(Update : Foto terbaru Monumen Helikopter Lanud Atang Sanjaya Bogor dimana helikopternya diganti dari Mil Mi-1 Hare menjadi Sikorsky H-34 /S 58 Choctaw/Codot. Dan penampakan terkini 2018)

monumen helikopter atang sanjaya bogor yang barumonumen helikopter atang sanjaya bogor yang baru

——–

Monumen Helikopter Bogor
Monumen Helikopter di Lanud Atang Sendjaya Bogor

Monumen helikopter sebenarnya bukan merupakan nama resmi dari sebuah monumen yang berada di pertigaan jalan Semplak dan jalan Letkol Atang Sendjaya.

Nama tersebut berasal dari bentuk monumen itu sendiri. Bentuknya adalah sebuah helikopter utuh yang diletakan di atas sebuah dudukan beton dalam sebuah taman. Disebut utuh karena seluruh bagian luar sebuah helikopter dari mulai badan, cabin penerbang serta ketiga bilah baling-balingnya diletakkan disitu.

Bisa terlihat juga simbol-simbol yang menandakan siapa pemakai helikopter tersebut sebelumnya.

(Catatan : Ada sebuah kebiasaan di dunia kemiliteran, bukan hanya di Indonesia, untuk mendirikan monumen di pangkalan-pangkalan militer dari peralatan yang sudah tak terpakai. Peralatan yang dijadikan tugu atau monumen biasanya akan menampilkan ciri khas dari pengisi pangkalan dimana monumen atau tugu berada. Oleh karena itu kadang tidak terdapat nama resmi monumen)

Monumen Helikopter Bogor
Monumen Helikopter di Lanud Atang Sendjaya Bogor

 

Monumen Helikopter – Home of chopper

 

Sederet kata terpahat pada dinding di belakang monumen ini. Kata-kata tersebut adalah “Home of Chopper”. Chopper dalam bahasa Inggris berarti helikopter. Jadi arti dari deretan kata-kata tersebut adalah “Rumah Helikopter”.

Memang hal tersebut sesuai dengan apa yang akan ditemukan di area di setelah monumen ini. Area tersebut adalah sebuah pangkalan udara (Lanud) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. Nama Lanud tersebut adalah Atang Sendjaya (atau ada juga yang menyebut Atang Sanjaya)

Bukan kebetulan kalau skuadron-skuadron yang berada di lanud ini menggunakan pesawat “rotary wing” alias bersayap tidak tetap seperti helikopter. Tiga skuadron helikopter TNI AU, yaitu 6, 7, dan 8 bermarkas disana.

Monumen Helikopter Bogor
Dinding monument Helikopter di Lanud Atang Sanjaya

Helikopter yang ada di atas monumen

 

Jenis helikopter yang dijadikan sebagai monumen, menurut bentuknya adalah sebuah Mil Mi-1 (Hare = Kelinci/Terwelu). Produksi pertamanya terlihat di tahun 1951.Produsennya saat itu yaitu Mil Moscow Helicopter Plant semua produksinya diberikan kode Mil Mi hingga saat ini

Sebanyak lebih dari 1000 buah diproduksi oleh Uni Soviet dan lebih dari 1,500 buah dibuat di Polandia.

Seperti tertulis dalam buku sejarah, Republik Indonesia pernah begitu dekat dengan negara-negara dari Blok Timur di tahun 1960-an. Oleh karena itu banyak senjata dan peralatan militer pada saat itu disuplai dari Uni Soviet, Polandia dan negara-negara yang pernah menjadi “lawan” Amerika Serikat dan blok Barat.

Saat ini dua jenis produksi pabrik helikopter Mil ini masih dipakai oleh TNI AU yaitu Mil MI 17 dan MIl Mi 35 di skuadron 31.

 

Lanud Atang Sendjaya

 

Monumen Helikopter Bogor
Monumen Helikopter Bogor

Pangkalan Udara Atang Sendjaya sendiri sebelumnya bernama Lanud Semplak. Merupakan sebuah pangkalan udara peninggalan Belanda. Namanya baru berubah menjadi Lanud Atang Sendjaya di tahun 1966.

Nama Atang Sendjaya sendiri disematkan pada lanud ini untuk mengenang jasa pria kelahiran Bandung tahun 1928. Jasanya dalam membidani dan mengembangkan skuadron helikopter di Indonesia. Untuk itu namanya dipakai untuk menggantikan nama pangkalan ini.

——

Kawasan Lanud Atang Sendjaya sendiri merupakan sebuah kompleks lengkap. Selain landasan pacu sepanjang 1.4 Kilometer, hanggar dan hal lain yang berkaitan dengan militer, kawasan ini juga memiliki perumahan untuk keluarga para tentara.

Juga terdapat sebuah Rumah Sakit dengan nama yang sama alias RS Atang Sendjaya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi anggota tentara dan keluarganya. Meskipun demikian Rumah Sakit ini juga melayani pasien sipil.

Selain itu dalam kawasan di belakang monumen helikopter ini juga terdapat sebuah museem Skuadron 6 (namanya Heritage Room) yang berisikan berbagai kisah sejarah tentang perjalanan Skuadron Helikopter 6.

Kedua jalan yang mengapit kawasan ini yaitu jalan Letkol Atang Sendjaya dan jalan Semplak juga merupakan akses umum. Kendaraan sipil diperkenankan melintas. Hanya ada bagian-bagian dari kawasan ini yang terlarang dimasuki umum.

———

 

Cara menuju monumen helikopter

 

– Angkot no 06 Biru akan melalui jalan Semplak dalam trayeknya. Angkot ini bisa ditemukan di Pasar Parung Kab Bogor dan sekitar terminal Merdeka Kodya Bogor

– Bila dari jalan Soleh Iskandar (Solis) dan anda membawa kendaraan pribadi, bisa dengan dua jalur

  •  Keluar di ujung jalan Solis belok ke kiri. Ikuti jalan terus dan anda akan muncul di belakang monumen helikopter
  •  Berbelok ke arah jalan Abdullah bin Nuh , di persimpangan Sempla berbelok ke kanan dan anda akan muncul dari arah depan monumen helikopter

2 COMMENTS

  1. Terima kasih mas, membantu sekali saya dalam mencari info dan alamat ini.

    • Sama-sama.. akan diusahakan terus ditambah mas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.