Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Kompleks Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Ada sebuah bangunan, atau tepatnya sebuah kompleks bangunan di ujung sebelah Utara Jalan Merdeka Kota Bogor yang seharusnya sudah dimasukkan dalam daftar Cagar Budaya Bogor. Sayangnya, daftar yang berisi 487 nama bangunan bersejarah, yang diajukan Pemerintah Daerah Kota Bogor ke Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, tidak pernah dipublikasi. Jadi sulit sekali untuk mengetahui bangunan yang mana saja yang harus diperlakukan sebagai cagar budaya. Jadi untuk tahu apakah bangunan di jalan ini sudah termasuk dalam daftar atau belum, sulit diklarifikasi.

Bangunan apakah yang dimaksud tersebut? Bangunan tersebut adalah Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Letaknya tepat di depan perempatan Jalan RE Martadinata, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Manunggal dan Jalan Merdeka. Posisinya berhadapan dengan kompleks sekolah Taman Siswa. Kompleks Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan berada di sebuah lahan yang lumayan luas untuk ukuran kota menengah seperti Bogor.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan7

 

Bahkan dari jarak yang cukup jauh pun, dari luar pagar kompleks, bangunan ini terlihat jelas bukanlah jenis bangunan hasil kreasi para arsitek masa kini. Bentuk atap, jendela dan pintunya mencerminkan bentuk arsitektur masa Belanda dulu. Tidak mungkin tidak.

Hal itu ternyata terbukti dari beberapa referensi sejarah yang Lovely Bogor dapatkan tentang Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan ini.

Sejarah mencatat bahwa kawasan penelitian ini dibangun pada tahun 1876. Sebuah masa yang sudah jelas menurut referensi sejarah manapun masih kental dengan yang namanya Belanda. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa bangunan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan di jalan yang dulunya bernama Tjikeumeuh Weg ini sangat kuat aroma arsitektur gaya kolonial Belanda.

Bentuk bangunannya sangat mirip dengan berbagai bangunan yang ada di sekitar Taman Kencana,

Sejarah Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan11

Kalau Anda mengarahkan kendaraan Anda ke Jalan Tentara Pelajar, maka akan terlihat bahwa gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan ini sangat berkaitan dengan bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Kesemuanya berkaitan dengan tanaman yang dimakan manusia.

Begitu pula kawasan dimana gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman ini. Kawasan ini mulai dikembangkan di tahun 1876 terkait dengan perkembangan Kebun Raya Bogor juga. Pada masa tersebut, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda memang mengembangkan kawasan di sekitarnya sebagai tempat penelitian berbagai jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Bahkan sebelum gedung ini berdiri, di kawasan yang sama sudah dikembangkan sebagai kawasan penelitian berbagai jenis tanaman sejak tahun 1876. Berbagai kebun percobaan untuk tanaman seperti padi, jagung, singkong tersebar mengelilingi area ini.

Di tahun 1918, kawasan ini kemudian mulai dijadikan sebagai kawasan penelitian. Pada tahun tersebut berdiri sebuah pusat penelitian pertanian. Hanya, namanya pada saat itu bukanlah Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Istilah Belanda masih dipergunakan bagi gedung ini, yaitu Algemeen Proefstation voor den Landbouw . Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kira-kira nama Belanda tersebut berarti Balai Besar Penyelidikan Pertanian.

Nama Belanda yang tersemat pada gedung inilah yang membuat warga Bogor di tahun 1970-1980-an kadang masih menyebut kawasan di dekatnya sebagai Langbouw (bukan Landbouw seperti aslinya, maklum lidah Indonesia0. Bahkan lapangan bola kecil di sebelahnya disebut dengan lapangan Langbouw.

Pada masa setelah Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan berubah nama beberapa kali. Nama Indonesia pertama yang diberikan kepada gedung ini adalah Jawatan Penyelidikan Pertanian. Beberapa kali berubah, hingga akhirnya menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Meskipun namanya berganti berulang kali, bangunan ini tetap menjalankan fungsi awalnya, yaitu sebagai tempat melakukan penelitian berbagai tehnik dan jenis tanaman yang bisa dimakan manusia. Tidak ada yang berubah meski sudah hampir 100 tahun (3 tahun lagi umurnya seabad dihitung dari berdirinya Balai Besar Penyelidikan Pertanian),

(Catatan : Besar kemungkinan lebih lama lagi kalau ternyata Sekolah Pertanian yang didirikan tahun 1903 juga sudah berlokasi di tempatnya ini. Hingga saat ini, masih belum terdapat data pasti tentang dimana lokasi Sekolah Pertanian tersebut dibentuk. Kemungkinan besar berdasarkan foto-fotonya yang ada, sekolah tersebut ada disini. Hanya, untuk mengambil data yang sudah pasti, maka angka dihitung dari berdirinya Balai Besar Penyelidikan Pertanian saja.)

 

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan1

 

Bukan tempat wisata dengan cerita fenomenal, memang. Tetapi, bukankah Cagar Budaya tidak harus selalu dikaitkan dengan wisata? Bukankah cagar budaya adalah bangunan yang menceritakan cuplikan sejarah di masa lampau. Untuk itulah mengapa bangunan cagar budaya harus dirawat dan dijaga, karena nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Nah, bangunan ini sendiri sudah memenuhi syarat sebagai sebuah cagar budaya. Usianya yang hampir seabad (atau bahkan sudah lebih dari seabad) jelas melebihi umur minimum sebuah bangunan untuk dijadikan sebuah cagar budaya, yaitu 50 tahun. Oleh karena itu, Lovely Bogor cukup yakin bahwa bangunan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan di Jalan Merdeka ini sudah dimasukkan dalam Daftar 487 Bangunan Cagar Budaya Kota Bogor.

Semoga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.