Rasanya memang saya belum pantas menjadi seorang wartawan. Menurut pandangan saya sendiri, wartawan itu profesi yang sangat mengandalkan kejelian mata dalam menemukan sebuah cerita menarik yang layak untuk dijadikan sebuah berita. Dan, sepertinya masih jauh saya untuk bisa menjadi bahkan seorang wartawan amatir sekalipun.

Bukan apa-apa, entah sudah berapa kali saya mampir ke Vihara Dhanagun atau Kelenteng Hok Tek Bio yang berlokasi di sekitar Pasar Bogor. Meski saya tidak menggunakannya untuk beribadah, vihara tertua di Kota Bogor ini memang selalu mengundang untuk dikunjungi. Maklum, banyak sekali ornamen dan cerita yang tersimpan di dalamnya. Cukup sering.

Sayangnya, baru bulan Januari yang lalu, saya menyadari ada satu ornamen yang luput untuk diceritakan. Padahal, ornamen itu terletak tepat di belakang gerbang masuk vihara itu. Bentuknya berupa mural (lukisan dinding) yang cantik untuk dilihat.

Ya, memang ada sebuah mural di sepanjang tembok pada jalan menuju pekarangannya. Bentuknya seperti foto di bawah ini.

Lukisan Dinding Cantik di Tembok Klenteng Hok Tek Bio BB

Mural Indah di Tembok Klenteng Hok Tek Bio AA

Lukisan Dinding Cantik di Tembok Klenteng Hok Tek Bio CC

Diukur dari ujungnya yang berada di depan gapura sampai ujung akhirnya tepat di pintu masuk, mural ini memiliki panjang +-15 meter. Lukisannya sendiri bagus dan mencerminkan gaya melukis etnis Tionghoa.

Nah, ini juga satu lagi yang menunjukkan saya masih harus belajar menjadi wartawan yang baik, isinya saya tidak bisa menangkap apa yang diceritakan oleh mural itu. Padahal, biasanya setiap lukisan atau mural pada vihara akan memiliki arti dan bukan sembarang corat coret ala Grafiti. Pasti ada yang hendak disampaikannya.

Biasanya berisi cerita legenda, mitos, pelajaran yang berkaitan dengan tokoh-tokoh penting di dalam Konfusianisme, atau Budha.

Begitu juga kalau menelusuri lukisan dinding di tembok vihara ini. Jelas sekali kelihatan ada cerita yang ingin disampaikan kepada yang melihat.

Sayangnya, karena saya bukan jurnalis, saya tidak menanyakan. Kebetulan memang saat itu sedang tidak ada orang. Mungkin seharusnya saya menunggu agar bisa mendapat penjelasan.

Padahal, tentunya bagus sekali untuk bisa menceritakan maksud dari mural tersebut.

Jadi, harap dimaklum. Saya hanya bisa menceritakan bahwa kalau berkunjung ke Vihara Dhanagun, jangan lupa menengok ke kanan saat melewati gerbang. Disana akan terlihat apa yang Anda lihat di foto-foto di atas.

Jangan ditiru kecerobohan saya yang meski sudah berulangkali datang, tetapi baru menyadari bahwa lukisan dinding itu ada.

Ataukah, memang lukisan itu baru saja dibuat? Entahlah. Yang penting sekarang saya bisa menceritakan sedikit tentang salah satu bagian dari sebuah tempat bersejarah di kota ini. Tidak bisa banyak karena saya bukan wartawan.

Harap maklum.

2 COMMENTS

  1. lukisan bergaya klasikk, namun unik gan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.