Masalah sampah di Bogor
Tumpukan sampah di gorong-gorong

Masalah sampah di Bogor – Pantas saja beberapa hari yang lalu di koran Radar Bogor, tersiar berita “Bima Arya Angkat Tangan”. Berita tersebut berkaitan dengan peluang kota Bogor meraih kembali Piala Adipura.

Dalam tulisan artikel tersebut disebutkan bahwa kemungkinan kota hujan ini dianugerahi piala kota terbersih itu sangatlah kecil.

Sempat tercetus pikiran buruk “kok semudah itu menyerah. Sebagai pemimpin seharusnya dia harus pantang menyerah dalam meraih target”.

Hari ini ketika tulisan ini dibuat (bukan diterbitkan), tanggal 14 Mei 2015, seperti biasa kegiatan keliling kota untuk mendapatkan ide dilakukan. Sasarannya adalah sekitar kawasan Warung Jambu dan Plaza Jambu Dua.

Hasilnya ?

Sebuah pengertian. Pengertian terhadap rasa frustrasi dari orang nomor satu Bogor tersebut. Pemandangan yang anda lihat di atas menunjukkan situasi dan kondisi di lapangan.

Foto tersebut hanyalah sebuah dari beberapa yang berhasil diambil dari wilayah yang tidak seberapa luas tersebut. Baik di saluran air di jalan atau di sungai Ciliwung terlihat berbagai onggokan sampah.

Masalah sampah di Bogor rupanya sudah sampai pada taraf akut.

Masalah sampah di Bogor
Onggokan sampah di sungai belakang Plaza Jambu Dua

Akut karena rupanya apa yang dirancang dan direncanakan oleh pemerintah kota ini tidak menyentuh sampai ke akar rumput.

Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan bisa terlihat dari berbagai pemandangan tak sedap yang terliput hari ini. Sampah di sungai, sampah di saluran air, kesemuanya menunjukkan bahwa masih banyak warga Bogor yang tidak memiliki kesadaran membuang sampah pada tempatnya.

Ketidakpedulian merekalah yang menghasilkan hal-hal seperti ini. Ironisnya, ketika terjadi bencana akibat dari masalah sampah ini, cenderung telunjuk akan mengarah kepada sang pemegang wewenang, yaitu pemerintah.

Pemerintah akan dituduh tidak melaksanakan tugasnya dengan benar. Pemerintah dicerca karena tidak menemukan pemecahan masalah sampah dan lain sebagainya.

Memang , lebih mudah mencari kambing hitam dibandingkan mengintrospeksi diri.

Pemandangan hari ini menunjukkan bahwa titik masalah sebenarnya berpusat pada masyarakat sendiri. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan bukan hanya harus ditanggung oleh pemerintah.

masalah sampah di bogor
Sampah di bawah jembatan dekat pasar Jambu Dua

Setiap anggota masyarakat harus menyadari bahwa ada kewajiban ketika mereka membeli sesuatu. Kewajiban untuk membuang bungkus atau sesuatu yang tidak terpakai di tempat yang disediakan.

Tanpa kesadaran pada hal yang “remeh” tersebut maka Bogor akan selalu gagal untuk meraih Piala Adipura. Keberadaan dan pembenahan berbagai taman memang mempercantik tetapi Adipura akan diberikan bukan hanya karena taman-taman tersebut.

Bagian terpenting untuk mencapai hal tersebut adalah dengan menjaga kebersihan. Yang tentu saja tidak bisa dikerjakan sendirian. Masyarakat harus menanggung sebagian tanggung jawab tersebut.

Bogor 14 Mei 2015

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.