MCK PINGGIR KALI DI KATULAMPA
Ibu-ibu menanti giliran di MCK pinggir kali di Katulampa

Bentuknya hanya berupa beberapa potong bambu yang tertanam di sungai dan dibalut dengan kain bekas spanduk masa kampanye dari sebuah partai polotik.

Itulah bentuk salah satu MCK Pinggir Kali di wilayah Kelurahan Katulampa, Bogor Timur.

Foto ini diambil hari Sabtu, 17 Oktober 2015 dengan kamera Fuji Finepic HS 35EXR. Saat yang sama dengan pengambilan gambar dari Bendung Katulampa dalam tulisan sebelumnya.

Baca juga : Bendung Katulampa – Bukan Bendungan Lho!

Beberapa ibu sedang menanti giliran menggunakan sarana umum tersebut di saluran irigasi yang merupakan pecahan Sunga Ciliwung tersebut.

MCK Pinggir Kali ini adalah salah satu dari paling tidak 8 buah yang penulis temukan dalam jarak kurang dari 1 kilometer. Ada yang berada di seberang jalan tetapi bahkan ada juga yang berada di sisi jalan yang ramai lalu lalang kendaraan.

Kondisinya hampir serupa. Hanya berpenutup seadanya. Bahkan yang berada di dekat jalan umum, pengendara akan bisa melihat bagian dalam MCK Pinggir Kali kalau memang mau.

MCK PINGGIR KALI DI KATULAMPA

Penulis pun bila tidak karena asas kesopanan bisa mengambil gambar dengan mudah karena posisi jalan berada di atas salah satu MCK Pinggir Kali yang ada disana. Hanya karena takut dianggap tidak sopan, maka penulis membatalkan niat mengarahkan kamera kesana.

Ada rasa bingung timbul ketika melihat suasana pinggir kali tersebut. Kelurahan Katulampa bukanlah sebuah daerah terbelakang.

Kelurahan di wilayah Bogor Timur ini sudah berkembang. Rumah mewah terlihat memenuhi daerah. Mobil-mobil terparkir di pinggir jalan. Sepeda motor tak henti lalu lalang di jalan.

Bahkan Katulampa sudah dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Bogor. Daerah ini terkenal sebagai pusat penjualan tas. Tas Tajur SKI atau Sumber Karya Indah berlokasi tidak jauh dari aliran sungai ini.

Hanya, mengapa sebuah sarana umum yang sangat vital seperti tidak tersedia disini?

MCK, Mandi Cucu Kakus adalah kebutuhan utama bagi manusia. Setiap rumah pasti harus memilikinya. Kalaupun tidak, MCK umum haruslah menjadi sesuatu yang harus ada dalam setiap lingkungan.

Hasil jepretan kamera menunjukkan sesuatu yang mengherankan. Bagaimana bisa, di sebuah kota yang sedang mengarah menjadi sebuah Smart City, modern dan berbasis tehnologi tetapi tidak menyediakan sebuah sarana umum yang paling penting kepada warganya.

MCK PINGGIR KALI DI KATULAMPADengan kondisi MCK Pinggir Kali yang sangat tidak layak tersebut, berarti masyarakat yang membutuhkan harus memakai sarana yang jelas kurang kebersihannya. Masyarakat seperti tidak memiliki pilihan lain selain mencemari sungai karena hanya itu yang tersedia untuk dipergunakan.

Warga masyarakat juga harus membuang rasa malu dan risihnya kalau tiba-tiba ada pengendara yang tidak sengaja melihat. Bukan sebuah hal yang tidak mungkin terjadi mengingat penutupnya bisa dibilang sekadarnya saja.

Belum lagi kalau melihat air sungai yang juga sudah tercemar sampah. Bagaimana bisa hidup sehat kalau dalam sehari-harinya harus memakai air yang sudah kotor untuk mandi dan mencuci.

Atau apakah memang suasana seperti ini sudah diterima sebagai ciri khas sebuah kota modern? Jakarta juga memang memiliki sisi yang sama tetapi pemerintahnya terus berusaha membersihkan pinggiran sungai dengan segala cara.

Apakah Bogor merasa sudah cukup nyaman menganggapnya sebagai sesuatu yang tak terhindarkan? Sesuatu yang dianggap biasa saja.

Bagaimana dengan Anda kawan? Apakah keberadaan MCK Pinggir Kali dengan kondisi sedemikian rupa tidak perlu dibenahi? Rasanya pembangunan MCK umum yang lebih layak tidak akan lebih mahal daripada biaya operasional mobil dinas para pejabat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.