Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Pakuan 2

Nyentil banget! Menohok bahkan kalau mau lebih tepatnya. Sebuah spanduk yang terpasang di lantai dua Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Pakuan. Mau tidak mau perhatian langsung terpana ke sebuah kain sepanjang kurang lebih 2 meter berwarna ungu yang terbentang di pagar gedung itu.

Bukan apa-apa isinya memang nyelekit dan terasa sekali nuansa anti mainstream di dalamnya.

Tidak tertahan juga mulut untuk tidak nyengir melihat kata-kata yang tertulis pada spanduk itu.

Isinya seperti ini.

Spanduk di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Pakuan B

Bisa terbaca kan? Jangan bilang tidak. Tetapi kalau ternyata tulisan yang sudah jelas itu masih belum cukup, mungkin hasil cropping-an ini bawah ini bisa lebih jelas memberikan gambaran apa yang ditulis oleh para mahasiswa salah satu universitas swasta di Kota Bogor itu.

Spanduk Menohok di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Pakuan B

Masih belum bisa membaca juga apa tulisan dalam spanduk? Yah, berarti Anda menolak mengakui dan mungkin tersinggung dengan apa yang diungkapkan para mahasiswa itu.

Bisa dimengerti kalau ada yang tersinggung karena spanduk itu memang sangat menohok jika dipandang dari satu sisi. Apalagi yang disampaikan itu cenderung menentang pola pikir masyarakat Indonesia dalam hal pendidikan anak.

Sudah bukan sebuah rahasia lagi bahwa mayoritas orang, termasuk generasi muda dan orangtua, berpikiran bahwa tujuan menyekolahkan anak hingga jenjang universitas, pendidikan tinggi, tujuannya adalah agar mereka kemudian bisa mendapatkan pekerjaan yang baik dan bergaji tinggi. Ketika sudah begitu diharapkan mereka kemudian menikah dan mendirikan keluarga sendiri dan memberikan cucu kepada orangtuanya.

Sebuah pola pikir yang umum dimiliki banyak orang. Sebenarnya bukan hanya orang Indonesia saja, banyak manusia di belahan dunia lain pun masih menerapkan pola serupa. Kuliah untuk mencari kerja, mendapatkan penghasilan, membuat anak, menjadi tua, dan kemudian mati.

Selesai.

Itulah kehidupan yang diinginkan oleh banyak orang. Termasuk saya “dulu”.

Tetapi, mungkin beda generasi beda pula pemikiran. Generasi millenial, yang merupakan generasi anak-anak mahasiswa sekarang, punya pandangan lain tentang bagaimana menjalani kehidupan di era globalisasi ini.

Tujuan hidup bukan lagi hanya sekedar “menjalani” sesuatu yang rutin dan berulang seperti pola di masa lalu. Mereka menginginkan lebih dari kehidupannya.

Mereka tidak ingin hanya “Kuliah, Kerja, Menikah, Tua, dan Mati”. Mereka ingin berkarya, memberikan sesuatu manfaat bagi bangsa, membuat nama terkenal, dan tentunya menikmati hidup dengan cara mereka dan bukan cara yang menurut generasi sebelumnya sebagai baik.

Spanduk menohok di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Pakuan ini memang akan terasa nyelekit karena menentang arus umum tentang tujuan kuliah. Isinya benar-benar menunjukkan gejolak jiwa muda millenial yang ingin membuat hidup yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Sebuah hal yang wajar saja.

Tidak salah memimpikan kehidupan sederhana ala masa lalu, “Kuliah, Kerja, Menikah, Tua, dan Mati”. Tetapi, tidak salah juga kalau ternyata ada jalan lain yang dianggap lebih baik daripada sekedar itu-itu saja.

Masing-masing manusia punya jalan.

Hanya saja, setelah dulu sempat berpikir demikian, saya, yang sudah meninggalkan bangku kuliah 23 tahun yang lalu, tidak bisa tidak merasa setuju dengan pandangan baru ala generasi millenial ini.

Zaman berubah. Dan, bangsa ini butuh lebih banyak orang yang tidak hanya sekedar memikirkan kepentingan dan kebahagiaan sendiri saja. Negara dan bangsa ini butuh semangat dari semua orang, termasuk kaum mahasiswa untuk berani mendobrak tradisi umum seperti itu . Setiap orang harus mau memberikan sumbangsih kepada negara dan bangsanya, dan umat manusia pada umumnya.

Oleh karena itulah, spanduk yang kesannya nyelekit ini membuat ada senyum hadir saat melihatnya. Ada rasa senang bahwa mahasiwa, generasi yang diharapkan menjadi penerus, mau berpikir di luar kotak yang sudah umum.

Sesuatu yang saya coba lakukan, meski sudah tua, untuk mencoba memberikan “sesuatu” kepada manusia lainnya. Meskipun dengan cara sederhana, seperti ngeblog dan sharing tentang hal kecil yang terjadi di Kota Bogor.

Itulah salah satu dasar dari lahirnya Lovely Bogor, yaitu untuk berbagi sedikit kepada orang lain dan memberikan manfaat bagi umat manusia dengan cara yang saya ketahui dan mampu lakukan.

Spanduk di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Pakuan C

Bagaimana dengan Anda? Apakah punya tujuan hidup lain selain “Kuliah, Kerja, Menikah, Tua, dan Mati” seperti yang disebutkan pada spanduk yang bertengger di Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Pakuan itu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.