Pengemis berkostum
Pengemis berkostum di perempatan Warung Jambu

 

Persaingan memang akan selalu memicu kreatifitas dari para pelaku yang berada di dalam kancah persaingan tersebut. Begitu juga rupanya dalam dunia pengemis dan peminta-minta di Bogor. Tidak pernah terbayang akan ada  pengemis berkostum tokoh kartun.

Mungkinkah bukan pengemis ? Sempat terpikirkan bahwa orang-orang ini mungkin bukan harus dimasukkan ke dalam kategori peminta-minta. Hnaya saja, segala tingkah polah mereka terlalu mirip untuk mengeluarkan mereka dari golongan peminta-minta.

Contohnya, di Bogor pengemis berkostum ini tidak mengincar anak-anak yang sedang berwisata dan berjalan kaki, justru mereka selalu mendekati mobil-mobil yang berhenti di lampu merah. Dari gerakan tangan dan kakinya, tidak terlihat ada usaha untuk membuat anak-anak terhibur, biasanya gerakannya sekenanya saja.

Jadi mau tidak mau mereka memang harus dikategorikan sebagai kaum pengemis.

Pengemis berkostumYang membedakannya hanyalah “seragam kerja” nya saja. Pakaian mereka yang ini jauh dari kesan kumal dan lusuh layaknya pengemis. Warnanya biasanya menyala dan meniru berbagai tokoh kartun yang disukai anak kecil.

Cukup cerdik juga rupanya . Dengan kostum ala tokoh kartun, tentu seorang anak tidak akan menjadi takut kepada mereka. Berbeda halnya dengan bila mereka mengenakan pakaian rombeng atau lusuh. Kalau anak sudah suka, biasanya mereka tidak enggan meminta recehan kepada orangtuanya untuk diberikan.

Juga, kalau ada penertiban, besar kemungkinan akan ada tambahan argumentasi buat menghadapi satuan polisi pamong praja Bogor. Mereka tidak sedang mengemis tetapi mengamen dan menghibur.
Penampakan pengemis berkostum ala tokoh kartun seperti ini rasanya semakin banyak terlihat. Posisi yang dipilihnya sama seperti pengemis biasa yaitu perempatan lampu merah. Mereka beraksi ketika lampu sedang menyala merah dan mundur ketika lampu hijau.

Kadang, mereka tidak sendiri tetapi berupa satu kelompok terdiri dari 2-3 tokoh kartun. Kalau ada satu kelompok, biasanya mereka akan mendekati mobil-mobil yang berbeda dan tidak pernah terjadi dua orang berada berdekatan. Seperti sudah ada perjanjian sebelumnya dalam menetapkan sasaran. Terkoordinir.

Pengemis berkostumPastilah terkoordinir. Untuk mendapatkan kostum tersebut juga tidak mungkin gratis. Pasti akan ada uang sewa yang harus dibayar oleh si pengguna.

Kalau dipikir lagi berarti lumayan besar juga uang penghasilan pengemis berkostum ini dalam sehari hingga mampu membayar sewa kostumnya.

Kreatif dan kerja keras adalah inti dari kesuksesan. Kerja keras ? Bukankah mengemis dengan cara ini tetap saja digolongkan sebagai peminta-minta.

Iya sih, tetapi tetap kerja keras juga. Bayangkan saja topeng kepalanya lumayan berat dan berada dalam kostum seperti itu pasti sangat panas. Apalagi lokasi yang biasa dipilih adalah perempatan jalan yang luar biasa panasnya di tengah hari. Jadi, yah tetap ada bagian kerja kerasnya.

Persaingan memang keras dimana-mana. Butuh kreatifitas dan kerja keras untuk bisa unggul dari para pesaing. Hal yang sama rupanya berlaku di dunia kepengemisan dengan munculnya si golongan baru pengemis , yaitu “pengemis berkostum”

Masalah sosial baru untuk Bogor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.