Mencicipi Flyover RE Martadinata: Lancar Itu Membuat Nyaman

Flyover. Bukan sebuah hal yang aneh di kota modern. Cuma, ketika awal Januari 2020 yang lalu diberitakan bahwa flyover RE Martadinata dibuka, ada keinginan untuk mencobanya. Mencicipi.

Keinginan itulah yang kemudian membuat tim Lovely Bogor memilih untuk melewati jalur yang tidak biasa saat hendak pulang ke “markas”, rumah kami. Lebih mudah mengarah langsung ke Utara, lewat Jalan Pemuda dan Kebon Pedes, tetapi karena ingin merasakan “sensasi” flyover baru, arah itu diubah dan kami melewati satu tempat yang dulu paling dihindari.

Yap pertigaan Jalan RE Martadinata dengan Jalan Bubulak adalah titik yang paling menyebalkan. Kalau sangat tidak terpaksa, jalur ini tidak akan dipilih untuk masuk rute.

Sangat membuang waktu.

Bagaimana tidak, jarak hanya 200-300 meter saja sering harus ditempuh selama satu setengah jam saja. Titik ini merupakan salah satu titik kemacetan paling parah di Kota Bogor. Saya menjulukinya jalur neraka.

Kaki pegal. Bensin terbakar percuma. Kesal menumpuk.

Penyebabnya memang banyak, mulai dari rel kereta yang melintas semakin sering dilewati si ulat besi, ketidaktertiban pengendara, dan hal lain membuat bikin malas lewat jalur ini.

Pertigaan RE Martadinata 2016
Pertigaan RE Martadinata 2016

Itulah kenapa, begitu ada kabar flyover yang dibangun mulai tahun 2019 itu selesai dan di-ujicoba, keinginan untuk mencobanya muncul di hati.

Benar nggak sih bisa buat kemacetan terurai?

# Norak memang, flyover aja gitu…

Hasilnya?

Tidak terasa banget. Maksudnya, belum sempat bersiap-siap ternyata si Nissan March sudah sampai di ujung flyover dengan Jembatan Pengaduan yang melintas sungai Cipakancilan.

Lancar banget. Perjalanan melintas flyover Martadinata hanya memakan waktu kurang dari 5 menit dari ujungnya di depan Jalan Abesin sampai Jembatan Pengaduan tadi. Jauh berbeda dibandingkan 1 sampai 1 1/2 jam hanya untuk melintas pertigaan.

Nyaman sekali rasanya terbebas dari kemacetan. Tidak ada waktu yang terbuang, emosi tidak naik, dan pastinya bikin lebih ramah lingkungan karena bahan bakar tidak terbuang percuma.

Perasaan yang sama pasti timbul di hati ribuan orang yang dulu misuh-misuh karena kemacetan disana.

Hilangnya kemacetan disana, selain karena si flyover sendiri juga karena penataan yang dilakukan sepanjag jalan RE Martadinata. Dari ujungnya di depan Taman Air Mancur sampai di ujung lainnya di Jalan Merdeka dan Tentara Pelajar terpasang pemisah jalan dari beton.

Pemisahan ini membuat tidak ada saling serobot yang dulu sering terlihat di sepanjang jalan itu. Ditambah dengan adanya flyover, hasilnya adalah sebuah kenyamanan bagi pengendara yang melewati jalur itu.

Jadi, 4 jempol harus diacungkan untuk Pemda Kota Bogor dalam hal ini. Salah satu titik menyeramkan karena kemacetan sudah menghilang.

Mudah-mudahan saja titik-titik kemacetan menyebalkan lainnya bisa segera dihilangkan.

Bogor, 26 Januari 2020

Mari Berbagi