Langkah Pertama Menghasilkan Foto Yang Bagus - Kenali Kameramu
Situ Cikaret, 2016

Kenali kameramu! Itulah pelajaran pertama alias langkah awal yang “seharusnya” dilakukan oleh siapapuin yang berkeinginan untuk menghasilkan foto yang bagus.

Pelajaran ini saya dapatkan selama bergaul dengan yang namanya kamera. Keinginan untuk menghasilkan foto-foto yang menarik membuat saya, mau tidak mau harus mempelajari berbagai hal terkait dengan dunia fotografi.

Dalam masa ini, saya menemukan sebuah kesalahan dasar dan awal yang ternyata sangat berpengaruh terhadap foto-foto yang dihasilkan.

Sebuah hal yang sangat sederhana, tetapi luput dan terlewat untuk dilakukan. Hal itu adalah MENGENALI kamera yang saya miliki.

Sebagai contoh, selama ini saya coba menghasilkan sebuah foto hitam putih untuk memberikan kesan “kuno” pada tampilan. Cara untuk menghasilkannya adalah dengan memakai software Photoscape yang memiliki menu tersebut.

Padahal setelah selama setahun mempergunakan cara tersebut, akhirnya saya menemukan bahwa ada menu di kamera Fuji Finepix HS35EXR yang dibeli awal tahun yang lalu untuk memotret black and white alias hitam putih.

Bodoh.

Memang. Harus diakui itu adalah sebuah kelalaian.

Selama ini, mode auto menjadi andalan karena saya malas berkecimpung dengan berbagai tehnik fotografi. Bahkan, lebih parahnya, manual alias buku petunjuk kamera tersebut hampir tidak pernah dibaca.

Alhasil, banyak sekali kemampuan yang dimiliki kamera tersebut terbuang percuma selama setahun ini.

Hal lainnya (yang terlewat) adalah seperti menu garis bantu yang bisa dipakai untuk menerapkan “Rule of Thirds” untuk membantu komposisi sebuah foto. Kemudian bahwa kamera prosumer atau bridge kamera tersebut bisa dipakai untuk melakukan beberapa tehnik fotografi ala DSLR (Digital Single Lens Reflex).

Banyak sekali yang terlewat karena saya tidak mengenali kamera tersebut.

Mengenal Kamera
Pedagang Sagu Rangi Cikaret, 2016

Menyebalkan. Sangat. Saya sebal kepada diri sendiri yang sudah begitu abai memperhatikan sesuatu yang sangat mendasar.

Meskipun demikian, “better late than never”, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Pepatah tersebut rupanya masih berlaku dalam kasus ini.

Satu tahun yang terlewat sudah tidak bisa kembali, tetapi masih ada banyak hal yang bisa dilakukan di masa depan. Kamera tersebut masih berfungsi dengan baik dan masih dipergunakan dalam menghasilkan foto.

Tentu saja, kali ini dengan pengetahuan yang lebih baik lagi. Mudah-mudahan hasilnya juga bisa lebih bagus dan baik .

Ini yang ingin saya bagi kepada Anda pembaca Lovely Bogor. Entah, apa jenis kamera yang Anda miliki, Canon, Rikoh, Fuji, atau Smartphone, kamera saku bukanlah sebuah masalah. Saran ini berlaku untuk semuanya.

Kenalilah kameramu! Pelajari manual atau buku petunjuknya. Pelajari kelebihan dan kekurangannya. Bahkan, kalau bisa sampai sedetil-detilnya. Jangan ada yang terlewat. Pengetahuan tentang hal itu akan membantu sekali dalam menghasilkan gambar atau foto yang bagus dan menarik.

Ingat saja pepatah:

“If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle.” ~ Sun Tzu

(Kalau Anda tahu musuh dan tahu diri sendiri, Anda akan memenangkan 100 pertempuran. Kalau Anda tahu diri sendiri tetapi tidak tahu musuh Anda, untuk setiap kemenangan akan ada kekalahan. Kalau Anda tidak tahu baik diri Anda dan juga musuh Anda, Anda akan kalah dalam setiap pertempuran~Sun Tzu)

Sebuah pepatah yang ternyata benar adanya dalam kasus saya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.