Pengukur Tinggi Badan Di Stasiun Commuter Line
Pengukur Tinggi Badan Di Stasiun Commuter Line

Sudah sejak beberapa bulan terakhir di berbagai stasiun Commuter Line (CL) terdapat sebuah papan Pengukur Tinggi Badan seperti dalam foto di atas.

Papan sederhana bergambar seorang anak berbaju kuning dan biru ini biasanya terdapat di dekat loket atau sebelum gate masuk stasiun.

Pada papan ini selain gambar terdapat angka yang menunjukkan 30, 60 dan 90 centimeter.

Sang anak dalam gambar seolah sedang berucap

“Pelanggan dengan tinggi badan di atas 90 cm wajib memiliki tiket”

Rupanya pengelola stasiun dan Commuter Line, PT KCJ (Kereta Commuter Jabodetabek) sudah menyadari bahwa aturan sebelumnya kurang lah begitu jelas dan mendidik. Juga sering menimbulkan selisih paham.

Sebelum adanya papan Pengukur Tinggi Badan ini, sering terjadi perdebatan antara petugas dengan penumpang kereta rel listrik (KRL) yang membawa anak-anak.

Alasan selisih paham sederhana karena batasan wajib beli tiket berdasarkan pada umur, yaitu 3 tahun. Celah ini sering dipergunakan penumpang yang membawa anak-anak untuk tidak membeli karcis bagi anaknya.

Petugas di lapangan sering kesulitan untuk mendapatkan bukti umur dari sang ibu atau bapak. Jelas sulit karena sang anak tentu belum memiliki KTP dan yang bepergian pun tentu tidak membawa dokumen seperti Kartu Keluarga.

Nah, rupanya pemecahan masalah tersebut sudah ditemukan.

Papan Pengukur Tinggi Badan seperti dalam foto di atas memang diperuntukkan untuk anak-anak.

Keluarga dengan anak-anak bisa memanfaatkannya untuk mengetahui apakah anak yang dibawanya wajib membeli tiket atau tidak dengan cara mudah. Cukup meminta anaknya berdiri di samping Papan Pengukur Tinggi Badan tersebut.

Bila tingginya sudah mencapai 90 centimeter, maka sang anak wajib membeli karcis dan bila masih belum mencapai 90 centimeter, maka ia bebas dari kewajiban tersebut.

Orang dewasa tidak perlu mengukur tinggi badan. Meskipun, ada orang dewasa yang bertinggi di bawah 90 centimeter, tetap ia dikenakan keharusan membeli tiket.

Jadi tidak akan lagi ada perdebatan tidak perlu mengenai harus atau tidaknya seorang anak membayar sesuai tarif. Baik petugas maupun orangtua dapat dengan mudah membuktikannya tanpa harus tarik mulut.

Sederhana tetapi efisien.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.