layar informasi perjalanan commuter line a
Stasiun Gondangdia

Ada “layar informasi perjalanan Commuter Line” di setiap stasiun, bro and sis! Keren lo!

Heran ya. Hal kecil seperti ini saja sudah bisa membuat girang. Padahal bukan ssuatu yang fenomenal bagi banyak orang.

Tetapi, terus terang, bagi saya yang sudah lebih dari 28 tahun menggunakan jasa layanan KRL (Kereta Rel Listrik) Jakarta Bogor, hampir setiap hari, benda kecil ini artinya besar sekali. Tidak malu untuk mengakui ada kegembiraan tersendiri melihat kehadirannya yang belum lama.

Layar elektronik seperti TV LCD 32 inci ini bisa dikata sebuah kemajuan besar dalam perkereta-apian Jabodetabek. Dulunya benda seperti ini hanya ada di stasiun-stasiun besar seperti Gambir yang melayani kereta jarak jauh.

Sementara stasiun-stasiun KRL, atau Commuter Line namanya sekarang, seperti menjadi anak tiri dan pelayanannya jauh sekali di bawah harapan para penggunanya.

Jangankan informasi yang dinamis dan berubah menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan yang tersedia, bahkan sekedar informasi kereta apa yang akan lewat saja jarang diumumkan. Paling tidak hingga sekitar 4-5 tahun yang lalu.

Untungnya, kondisi berubah drastis dimulai saat Ignatius Jonan menjabat sebagai Dirut PT KAI. Perhatian bagi layanan kereta komuter Jabodetabek ditingkatkan dan berbagai sarana serta prasarana juga mulai diperbaiki.

Yang paling penting adalah ketersediaan informasi yang semakin baik. Jika dulu para accouncer di stasiun seperti pelit dan takut suaranya habis untuk menyebarkan informasi bagi para penumpang, hal itu tidak ditemukan lagi sekarang. Mereka tetap rutin dan pasti terus memberikan informasi melalui speaker yang ada di dalam stasiu.

Bagi penumpang di dalam kereta pun hal itu tidak luput diperhatikan, para penumpang bisa mengetahui mengapa kereta yang mereka tumpangi terhambat atau terlambat. Enak tidak enak, informasi akan tetap disampaikan kepada mereka yang menggunakan jasa layanan ini.

Nah, layar elektronik berisikan informasi perjalanan Commuter Line ini merupakan contoh betapa perbaikan layanan sudah semakin maju di lingkungan PT KCJ (KAI Commuter Jabodetabek). Biasanya mungkin kita menemukan di bandara, atau stasiun besar, tetapi sekarang bahkan di stasiun kecil seperti Stasiun Cilebut pun perlengkapan yang sama tersedia.

Bisa dikata ketersediaan informasi tidak bisa disebut lagi kurang. Semua tersedia dan bisa dinikmati dengan mudah.

layar informasi perjalanan commuter line c
Stasiun Cilebut

Dengan adanya layar informasi perjalanan Commuter Line ini, penumpang yang tidak rutin (ataupun) menggunakan jasa si Kuda Besi ini bisa mendapatkan informasi tentang

  1. Perjalanan kereta yang akan segera lewat (ada waktu kedatangan/keberangkatan yang menyesuaikan dengan waktu saat informasi ditayangkan)
  2. Jurusan CL yang akan datang/berangkat
  3. Di jalur mana akan datang/berangkat
  4. Nomor perjalanan CL

Dengan begitu para penumpang bisa memperkirakan dan mempersiapkan diri CL mana yang mereka akan naiki.

Informasi yang sederhana tetapi sangat berarti bagi yang sedang bepergian. Apalagi informasi itu masih akan terus disampaikan oleh suara para announcer setelah masuk ke dalam stasiun.

Hal kecil tetapi besar. Sesuatu yang sulit dibayangkan akan bisa disediakan oleh penyedia layanan kereta komuter 4-5 tahun lalu.

Jadi, GOOD JOB, dengan huruf besar. Sebuah penanda kegembiraan dari seorang pengguna setia bin fanatik jasa KRL Jabodetabek.

2 COMMENTS

  1. karena sudah 28 tahun mengunakan KRL, itu artinya banyak pengalaman selama ke Bogor – Jakarta dong Pak…? terutama diKRL tsb.

    berapa lama jarak tempuh menggunakan KRL tsb ke Jakarta pak..? ongkosnya berapa pak ? kalau sehari berapa kali jurusan Bogor – jakarta, KRl melintas..?

    sekarang masih kerja di Jakarta Pak..?

    ohy Pak …bagaimana hasilnya setelah kolom URL komentator di block ? apakah trafik mulai stabil…? sebab saya ingin juga menutup kolom URL dll, demi untuk uji coba.

    • Banyaakkk bangeett soal KRL mah.. ceritanya bisa satu blog sendiri.. wkwkwkwkw

      Jakarta Bogor 1 1/2 hingga 2 jam Kang.

      Masih, saya masih kerja di Jakarta setiap hari.

      Belum tahu.. baru juga dicoba satu dua hari, belum keliatan hasil apa-apa. Lagi pula, saya cuma nyoba plug in saja… hahahahaha.. dan males soalnya banyak spam saja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.