Memakai Baju Warna Cerah Menyala Menguntungkan Saat Berwisata di Kebun Raya Bogor

Ah, bukan karena takhayul atau mitos. Tidak ada rumor apapun terkait warna pakaian. Bukan pula karena mendapatkan diskon tiket masuk kalau memakai baju warna cerah menyala saat berwisata di Kebun Raya Bogor. Tidak ada peraturan yang menyebutkan demikian.

Tidak ada kaitannya dengan hal-hal seperti itu atau yang semacamnya.

Tetapi, setelah dilihat-lihat situasi dan kondisi disana, warna-warna seperti merah, oranye, atau biru menyala memang akan memberikan keuntungan tersendiri.

Pernahkah Anda menyadari apa yang selalu dilakukan setiap pelancong di tempat wisata ternama di Kota Bogor itu? Jawabnya adalah “berfoto”. Entah difoto kekasih atau teman, atau swafoto, kegiatan ini adalah yang selalu dikerjakan saat berada disana.

Iya kan? Dimanapun, memotret atau dipotret adalah kegiatan yang tidak pernah luput dilakukan saat sedang berwisata. Tujuannya bisa bermacam, dari sekedar untuk pamer di media sosial sampai sebagai kenang-kenangan saja.

Nah, tentu bisa dibayangkan situasi sebagai kebun botani dengan lebih dari 15 ribu spesies pohon. Hijau dimana-mana. Warna ini memang mendominasi KRB. Tambahannya biasanya hanya kuning rumput yang tertimpa matahari atau abu-abunya aspal.

Kesemua warna itu, kalau dalam fotografi tergolong “cool color” atau warna yang menenangkan. Bagus sebagai latar belakang sebuah foto.

Latar belakang yah!

Untuk membuat sebuah foto menjadi lebih menarik, maka sesuai dengan teori komposisi dalam fotografi, sebaiknya bila latar belakangnya termasuk “cool color”, maka obyeknya harus menggunakan “active color” warna yang aktif.

Contoh warna aktif seperti merah, kuning, oranye, atau biru. Dalam bahasa sederhana, warna-warna cerah dan agak menyala.

Kesemuanya ini untuk memberikan kontras dan keseimbangan warna dalam foto.

Bisa bayangkan sendiri ketika warna hijau gelap digabungkan dengan warna “navy” atau biru tua? Kesan fotonya menjadi agak “mendem” alias datar. Berbeda kalau obyeknya menggunakan warna yang masuk kategori warna aktif, seperti merah. Hasilnya, obyeknya tidak tenggelam dalam latar belakang.

Ada tiga foto dalam tulisan ini, dimana dua diantaranya sang obyek menggunakan warna cerah (walay tidak menyala) dan satu yang walau cukup “terang” tetapi masuk ke dalam kategori “cool color”.

Kira-kira foto mana yang lebih menarik?

Terlepas dari kemampuan fotografernya dalam mencari sudut pengambilan foto dan skillnya, perpaduan atau komposisi warna sangat berperan dalam menghadirkan foto yang enak dilihat.

Dan, karena salah satu tujuan berwisata di Kebun Raya adalah untuk mendapatkan foto-foto itu, maka mengenakan baju warna cerah menyala akan memberikan keuntungan. Warna baju yang dipakai akan menjadi pelengkap yang bagus dan serasi dalam sebuah foto.

Coba saja sendiri kalau tidak percaya.

(Model : Tri Trisdiyanti – foto pertama dan kedua. Foto ketiga, pengunjung Kebun Raya tak dikenal, alias saya tidak kenal karena dipotret dari seberang Kolam Gunting dengan lensa zoom 55-250mm)

2 COMMENTS

  1. Bener bgt om. Warna hangat emang bangus skali dipertemukan dg warna dingin. Jadi lebih kontras, dan secara psikologi kelihatan asyik. Ah psikologi.. hihi..

    • Wakakaka.. psikologi.. apalagi kalau modelnya cantik, gitu kan Rafi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.