Pernah membaca tentang sebuah humor, atau tepatnya sebuah satire tentang “Otak orang Indonesia termahal di dunia“?

Kalau belum, saya berikan sedikit ringkasannya saja. Kalau hendak mengetahui versi lengkapnya, silakan browse lewat Mbah Google dengan kata-kata yang sudah ditebalkan di paragraf atas.

Ketika seorang dokter hendak melakukan transplantasi otak kepada pasiennya yang menderita kanker otak, ia memberikan tiga opsi pilihan otak yang hendak dipakai. Otak orang Amerika, Jepang, dan Indonesia.

Harga otak orang Jepang yang paling rendah, otak Amerika kedua dan yang Indonesia termahal.

Sang pasien bertanya bagaimana bisa otak orang Indonesia lebih mahal dibandingkan yang lain. Padahal produk lain dari Jepang dan Amerika jauh lebih mahal. Mengapa harga otak mereka sekarang lebih murah.

Sang dokter menjawab hal itu karena otak Orang Jepang dan Amerika adalah seken (bekas) dan sudah terlalu sering dipakai, sedangkan otak orang Indonesia masih orisinil karena jarang dipakai.

Terus terang ketika membaca lelucon seperti itu ada rasa tidak terima. Terasa sedih sekali , sebagai orang Indonesia, membaca humor, yang lebih tepat disebut “satire” itu.

Hanya kemudian, saya membuka kembali beberapa foto hasil keliling Bogor. Setelah berulangkali memandang foto-foto, terutama pemotor di Bogor, walau tetap tidak menyenangkan, harus diakui bahwa ada kebenaran dari satire tersebut.

Tingkah Pengendara Motor yang saya lihat adalah seperti foto-foto di bawah ini.

Pengendara Motor di Bogor
Pemotor di Pedestrian Walk di Sebelah Taman Topi
Pengendara Moto di JalanSuryakencana Bogor
Pengendara Motor di Jalan Suryakencana Bogor
Pengendara Motor di Trotoar Jalan Juanda Bogor
Pengendara Motor di Trotoar Jalan Juanda Bogor

Semua pun seharusnya tahu bahwa trotoar adalah tempat untuk pejalan kaki. Kendaraan bermotor dilarang melaluinya sesuai dengan peraturan hukum yang telah ditetapkan.

 

Ketika mereka secara sadar melanggarnya, hal itu seperti membenarkan isi dari lelucon “Otak Orang (Bogor) Indonesia Termahal Di Dunia Karena Masih Orisinil Alias Tidak Pernah Dipakai”.

Mneyedihkan.

Tulisan ini akan menjadi yang pertama terbit di tahun 2016. Mungkin terkesan negatif, tetapi justru dengan tulisan ini saya berharap akan ada perbaikan dalam tingkah laku para pengendara motor di Bogor yang kelihatannya semakin lama semakin tidak taat aturan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.