Monumen Kelapa Sawit di Kebun Raya Bogor
Monumen Kelapa Sawit

Monumen Kelapa Sawit? Ada dimana? Bentuknya seperti apa?

Nah, silakan lihat foto di atas. Itulah bentuk Monumen Kelapa Sawit. Lokasinya di Kebun Raya Bogor.

Bentuknya memang tidak seratus persen mirip dengan pohon penghasil minyak goreng yang berbatang tunggal dan tak bercabang. Bentuk monumen itu sendiri seperti lilitan berdaun.

Tapi memang inilah, paling tidak,  sesuai yang tertulis papan informasi sebagai Monumen Kelapa Sawit.

Makna Monumen Kelapa Sawit

Monumen Kelapa Sawit di Kebun Raya Bogor
Monumen Kelapa Sawit

Tentu Anda akan bertanya mengapa harus ada monumen didirikan di Kebun Raya Bogor. Bukankah kelapa sawit adalah sesuatu yang sudah umum di Indonesia dan di banyak negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia.

Jawabnya sederhana. Karena berkembangnya tanaman keluarga palem berbuah kecil-kecil ini berasal dari tanah Bogor.

Baca juga : Sejarah Kebun Raya Bogor – Kerjasama Antar Bangsa?

 

Dari Tanah Bogor? Memang bukan benar-benar asli, tetapi cikal bakal penyebaran kelapa sawit di daratan Asia bermula dari Kebun Raya Bogor.

Di era ketika Johannes Elias Teijsman menjadi direktur antara tahun 1830 sampai 1880-an, ia mendatangkan 4 pohon indukan kelapa sawit dari Afrika Barat.

Sejak saat itulah sang indukan beranak pinak dan terus berkembang. Bukan hanya di Indonesia, tetapi cucu dan cicit dari indukan yang berasal dari Kebun Raya ini menyebar juga ke daratan Asia.

Monumen Kelapsa Sawit di Kebun Raya Bogor
Monumen Kelapa Sawit

Bisa dikata kelapa sawit yang ditanam di Malaysia, Thailand dan Indonesia berasal dari indukan yang sama.

Itulah makna dari berdirinya Monumen Kelapa Sawit di sini. Disitulah, mungkin, tempat ke 4 indukan kelapa sawit ditanam ketika pertama kali tiba di Bogor.

Sayangnya, dan bisa dimaklumi karena usianya sudah tua, seluruh indukan tersebut sudah tidak ada lagi. Meskipun demikian, Monumen Kelapa Sawit seharusnya mengingatkan banyak orang betapa besar jasa Kebun Raya Bogor bagi pertumbuhan perekonomian bangsa di Asia Tenggara.

Dari sinilah tambang emas baru berupa Crude Palm Oil (CPO) dilahirkan dan dikembangkan.

Kalau Anda kebetulan berkunjung ke Kebun Raya Bogor, berhentilah sejenak di tugu ini. Bentuknya cukup unik dan bisa menjadi kenangan sendiri ketika berkunjung ke Kota Hujan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.