Pencemaran sungai di Bogor
Sampah di Sungai Ciliwung

Memandang onggokan sampah tersangkut di bebatuan aliran Sungai Ciliwung di kawasan Sempur tidak urung membuat kepala bergeleng. Rupanya apa yang selama ini dibaca tentang Pencemaran Sungai Ciliwung bukanlah sekedar isapan jempol.

Selama ini. aliran sungai tersebut di wilayah Jakarta lah yang paling disorot. Berbagai media memberitakan keprihatinan terhadap kondisi aliran sungai Ciliwung di sekitar Jakarta. Jarang terdengar bahwa bagiannya yang berada di kota Bogor juga mengalami nasib yang sama.

Kebetulan bagian aliran sungai Ciliwung sedang dalam keadaan kering menjelang musim kemarau. Air yang sedang surut berganti dengan pemandangan tumpukan sampah yang menyangkut di bebatuan sepanjang sungai.

Aliran Sungai Ciliwung di Bogor

Sungai yang nama aslinya Ci (Cai=air) Liwung ini memiliki panjang lebih dari 120 Kilometer. Hulunya terdapat di Gunung Pangrango. Alirannya turun melewati beberapa kota seperti Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Depok, dan bermuara di Jakarta.

Kawasan kota Bogor yang terlewati sungai ini adalah Bendung Katulampa , Kebun Raya Bogor , Kawasan Sempur sebelum mengalir keluar kota Bogor.

Pencemaran Sungai Ciliwung

Pencemaran sungai di Bogor
Perumahan di sberang jalan Riau Bogor

Rupanya pertumbuhan penduduk yang pesat di kota Bogor membawa dampak negatif bagi sang sungai. Sempitnya lahan mendorong berkembangnya pemukiman di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Pemukiman-pemukiman tersebut cenderung tidak mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan dan terlihat sembarangan. Hal yang masih ditambah dengan kurang tersedianya fasilitas Cuci Mandi dan Kakus (MCK) di tempat-tempat tersebut.

Alhasil sungai Ciliwung kembali menjadi tumpuan warga Bogor di pemukiman tersebut. Meskipun, di masa sekarang kota Bogor adalah sebuah kota metropolitan, ternyata ribuan orang masih melakukan kegiatan MCK sama seperti masa lalu. Mereka masih melakukannya di sungai.

Kondisi sungai Ciliwung di Bogor diperparah dengan kurangnya fasilitas pembuangan sampah bagi warga di pemukiman tersebut. Hal tersebut mendorong mereka untuk membuang barang tak terpakai langsung ke aliran sungai.

Dampaknya terlihat pada banyaknya tumpukan sampah mengendap di sepanjang aliran sungai tersebut.

Kondisi pencemaran sungai Ciliwung yang melintas Bogor agak membaik ketika musim hujan datang. Aliran air yang deras menghanyutkan tumpukan sampah tersebut.

Pencemaran sungai Ciliwung di Bogor
Aliran Ciliwung di Kebun Raya Bogor

Meskipun demikian tidak berarti masalah berkurang karena kota berikut dalam jalurnya lah yang akan menanggung akibatnya. Sampah akan tetap ada hanya berpindah tempat. Begitu pula masalah yang disebabkannya, hanya berpindah dari satu kota ke kota lain.

Ketika musim kemarau menjelang, seperti ketika tulisan ini dibuat, berbagai bukti pencemaran sungai Ciliwung terpampang di depan mata. Rendahnya debit aliran air membuat endapan sampah menyembul ke permukaan. Pemandangan dan bau tak sedap pun terlihat dan tercium di sepanjang aliran sungai.

——-

Kondisi yang sangat disayangkan. Mengingat kota Bogor sedang berjuang untuk kembali menjadi sebuah kota yang bersih, indah nyaman, seharusnya hal ini tidak terjadi.

Ternyata niat mulia tersebut tidak sampai gaungnya ke telinga semua orang di kota hujan ini. Masih saja banyak orang yang tidak menyadari arti pentingnya sebuah sungai.

Lucunya, banyak warga Bogor yang merasa gerah dan tidak terima kalau kotanya disebut sebagai penyebab banjir Jakarta. Padahal berbagai bukti yang kasat mata menunjukkan setidaknya memang kota ini ikut berperan dalam berbagai kejadian banjir di ibukota.

Masih beruntung, beberapa komunitas pecinta Ciliwung menunjukkan tidak semua warga Bogor tidak peduli. Berulangkali dan secara rutin mereka menyusuri aliran sungai ini untuk memunguti sampah.

Sebuah hal yang masih memberikan setitik harapan bahwa suatu waktu sungai Ciliwung akan dapat dibersihkan. Suatu waktu pencemaran sungai Ciliwung akan berhenti. Suatu saat sungai ini dapat kembali diarungi oleh perahu seperti di masa dahulu kala.

Semoga.

Catatan :

* foto-foto diambil dari sepanjang aliran sungai Ciliwung antara Jalan Riau (belakang terminal Baranangsiang), Kebun Raya dan Kawasan Sempur dalam beberapa kesempatan.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.