“Jangan biarkan kami berdiri”, begitu kata-kata yang tertulis pada Pin Ibu Hamil Commuter Line. Sebuah bentuk pelayanan baru yang diluncurkan oleh PT KCI (Kereta Commuter Indonesia) pada tangga 4 September 2019 yang lalu, bertepatan dengan hari Pelanggan Nasional.

Bentuknya seperti di bawah ini.

Pin ini bisa didapatkan di Stasiun Bogor. Tetapi, kalau tidak sempat, ada beberapa stasiun lain dimana penumpang CL bisa mendapatkannya, yaitu Bekasi, Juanda, Duri, Sudirman, dan Tanah Abang.

Cara mendapatkan Pin Ibu Hamil ini, penumpang harus mendaftarkan diri baik secara online atau datang langsung ke stasiun terdekat.

Persyaratan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut

1) Pemegang Kartu Multi Trip (nomornya akan perlu didaftarkan)

2) Mengisi data diri seperti

  • Nama
  • Tanggal lahir
  • Alamat
  • Nomor KTP
  • No KMT (Kartu Multi Trip)
  • No Telpon/HP
  • E-mail

3) Foto

4) Surat RS/Bidan tentang usia kehamilan dan prediksi kelahiran

Pendaftar juga bisa mendaftar secara online tetapi pengambilan pin dilakukan di stasiun atau komunitas penumpang CL yang ditunjuk.

Pin ini memilik masa kedaluwarsa untuk menghindari penggunaan oleh yang tidak berhak dan hal itu bisa dilihat pada tanggal “Expired date”.

Memang bagi yang tidak pernah atau jarang naik Commuter Line mungkin susah mengerti mengapa pin ini dibutuhkan. Hanya, bagi yang rutin menggunakan sarana transportasi ini, pasti bisa mengerti.

Empati masyarakat pengguna jasa KRL Jabodetabek terhadap 4 kategori penumpang yang harus didahulukan, bisa dibilang masih rendah. Tidak sedikit kejadian setiap harinya dimana lansia, ibu membawa balita, penyandang cacat, dan ibu hamil harus berdiri sepanjang perjalanan sementara yang sehat duduk manis dan nyaman.

Banyak penumpang yang kerap berpura-pura tidur, atau cuek memainkan hape tanpa peduli ada penumpang dari 4 kategori itu di hadapannya. Padahal, di seluruh jendela Commuter Line sudah tertempel stiker yang meminta mereka memberikan tempat duduk kalau ada 4 kategori orang itu.

Memang, situasi agak membaik belakangan ini, selain karena stiker tadi, dan petugas juga karena kesadaran masyarakat penumpang lain. Dalam banyak kasus, banyak ibu hamil yang dibantu mendapatkan kursi oleh penumpang lain asalkan ia mau memintanya. Biasanya kalau penumpang lain tahu ada penumpang dari 4 kategori prioritas itu, mereka akan membantu dan bersama-sama, kalau perlu memaksa penumpang yang cuek untuk berdiri dan memberikan tempat duduknya.

Membaik, tetapi tetap selalu ada manusia ndableg yang tidak memiliki empati sama sekali.

Terkadang juga, penumpang bingung dan merasa ragu apakah wanita yang meminta tempat duduk mereka itu benar-benar hamil atau tidak. Sulit membedakan antara yang perutnya gendut dengan yang benar-benar hamil. Belum lagi, pada kehamilan trimester pertama, kehamilan sering tidak terlihat. Semuanya menambah keraguan penumpang lain, baik untuk memberikan kursi atau membantu.

Kehadiran pin ibu hamil di Commuter Line ini tentunya akan memberikan efek lumayan banyak. Selain petugas, penumpang lain pun bisa membantu lebih banyak karena sudah ada konfirmasinya.

Pin Ibu Hamil ini memang hanya diberikan kepada pemegang KMT atau Kartu Multi Trip, tetapi hal itu tidak perlu diartikan sebagai “Hanya” pemakai pin ini yang berhak dan harus dibantu.

Penumpang biasa yang memakai THB atau e-Money tetap memilihi hak terhadap kursi di Commuter Line. Dan, pastinya akan tetap diusahakan dibantu.

Hanya saja, setidaknya, akan lebih mudah untuk mengidentifikasi wanita hamil dan mengurangi keraguan pada petugas atau penumpang lainnya.

Sebuah langkah kecil untuk memerangi penumpang tanpa empati di atas Commuter Line, tetapi pastinya akan memberikan efek positif bagi kehidupan di CL.

Hanya dua kata saja “Good Job!”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.