penang.

Pendiri Roti Boy bernama Hiro Tan yang dulunya merupakan seorang dosen bidang ekonomi.

Pada tahun 2004, Roti Boy masuk ke Indonesia setelah pengusaha Indonesia di PT Sebastian Citra Indonesia membeli hak waralabanya.

Kemasan Roti O
Kemasan Roti O

Sayangnya kemudian kemudia kedua perusahaan pecah kongsi.

Sebagai hasilnya, lahirlah Roti O ini.

Bentuk dan rasa rotinya sendiri , bagi yang pernah merasakan keduanya, bisa dikata sama persis. Yang berbeda hanya dalam kemasan dan namanya saja.

Pada Roti Boy gambarnya adalah seorang koki muda tak berkumis. Sementara pada Roti O gambar seorang koki gendut dengan kumis menghiasi kemasan kertasnya.

Gerai Roti O Di Stasiun

Gerai Roti O bisa ditemukan di tiga stasiun dalam wilayah Bogor.

Bentuknya sederhana dan kecil dibandingkan dengan outlet Roti Boy dulu di stasiun Gambir, Tentu hal ini berkaitan dengan jumlah pengunjung yang diharapkan.

Gerai Roti O di stasiun Cilebut
Gerai Roti O di stasiun Cilebut

Di Stasiun Cilebut sendiri gerai Roti O berada di sebuah pojok dekat peron arah Bogor. Letaknya tidak jauh dari Alfamart. Setiap calon penumpang yang sedang melakukan tap in akan bisa melihatnya.

Pembeli akan dilayani oleh 3-4 orang pelayan yang selain bertugas melayani juga sekaligus memanggang si coffe bun ini.

Wangi kopi dan roti yang baru selesai dipanggang sangat sering menggoda para penumpang.

Hanya tersedia satu menu saja, yaitu Roti O yang bulat dan bundar. Untuk minumpun hanya tersedia air mineral. Pelayanannya pun menjadi cepat.

Kesemuanya disesuaikan dengan kebutuhan para komuter pengguna jasa Commuter Line untuk tetap bisa berangkat sesuai jadwal.

Rasa Roti O

Roti O
Roti O ketika dibelah

Bukan hanya wangi yang mengundang. Rasa si hitam manis ini memang enak. Apalagi kalau sang calon penumpang Commuter Line belum sarapan di rumah.

Rasa kopinya tidak terlalu kuat tetapi terasa. Rotinya sendiri lembut dan renyah. Fla di dalamnya menambahkan sesuatu yang terasa ketika roti digigit dan dikunya.

Enak. Apalagi kalau kita belum sempat sarapan di rumah. Rasa enaknya berlipat.

Harganya pun sangat standar. Uang yang harus dikeluarkan tidak berbeda dengan harga-harga roti di Bogor, yaitu Rp. 10.000.- per potong (bisa berubah sewaktu-waktu)

Enak. Praktis. Cepat. Kesemuanya memenuhi kebutuhan para pengguna komuter tanpa menggangu jadwal aktifitas mereka.

Baca juga : Roti Unyil Venus – Rasanya Tidak Mini

Itulah yang menyebabkan gerai Roti O di stasiun Cilebut cukup ramai didatangi penumpang.

Jadi, kalau Anda pengguna Commuter Line dan lupa sarapan, jangan khawatir. Anda bisa menemukan si bulat bundar dan enak ini di stasiun.

8 COMMENTS

  1. Terima kasih artikelnya pak, sangat informatif:)
    kalau boleh tahu artikel ini dibuat tahun berapa pak?
    terima kasih sebelumnya

    • Sekitar tahun 2016-an dik.. rupanya ada masalah template sampai tanggalnya ga muncul yah..Maaf… nanti saya coba benarkan.

  2. Sekarang harganya udah naik pak, kalo ngga salah sekitar 11-12 ribuan per bijinya…

    • Waduh.. makin mahal yah..maklum lah tulisan itu dibuat sudah cukup lama.. penyesuaian harga bukan naik.. hahahaha

      • Hahaha, menyesuaikan ya pak… 😀
        Cuman sayangnya gaji tidak ikut “menyesuaikan” pak…

        curcol.com

        • Nah itu memang masalah umum Kang… sayapun mengalami..

  3. Keren tulisannya Pak Anton, juga informatif. Mantaapp

    • hahahahaha makasih pak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.